Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 181.Sarapan


__ADS_3

Windi terbangun di pagi hari dalam keadaan tubuhnya sudah terasa segar ia menoleh sampingnya dan bertapa terkejutnya Abraham yg tidur menyender pada dinding ranjang dan kedua anaknya yg dimana dotnya mereka masih menempel pada bibir mungil mereka dan di ganjal selimut, windi hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya lalu ia melepas dot tadi dari kedua mulut bayinya lalu ia menatap suaminya "Dia pasti lelah karna menjaga mereka semalam." Windi turun dari ranjang lalu ia berusaha membangunkan Abraham yg sedang tidur "Sayang perbaiki dulu posisi tidurnya." Abraham membuka matanya lalau segera memperbaiki posisi tidurnya setelah itu ia kembali tidur tanpa menyadari kalau yg membangunkanya tadi adalah Windi ia hanya mengira suara itu berasal dari mimpinya.


Windi pertama-tama meminta para pelayan untuk membawakan sarapannya ke dalam kamar  pada pukul 7 lewat nanti karna itu jam sarapan paginya windi,setelah itu ia mengambil ember yg di isinya dengan air hangat dan di bawanya ke dalam kamar  lalu ia mulai memandikan satu persatu anaknya dalam posisi mereka masih tidur dan ia baru selesai memandikan serta mengantikan pakin mereka selama satu jam lebih. Setelah selesai memandikan kedua anak itu masih tidur jadi windi memutuskan untung menyeka tubuhnya di kamar mandi setelah itu ia menganti bajunya dengan pakian biasa karna ia sudah merasa tenagnya kembali pulih Windi meregangkan otonya dengan bersenam sedikit "Hari ini aku akan membungkus kado untuk anak-anak, karna malam ini perayaanya?"Karna biasanya acaranya akan di adakan pada malam hari sambil menunggu hari berganti ke tangan 25 Deseber dan saaat itulah akan terdengar suara lonceng, jadi hari ini para pelayanya di sibukan untuk mendekor rumah sedangkan windi hanya bertugas membungkus kado. Windi yg sudah selesai meregangkan ototonya kembali memeriksa ke dalam dan anak-anaknya masih tidur "Wah pangeran pengeran ku masih pada tidur semua, ini pasti akibat semalam begadang." Windi menghampiri mereka lalu mulai membangunkan kedua bayi tadi, Karna ini sudah waktunya mereka di beri Asi dan mereka mulai terbangun dan windi tak mau kehilangan momen itu ia berlari mengambil hpnya lalu segera merekam.

__ADS_1


Kedua anaknya itu terlihat imut di kamera yg membuat Windi tak bisa kenahan senyumnya melihat kedua anaknya yg imut itu "Wah anak mama  udah bangun." Wondi mulai mencolek colek pipi mereka "Anak mama makin lama makin imut aja sih." Tak lama Abraham terbagun karna mendengar suara windi namun ia masih  mengambil tenaganya sebentar "Jam berapa ini sayang??" Windi dengan santai menjawab "Jam 8 lewat." Abraham yg mendengar hal itu langsung bangun dari baringnya "Apa, kenapa kamu tak membangunkan ku." Windi menoleh pada suaminya lalu mengangkat kameranya pada pada suaminya "Apa kamu sedang merekam??" Windi hanya tersenyum lalu Abraham langsung menutup wajahnya "Sayang matikan rekamanya, aku malu." Windi berusaha menahan tawanya melihat tingkah suaminya itu "Kenapa malau sih, orang aku ngerekam cuman untuk di siampan aja, gak akan ku pos ke media sosial kok." Abraham menjawabnya "Tapi tetap aja, aku tak mau wajah ku yg baru bangun ini terlihat." Windi malah mendekat  namuan ketika sudah dekat dengan cepat Abaham melepas tanganya dari wajahnya lalu menarik windi ke dalam pelukanya somtak windi terkejut dan hpnya terjatuh di kasur. Lalu Abraham mulai menggelitiki tubuhnya yg membuat wanita itu tertawa terbahak-bahak sedangkan Abraham tak berhenti mengelitikanya, tak lama terdengar suara ketukan pintu lalu Abraham segera menghentikan gelitinya sedangkan windi yg sudah lelah lagsung berbaring ke kasur sedangkan Abraham berjalan ke pintu kamar pada saat di bukanya rupanya seorang pelayan yg mengantar napan yg berisi berapa roti dan susu  lalu abaraham menerimanya dan meminta pelayan itu untuk mengantar untuknya juga.


Abraham membawa napan tadi lalu menaruhnya ke atas meja lalu windi segera bagkit dari baringnya lalu ia mendekati kedua anaknya lalu segera menyusu mereka ia juga menyandar di pinggir ranjang "Sayang, tolong dong nyalakan tv buat aku, aku mau menonton." Abraham duduk di samping windi lalu mengambil remot tv yg ada di laci "Kamu mau nonton apa??" Windi tersenyum aku mau nontpn filem kartun seperti biasa, kamu tau kan akau suka apa." Abraham lengsung menyalakan tv tersebut lalu mencari filem yg di sukai windi "Sayang apa kamu sudah memberi tau Kakak ipar untuk datang ke rumah nanti malam??" Abraham menggeleng, sontak windi menatap tajam suaminya "Kok gak di kasih tau sih, nanti lupa bagai mana." Abraham menolaeh pada istrinya "Iya nanti aku  kasih tau." Windi mendengus kesal "Sekarang dong." Abraham menghela napas pelan lalu ia mengambil hpna lalu mencari nomor Jordan lalu mengirom pasan padanya di hadapan windi "Suadah kan.." windi hanya mengangguk lalu mereka kembali menonton.

__ADS_1


"Sayang bisa tolong ambil rotiku, aku udah lapar." Abraham nengambil salah satu roti lalau memotonya satu persatu lalu di berikan pada istrinya "Bukaa mulutnya." Windi membuka mulutnya lalu makan tadi langsung masuk pada mulutnya windi terlihat lahap memakan makananya dan terdengar lagi sebuah ketukan dari pintu kamar lalu Abraham segera turun dari ranjang lalu membuka pintu kamar lalu abraham menerimanya dan di bawa ke dalam dan di taruh di samping milik istrinya namun ia belum mau makan karna dia masih mau menyuap windi lalu ia memotong motong roti tadi lagi setelah itu ia kembali duduk dan menyuapi windi yg masih sibuk menyusu anak-anaknya, di sela makanya windi beratnya "Apa kamu gak lapar sayang??" Abraham menajwabnya "ya, tapi aku belum mau makan aku masih mau menyuap mu." Windi tersenyum menatap suaminya dan abraham membalas senyuaman istrinya setelah ia menyuapi wind setelah selesai makan ia  kembali membantunya untuk minum dan setelah selesai ia mulai makan makananya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2