Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 30.Peryatan Windi


__ADS_3

Bambang membawa Windi bermain berbagai permainan di Mal ,sesekali bambang melirik Windi yg begitu bahagia, Mereka bermain terus hinga Windi merasa lelah dan mereka menyudahi untuk bermin,"Kita makan yuk".


"Ayok".


"Kali ini aku yg teraktir".


"Jadi akau lolos kan".


"Lolos apa??".


"Lolos seleksi menjadi teman mu".Windi memcubit pingang Bambang,"Aw asakit".


"Tentu saja kamu lolos kawan".


"Wah ahirnya, aku punya juga teman wanita di sini".


"Hah, teman wanita di sini??".


"Udah nanti ku jelaskan, aku sudah lapar ni"Mereka pun segera mencari makanan cepat saji ,setelah selesai memesan mereka duduk di sebuah meja,"Kenapa tadi kamu menyebut aku teman wanita pertama??".


"Solnya aku baru saja pindah dari luar negri ke sini, untuk fokus mengrus perusahaan papa".


"Tapi kok kamu ngomong lancar???".


"Aku blasteran".


"Wah, pantasan wajahmu seperti gembel".

__ADS_1


"Lucu bumil"Bambang menatap sinis Windi,


"Gak kok, aku cuman bercanda, orang kamu ganteng kayak bule kok".


"Tentu saja",Pesanan mereka pun sampai dengan lahap  Bambang melahap makananya,Windi yg melihat hal itu hanya bisa menahan tawanya,"Btw umurmu berapa??".


"27 tahun,kalok kamu??".


"21 tahun".


"Wah pantasan masih cantik".


"Aku jelek".


"Enggak, kamu gak jelek.Bero Boleh gak minta No mu??".


"Buat di simpan lah, nanti kalok gua butuh bantuan tingal telfon".


"Oke ni"Windi segera memberikan hpnya pada Bambang,"Sudah" Bambang yg telah selesai menyimpan No Windi, ia segera mengembalikanya pada Windi Bambang melihat potongan kecil daging menempel di pipi Windi ,ia mengambil makanan yg menempel di wajah Windi,"Sudah..."


"Sudah kenapa??".


"Sudah berhasil membuang potongaan kecil daging yg menempel di wajah cantik mu".Windi segera mencubit hidung Bambang pelan,"Aw".


"Alay lu".Bambang hanya tertawa sambil pelan sambil mengejek Windi,Tanpa mereka sadari sesorang mengambil foto mereka lalu segera pergi.


Setelah makan bambang segera menbawa Windi pulang karna kebetulan sudah senja, Setelah sampai di depan gerbang Windi segera turun di ikuti Bambang,"Wah rumah mu begitu besar kawan".

__ADS_1


"Ada-ada aja kamu".Tiba-tiba terlihat Abraham yg datang mengahmpiri mereka,"Bro, apa dia suami mu??".


Belum Windi berbalik Abraham, dengan cepat Abraham menghmpiri Bambang dan langsung menghajarnya,"Dasar laki - laki b*jiň*4n,berani sekali kau mengoda istri orang",Windi segera menahan tangan Abraham dan berusaha menariknya,"Sayang sudah,dia gak salah".


Abraham yg kesal menarik paksa tanganya dari tangan Windi yg berusaha menahannya"Diam!,jadi kamu keluar cuaman untuk bertemu bajingan ini!",Abraham kembali menatap Bambang yg masih terduduk, dan mengangkat kedua kerah bajunya hingga ia kembali berdiri,"Kamu salah sangka aku dan istri mu hanya teman, dan berhenti berbicara kasar pada nya, dia sedang hamil".


"Lalu apa urusannya dengan mu!!!".


"Karna dia teman ku".Abraham sudah sangat marah dan pada saat tanganya akan menghajar wajah Bambang ,tiba-tiba Windi berteriak,"Aku pergi karna tidak tahan dengan mu, dan bukan karna ingin bertemu Bambang".


Abraham segera menghempaskam kembali Bambang ke jalan,"Barusan kamu menyebut nama pria lain di hadapan ku!",Abraham menatap Windi dengan wajah yg kesal ,tiba-tiba Windi menangis karna ia merasa ketakutan.


"Aku..aku..",Windi melihat Bambang yg sudah babak beluar,Guma Windi dalam hati 'Jika aku tidak jujur, maka Bambang akan kembali di hajar.',Windi berusaha tenang setelah itu menatap serius Abraham sambil menghapus air matanya,"Aku mendengar semua perkatan mu di rumah sakit tadi".


"Apa maksudmu??".


"Aku mencintai mu".


"Apa!!".


"Tapi tarnyata aku bodoh, karna telah jatuh cinta pada seorang pria yg sama sekali tidak mencintai ku, dan bahkan tidak peduli dengan ku".Dengan cepat Windi berbalik dan segera berlari masuk ke dalam rumah.


"Cih, ternyata teman ku menemukan lelaki payah seperti mu".Bambang yg sedang berdiri kini menatap Abraham yg terdiam,


"Hey pengecut".Pada saat Abraham menoleh, Bambang segera menghajar wajah Abraham,


"Itu untuk teman ku"Bambang segera masuk ke dalam mobilnya dan  segera pergi, meningalkan Abraham yg masih terdiam.

__ADS_1


Bersambung.........


__ADS_2