Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 62.Mangga


__ADS_3

Malam pun tiba kini Abraham dan Windi tengah sibuk dengan kesibukan masing masing Tiba-tiba terdengar suara yg membuat Abraham menoleh ke arah Windi .


"Sayang kamu lapar??"Windi menoleh ke arah Abraham sambil tersenyum dan menggaguk pelan,Abraham tersenyum lalu mencubit hidung Windi."Ada ada aja kerjan bumil buat suaminya kesiangan berangkat kerja tiap pagi"


"Ih sakit sayang"Windi melepas cubitan dari hidungnya."Ih tuakan hidungku jadi merah,gara gara kamu sih"Windi menatap tajam Abraham.


"Maaf lahkan gak sengaja,sekarang kamu mau makan apa??".


"Aku mau makan martabak,trangbulan,pentol bakar dan manga".


"Emang malam malam begini masaih ada yg jualan manga ??".


"Kan ada orang yg tingal di seberang rumah kita yg punya pohon manga yg baru aja berbuah itu".


"Astaga sayang itu punya orang".


"Gak aku mau manga ,kalok bisa nanti aku yg minta sama orangnya".


"Yaudah lah ayo".


"Tapi bagai mana dengan martabak ,trangbulan dan pentol bakarnya, bagai mana sayang???".

__ADS_1


"Tenang soal itu Roy yg akan mencarinya".


"Oh kalok gitu ayo kita pergi sayang"Roy yg mendapat pesan dari Abraham dengan rasa kantuk yg harus di tahanya agar tidak terjadi untuk kedua kalinya pemotongan gajinya satu bulan Sesampai di rumah yg Windi katakan Windi mengetuk pintu rumah tersebit tak lama kemudia pemilik rumah tersebut pun membukanya."Ada apa yah...Oh pak Abraham dan ibu Windi  mari masuk pa ,bu".


"Gak usah pak ,kami di sini cuman mau minta manganya aya .Soalnya biasa bumil pak kalok ngeliat manga begini suka ngiler.".


"Ambil aja bu Windi,lagian buahnya juga banyak biasanya juga kalok masak paling di bagi bagi tetanga aja".


"Apa bapak punya julukanya??".


"Ada pak Abraham",Pada saat peria itu akan mengambil julukanya."Gak usah pak biar saya manjat  aja pak",Sontak peria tadi dan Abraham menoleh ke arah Windi."Kenapa repot manjat nona Windi kan aja julukanya".


"Gak aku bisa manjat kok paa".


"Angap aja ini reonian antara pemanjat pro dengan pohon",Tiba tiba seorang wanita parubaya yg adalah istri dari pemilik rumah itu pun datang."Eh nona Windi ada apa yah??".


"Ini lo mami mabak Windi kan mintak manga yg di depan  tapi gak mau di juluk maunya dia yg manjat".


"Astaga maga nona Windi ingat lagi berbadan tiga lo,kenapa gak suruh suaminya aja??".


"Suami saya yg anak manja ini gak munglin bisa manjat buk,iyakan",Windi menoleh ke arah Abraham."Siapa bialang aku gak bisa manjat???".

__ADS_1


"Aku lah, Itu karna aku gak  pernah melihat mu memanjat sesuatu".


"Emang buat apa manjat manjat kamu kira suami mu ini bocah SD ".


"Kalok gitu kamu manjat kan pendek aja pohonya".


"Iya ini aku manjat ",Tidak butuh waktu lama Abraham sudah berhasil memanjat pohon tersebut dan mendapat dua buah manga lalu ia jatuhkan ke bawa setekag itu ia segera turun."Wah tak ku sangaka tuan Abraham yg terkenal dengan kepintaran dan kesuksesanya ini bisa memanjat juga".


"Biasa aja pak,tapi setelah manjat terasa yah".


"Terasa apa sayang??".


"Sepertinya tangan ku sedikit terkilair saat memanjat pohon".


"Sakit sayang".


"Gak sakit kok ,kan ini buat kamu dan si kembar gak mungkin lah sakit hanya sedikit nyeri saja.Entar sembuh kok".


"Syukurlah,kalok gitu kamai pamit yah bapak ,ibu terima kasih untuk buah manganya".


"Iya hati hatai yah".

__ADS_1


"Iya",Mereka pun segera pulan ,tak lama kemudan terlihat mobil Roy masuk gerbang.


Bersambung.....


__ADS_2