Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 123.Rencana Liburan Ke Hawaii


__ADS_3

Abraham terbangun dari tidurnya dan pada saat ia meraba tubuh istrinya di sampinya namun ia tak merasakan tubuhnya sama sekali, sontak ia terbangun dari tidurnya dan meliat sekelingnya "Sayang..." tiba-tiba terdengar suara dari kamar mandi yg membalasnya "Ya..." sontak abraham berlari ke kamar mandi dan pada saat di buka terlihat istrinya yg kesusahan untuk membuka bajunya, "Sontak ia menghampiri istrinya lalu kembali memasang baju tadi "Apa yg kamu lakukan, jika kamu ingin mengganti baju pangil suster dulu, apa kamu lupa tangan mu masih terinfus." Ia mengagguk lalu membalas perkataan suaminya"Iya aku tau, tapi baju ku basah dan aku sangat risih denganya." Abraham mengehela napas pelan lalu ia membawa istrinya keluar dari kamar mandi dan mendudukana pada kursi tempat tidur pasiaen lalu ia memanggil suster dan suster itu datang lalu mengganti baju windi.

__ADS_1


Abraham baru teringat istrinya semalam memakai NGT atau nasogastric tube "Sayang alat yg di hidung mu mana??" Windi dengan santai menjawab "Sudah di lepas,tadi aku bangun sekitar jam 5 pagi dan ingin berjalan ke kamar mandi untuk mencuci wajah tapi aku merasa resah karna mengunakan alat aneh itu awalnya aku ingin membangunkan mu tapi kamu masih tidur, aku gak mau gangu jadi kebetulan pada saat jam 7:35 dokter dan suster datang  memeriksa ku jadi aku meminta melepasnya." Abraham kembali bertanya "Terus mereka mau??" Istri kecinya itu pun menggeleng "Mereka malah menjekaskan hal yg aku tidak paham, jadi aku mengancam mereka kalok mereka gak mau melepasnya aku akan menariknya paksa dari dalam hidung ku." Abraham sudah menduga hal itu, ia menatap istrinya "Kamu kok gitu, itu di pakai karna kamu susah makan, kok malah di lepasa. Pakai ancam dokternya lagi." Windi dengan santai menjawab "Biarin orang dokternya gak mempermasalahkan juga." Abraham menghela napas pelan dan mengingat apa yg dokter katakan semalam.

__ADS_1


Setelah istrinya tertidur seorang Dokter dan suster masuk , abraham terkejut melihat mereka karna mata mereka hampir sama denganya mata mereka terlihat bengkak "Dok apa anda tidak papa, mata ada sepertinya membekak." Dokter itu berusaha tersenyum "sata tidak papa, mungkin anda salah lihat saja ." Abraham hanya mengangguk karna mungkin saja ia salah lihat karna matanya kini juga sudah bengkak "Apa bapak Dokter mau memeriksa istri saya??" Dokter itu menggaguk lalu suster tadi langsung mengganti infunya sedangkan Dokter memeriksa detak jantunya, setelah memeriksa abraham langsung bertanya pada dokter tersebuta "Bagai mana kondisi istri saya dok??." Dokter itu menatap Abraham "Mari kita bicara ke ruangan saya." Dokter tadi pun pergi dan Abraham pun mengikutinya dari belakang sampai ke ruanganya di sana dokter menjelaskan semuanya "

__ADS_1


Abraham berbicara "Bukan karana itu..." windi pun menatap suaminya "Trus kenapa??" Abraham berguma dalam hati 'Dokternya hawatir jika gangaun panik mu akan kambuh karna merasa resah jadi ia menyetujuinya.' Abraham berusaha tersenyum lalu menjawab "Itu karna kamu adalah istri Abraham puta." Windi yg mendengar jawaban itu menjadi kesal "Kukira apa aan, ternyata cuman itu." Karna menurutnya jawaban suaminya selalu berlasan begitu , Abraham manatap istrinya "Eh kok kesel gitu, jangan Kesel dong nanti cantiknya hilang lo" Windi menatap sinis suaminya , abraham berpikir apa yg bisa membuat istrinya agar tidak hawatir dan melupakan hal yg terjadi berapa waktu lalu, dan sebuah ide bagus pun muncul di pikirnya "Sayang ,bagai mana nanti jika kamu sembuah kita Pergi liburan ke hawaii, windi yg mendengar hal itu menoleh pada suaminya "Hawaii, di mana itu." Abraham tersenyum "Kamu pasti belum tau, biar nanti pas kamu sudah, sembuh kita ke sana." Windi menggingat dia yg mabuk udara menjadi takut dan menggeleng gelengkan kepanya "Gak mau.. " abraham menatap binggung istrinya dan berguma dalam hati 'Bagai mana ini, apa cari ini gak berguna lagi. Bukanya ia suka berliburan.' Ia pun kembali bicara "Kenapa, bukanya kamu suka berlibur?" Windi menatap suaminy serius "Iya tapi.." abraham menatap seius istrinya, windi menjawab dengan lesu "Tapi aku mabuk udara, mana mungkin aku sangup pergi." Abraham mulai bisa bernapas lega rupanya alasanya cuman itu "Tenag saja kita bisa meminta resep obat dari dokter." Windi mendengar hal itu begitu bahagia "Wah, yg bener sayang??" Abraham mengganguk , windi begitu bahagia lalu menarik wajah sauminya dan menciumnya di seluruh wajanya, kini yg abraham hanya mau istrinya melupakan kejadian buruk ini dengan berlibur, suapaya ia bisa menengkan pikiranya.Windi pun baru teringat sesuat "Bagai mana dengan Roy??" Abraham yg mendengar hal itu mulai kesal dan berguma dalam hati 'Lagi-lagi Roy, kenapa dia terus mengingat Roy. Kali ini aku takan memabwanya lagi.' Abraham tersenyum menatap istrinya "Sayang roy tidak bisa datang,karna dia sedang sibuk ." Windi menatap suaminya "Apa kamu memberi dia pekerjaan banyak lagi??" Abraham berusaha berpikir apa alasan yg akan bisa di terima istrinya namu  windi terus mentapanya membautnya sulit berpikir dan berbiacara sebarang "Dia sedang sibuk dengan urusan percintaanya." Guma abraham dalam hati,'Mati lah aku, dia pasti tidak akan percaya. Apakah aku harus jujur padanya bahwa aku cemburu' Namun mengejutkanya windi justru terlihat bahagia "Benar kah, semoga saja ia berhasil." Abaraham yg mendengar hal itu menjadi lega , ia bersyukur istrinya itu tidak curinga sama sekali.

__ADS_1


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2