
Selesai sarapan pagi Windi langsung bersiap siap untuk ke rumah sakit karna hari ini adalah hari cek upnya Abraham."Sayang apa kamu udah siap??",Windi menjawab dari ruangan ganti baju"Sebentar lagi",Abraham melihat jam pada tanganya 06.20."Untuk pertemuan dengan dokter jam 08.30 jadi kami sempat untuk pergi mencari makanan yg ingin di makan Windi".
"Sayang udah selesai",Pada saat Abraham menoleh pada Windi bertapa terkejutnya dia melihat penampilan Windi yg terlihat imut mengunakan deres putih bunga-bunga.
"Sayang pakaian mu...".
"Baguskan...cantikkan?,siapa lagi kalok bukan Windi yg milih".
"Gak..gak...gak.ganti gak kamu,kita ini mau ke rumah sakit bukan ke acara nikah".
"Emang ke acara nikah aja orang harus cantik,kan di mana aja boleh".
"Gak,nanti banyak cowok yg lihat kamu".
__ADS_1
"Sayang,ngapain cowok ngelirik cewek yg besar perutnya begini".
"Gak ,kamu tetap harus ganti.Kalok kamu gak mau ganti,kita batelin aja cek up hari ini", Dengan berat hati Windi kembali ke dalam dan menganti baujunya dengan kaus abu abu yg sama dengan abraham dan mengunakan celana lejing .Windi dengan lesunya"terus gini??".
"Iya ,gitu aja.ayok kita pergi sekarang, kita cari salat yg kamu ingin makan tadi malam itu".
"Ayo",Windi pun mengikuti abraham dari belakang,di dalam mobil windi masih saja diam dan hanya melihat pada kaca pingir mobil tanpa menoleh ke Abraham sama sekali. "Sayang kok diam gitu sih,gak kayak biasanya ada ada aja yg di bahas??".
"Aku jelekkan??".
"Aku tau ,aku itu bentar lagi jadi ibuk dan aku tu udah gak pantas lagi pakai baju kayak anak muda pada umunya, aku juga mau terlihat cantik di depan suami bukanya aku cantik buat goda cowok di luar sana.Aku sadar kalik kalok aku udah nikah.",Abraham pun menarik istirinya mendekat padanya lalu di peluk."Aku tau,tapi kamu pakai baju yg begitu setelah lahiran aja.Karna kalok kamu pakai baju yg terlalu ketat gitu gak bagus buat babynya".
"Tapi kan..",Sontak Abraham menutup mulut Windi dengan jarinya."Sut..kamu nurutkan sama suami mu ini???",Windi menatap Abraham begitu juga dengan Abraham.Windi mengganguk pelan."Apa yg aku lakukan ini semua yg terbaik buat kamu dan si kembar. Urusan yg begitu tunggu si kembar lahir aja,mau pakai baju apa kek aku gak bakal marah",Windi tersyum mendengar perkatan suaminya itu.Abraham yg melihat istrinya ketika tersenyum begitu imut langsung mengecup bibir Windi pelan."Dasar tukan cari kesempatan..".
__ADS_1
"Kalok ada kesempatan kenapa tidak di lakukan".
"Dasar kamu...".
"Tega sekali kamu menyebut suami mu seperti itu..".
"Biarin..".
"Oh iya sayang pas kemari waktu ke rumah sakit bagai mana??".
"Kemarin dokternya hanya memeriksa ku setelah itu menanyakan gejala ku.Oh iya tadi juga pas kemaren aku tak sengaja bertemu Anatsaia,ku kira dia datang untuk memeriksa kandungan. Rupanya dia berencana menggugurkan kandunganya dia bahkan mau membayar mahal yg penting dia bisa menggugurkan kandunanya.".
"Terus dokternya mau??".
__ADS_1
"Ya engak lah,terus dia pergi gitu aja. Apa dia gak tau kalok Aborsi itu sangat beresiko,mungkin kalok kak Bambang tau hal ini pasti dia marah ",Guma Abraham dalam hati 'Anastasia itu oranya keras kepala ia pasti mencari cara lain untuk menggugurkan kandunganya.'
Bersambung.....