Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 54.Ramamalan


__ADS_3

"Ya ,aku meramalnya akan menjadi orang yg sangat sukses seperti sekarang ini."


"Wah kakak luar bisa."


"Berhenti mengalihkan pembicaraan ,apa peria tadi meramal tentang kematian mu???",Sontak Windi terdiam lalu menunduk berusaha menenagkan hatinya yg kembali sakit.


"Aku juga melihat masa depan mu ketika kamu bercerita tadi",Windi mengutkan hatinya lalu menatap wajah Simon"Apa terlihat jelas kakak??".Tiba tiba air mata Windi mulai kembali keluar.Simon pun merangkul Windi lalu memeluk erat Windi."Jangan menagis,walau kamau di takdirkan akan tiada janganlah bersedih ,percaya pada diri mu sendiri bahwa kamu bisa melawan takdir ini".


"Kakak aku takut jika aku tidak bisa melawan takdir maka kedua anak ku nanti bagai mana hik...".


"Kamu jangan berpikir seperti itu,kamu harus percaya pada diri mu bahwa kamu bisa mengubah masa depan mu",Windi terus menangis dalam pelukan Simon sampai tanpa ia sadar dia tidur di pelukan simonbTerdengan pintu terbuka lalau memperlihatkan Abraham.


"Samuel memangil mu".


"Baiklah",Abraham pun menghampiri mereka lalu mengankata Windi setelah itu membaringkan ke ranjang."Perlakukan dia dengan bik jika kamu tidak ingin menyesal di kemudian hari".

__ADS_1


"Apa kamu meramal dia???".


"Begitulah",Simon pun langsung pergi ,sedangkan Abraham kembali memasngkan selimut pada Windi."Entah apa yg dia ramalkan tetang mu tapi entah kenapa hati ini sangat sakit.Semoga bukan ramalan tetang hal yg buruk yg akan memisahkan kita."


"Apa mama di penjara!,waktu itu Jordi sekarang mama!!!".


"Sayang tenag dulu",Tiara mencoba menenagkan suaminya yg tengah marah itu.


"Siapa orang yg berani memenjara mama!!!!".


Jordan memukul meja kerjanya lalau menunjuk nunjuk Tiara "DIAM!!!!,AKU TIDAK MAU KAMU MENYEBUT NAMANYA DI HADAPAN KU!!!"


Sontak Tiara menjadi ketakutan ketika mendengar suaminya membentak bentaknya sontak airmatnya pelan pelan keluar,Jordan yg melihat Tiara mengais langsung


terdiam pada saat dia akan mengahmpiri Tiara.

__ADS_1


"Selama pernikahan kita ku kira aku sudah mengenal mu dari siapa pun ,tapi ternyata aku salah hik..".Tiara pun segera berbalik lalu pergi.


"Sayang....,ah sial",Jordan pun memijat kepalanya yg mulai pusing.


Tak lama setelah tiara pergi Jordan pun menyusul dan mencari dia di dalam kamar mereka namun tidak ada,lalu ia kembali mencarinya di kamar anak mereka Jors dan menemukam Tiara yg tertidur di samping Jors.


Jordan pun kembali bernapas lega lalu segera menghampiri mereka."Sepertinya aku terlalu kasar padanya",Jordan pun mencium kening Tiara dan Jors."Mimpi indah ",Tak sengaja mata Jordan melihat perut Tiara yg terlihat membesar.


'Guma Jordan dalam hati'


Sepertinya perut Tiara semakin lama semakin besar saja.


Pada saat Jordan akan memegang perut tira tiba tiba Jors terbangun.Jordan segera mengalihkan perhatinya pada Jors lalu menepuk nepuk pelan.Jors pun kembali tertidur,karna sudah sangat lelah Jordan pun tertidur di samping Jors.Tiara membuka matanya lalu menatap Jordan dan Jors yg sudah terdiur.Rupanya tadi ia belum tertidur." Sepertinya aku harus melupakan masa lalu berasama Abraham dan membangun kisah yg baru lagi yg hanya ada kita bertiga ....... tidak kita berempat Kita berempat akan membangun hidup yg baru lagi."


Berasmbung.........

__ADS_1


__ADS_2