Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 177.Bertemu


__ADS_3

Tak terasa minggu pun tiba Roy kebetulan tidak ada pekerjaan jadi ia di rumah dan ia sangat bosan karna hanya memainkan hpnya ia memutuskan untuk mengajak calon istrinya Jesi pergi jalan berdua, ia langsung menelfon gadis itu dan pangilanya langsung di jawab dan terdengar suara lembuat gadis itu "Halok kak.." Roy tersenyum mendengar suaranya lalu mulai berbicara "Kamu sibuk gak, solanya aku mau ngajak kamu jalan-jalan ke luar mumpung malam minggu." Jesi yg mendengar hal itu begitu senang namun ketika menggingat ayahnya senyumanya kembali pudar "Tapi papa gak mungkin bolehin aku keluar malam, lalu bagai mana??"Roy berpikir sejenak ia sangat mengenal mario peria paruh baya itu orangnya sangat keras ia tak mungkim membiarkan putri satu-satunya itu keluar malam bersama peria walau itu adalah Roy tunanganya.


Dan sebuah ide terlintas di pikiran roy dan ia mulai menjelaskan rencananya pada Jesi dan wanita itu mendrngarkanya dengan seksama dan selesai Roy menjelaskan "Bagai mana menurut mu??" Jesi berpikir sejenak lalu menjawab Roy "Baik lah akan aku lakukan, kalok gitu udah dulu yah kak Jesi takut bapak datang soalnya bapak sering datang ke kamar jesi buat mastiin jesi tidur." Roy menjawabnya "iya gak papa, titip salam ku saja nanti pada bapak mertua, sampai berjumpa nanti sayang." Jesi yg mendengarnya udah sangat malu apa lagi nanti sudah sah menikah mungkin dia akan makin malu, jasi mulai gak bisa berbicara lagi dan langsung mematikan hp sedangkan Roy sedikit terkejut "Eh kok udah di matiin aja.." namun ktika ia menggingat lagi apa yg ia katakan ia mulai malu dan gak sabar untuk bertemu. Sebenarnya tanpa Jesi sadari ayahnya mendegar semua yg di bicarakan Roy dan dia dan berguma dalam hati 'Tu anak berandalan begitu gak sabaran yah, padahal berapa minggu lagi akan menikah tapi masiah aja buat masalah, aku akan mengikuti permainan mu dan lihat nanti apa yg akan kamu lakukan pada putri kesayangan ku.'

__ADS_1


Tengah malamnya jesi terbangun lalu segera bersiap-siap ia menggunakan ders bermotif bunga bunga-bunga warna putih dan berlengan pendek lalu ia memolesi wajahnya dengan bedak serta sedikit maskara di bulu matanya dan yg terakhir ia mengunakan lipstik "Yes sudah, sekarang aku harus memeriksa kamar papa." Jesi membuka pintu pelan lalu menutunya juga dengan pelan ia mengendap-endak ke kamar ayahnya lalu membuka pintu sedikit dan terlihat ayahnya yg sedang tidur namun karna menyamping jadi jesi tak bisa memastikan pasti ayahnya tidur namun ia yakin ayhanya pasti tidur karna ayahnya itu selalu tepat waktu untuk masalah tidur, jesi berbicara dengan suara kecil "Selamat tidur bapak, jesi keluar sebentar.." lalu perlahan menutup pintu kamar namun mario masih bisa mendengar apa yg di katakan putrinya itu  dan setelah pintu tertutup ia segera bangun dari baringnya lalu mengirim pesan pada seseorang.


Jesi pertama tama mengambil sepatu hak tingginya dan mengendap endap keluar dari rumah ia melihat pada pos satpan namun rupanya gak ada orang guma Jesi dalam hati  'Eh kok tumben satpan di rumah gak ada, apa mungkin dia sudah pulang yah??' Namun jesi berusaha menepis pikiranya itu dan tetap menjalankan apa yg sudah mereka rencanakan ia berjalan ke pagar rumah dan ruapanya sudah di gembok ia pun memanjat pagar rumah sedangkan Dari jauh Roy yg sudah melihat kekasinya itu sedang memanjat langsung turun dari mobilnya yg sengaja ia parkir jauh dari rumah Jesi , ia menghampiri gadis itu yg terlihat kesusahan pada saat ia sudah di atas pagar ia binggung harus bagai mana lagi karna ia takut melompat dan ketika ia melihat Roy ia langsung menatap peri itu lalu berbicara dengan suara yg kecil"Turunya bagai mana kak." Roy mendekat lalu membuka kedu tanganya "Lomoat aja nanti kakak tangkap." Jesi sebenarnya ragu namun Roy berusaha meyakinkanya dan ia pun melompat untunya Roy langsung menangkapnya sedangkan dari kaca rumah Mario sudah hawatir  melihat putrinya yg memanjat pagar dan berguma dalam hati 'Jika putri kesayangan ku jatuh lihat saja kamu roy, aku akan membuat mu menyesal karna melakukan rencana bodoh seperti ini.' Namun untungnya Roy datang dan ketika putrinya melompat Roy langsung mengkapnya setelah itu mereka pergi tiba tiba terdengar suara dari belakang mario "Paka setelah ini apa yg harus kita lakukan??" Mario menoleh pada peria yg ada di belakangnya itu yg merupakan satpam rumah mereka "Kita tunggu mereka pergi dulu.." satapan itu kembali bertanya "Tapi bagai mana kita kehilangan jejak mereka nanti??" Mario tersenyum jahat "Tenang saja aku sudah memasang pelacak pada kalung putri ku jadi kamu tak perlu hawair." Satpam itu mengangguk mengerti.

__ADS_1


Selama perjalanan Roy merasa ada mobil yg mengikuti mereka namun ia mencoba berpikir poditif karna tempat yg akan mereka pergi ini adalah tempat yg sering di datangi para anak muda bersama kekasih mereka jadi ia mengira kalau mobik yg mengikuti mereka dari belakang itu adalah mobil yg akan menuju ke tempat yg sama dengan dia. Dan benar saja ketika mereka berhenti mobil itu juga berhenti namun parkirnya agak jauh dari tempat mereka dan Jesi yg melihat tempat yg akan mereka datangi itu terlihat sangat bahagia namun tempat itu sudah tidak terlaku rami lagi karna sudah tengah malam namun jesi senang karna bisa berduaan  dengan Roy tanpa gangguan ia segera turun dari mobil dan ia terlihat sangat bahagia apa lagi  ia akhinya bisa merasakan udara pantai di malam hari roy turun juga dari mobil lalu menghampiri jedi gadis itu langsung menarik Roy "Ayo kita main ke sana ." Dan roy langsung mengikutina dan mereka terlihat sangat bahagai berbeda dengan mario yg ketar ketir di dalam mobil.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2