
Di kamar windi dan Abraham mereka yg sudah selesai mandi dan mengganti pakain mereka dengan pakain tidur kini tengah berbaring di kasur untuk tidur dan bahkan saat ini windi menyenderkan kepalanya di atas dada suami dan karna tangan windi jahil tangan itu masuk dari bawah baju suaminya dan memegang roti sobek milik suaminya sedangkan abraham sama sekali tak risih justru tanganya juga tak hentinya membelai puncak rambut sang istri, windi teringat kejadian pada saat di bawah tadi jadi ia pun memberanikan diri untuk bertanya "Berapa banyak uang yg kamu kirimkan pada kakak Dimas kamu gak mungkin mengirimkan uang hanya 20 juta saja, aku sangat mengenal sifat mu."abraham menjawabnya "Aku hanya menambah sedikit saja gak banyak. " windi tersenyum "Sayang bagai mana kita membuat baju kopel bersama anak anak, aku kadang iri ngeliat orang orang di luar sana." Abraham menjawabnya "Terserah kamu saja." Windi tersenyum "Makasih sayang.Oh iya sayang besok kamu mau di buatkan makan malam apa??" Abraham menjawab istrinya "jika aku sebutkan namanya, apa kamu akan bisa memasaknya??" Windi menjawab suaminya "Jawab aja dulu nanti masalah masaknya aku akan coba pelajari dari internet atau ku tanya pada bik ijah." Abraham menjawabnya "aku mau steik." Windi yg mendengar hal itu lantas menoleh pada suaminya " Tapi tempat orang menjual daginya di mana, pasti daging yg di ginakan untuk membuat steik itu bukan daging yg di potong sembarang." Abraham tersenyum "Tenang lah, nanti saat jam istirahat besok akan ku suruh Roy pergi membelikan daginyan untuk mu."Abraham melepaskan tangan istrinya dari pakaiannya "Sudah itu, ayo kita tidur."windi mengangguk lalu mereka segera mengambil posisi untuk tidur lalu windi pun mematikan lampu kamar "Malam sayang.." abraham menjawabnya "Malam.." lalu mereka pun segera tidur.
__ADS_1
Besoknya setelah membantu suaminya bersiap untuk bekerja ia mengurus anaknya sebentar karna dia akan meninggalkan mereka pada keristin dan bik ijah karna hari ini dia mau ke sbuah butik yg menjul pakian batik tempat suaminya sering membuat baju dan yg menyarankan untuk ke sana juga suaminya .Setelah bersiap mereka berangkat dan dia di antar simon,di dalam mobil "Simon apa kamu tau caranya memasak steik??" Simon menjawab nonanya "Apa nona mau ingin memasak steik??" Windi mengangguk "Yaa suami ku meminta untuk di masakan steik." Simon menjawabnya "Baiklah, bahan yg nona perlukan hanya.." windi yg mendengar jika Simon akan memberi tau bahan yg akan di butuhkan ia segeta mengambil hpnya sedangkan simon menunggu sampai nonanya siap dan setelah siap ia pun menjelaskan apa bahan yg ia butuhkan serta bagai mana cara kemasaknya dan windi mendengarnya dengan seksama dan setelah Simon menjelaskan akhrnya mereka sampai di butik tempat tujuan lalu mereka masuk ke dalam butik tersebut namun pada saat masuk kondisi butik itu sedang ramay dan windi serta simon sedikit kebingungan "Kenapa pemilik butiknya belum ada bukanya kata tuan memberitau ku tadi pagi dia akan kenunggu kita di sini."
__ADS_1
Windi terlihat bisa saja "Mungkin dia sedang sibuk, ayo kita coba melihat lihat dulu bajunya." Simon mengangguk lalu mereka melihat lihat berap model baju sedangkan dari jauh ada dua pekerja di sana sedang melihat windi dan Simon seketika wajah mereka terlihat marah "Coba kamu lihat dua orang itu, dari pakainnya seperti orang susah saja tapi belagu belanja ke sini."Memang saat itu windi hanya memakai kaus abu abu dengan celana jins warna hitam sedangkan Simon ia memakai kemeja putih dan Celana chino warna abu abu, Salah seorang lagi berbicara "Mungkin mereka cuman mau lihat ligat saja." Salah satu wanita itu menjawab "Ayo kita usir saja mereka, dari pada mereka nanti mengotiri pakain itu dan tak mu menggantinya." Salah satunya mengangguk lalu mereka menghampiri windi dan simon "Hey kalian datang mau apa ke sini??" Windi sontak menolah pada mereka "Mau belanja, apa ada bos mu aku mau bertemu dengannya." Mereka menjawabna dengan kesal.
__ADS_1
Semua pandangan orang tertuju pada mereka sedangkan windi yg sudah merasa tak enak hati menarik tangan simon "Ayo kita pulang saja." Simon memeringkan senyum kekecewaanya "Untuk saat ini kamu masih bisa bernapas lega besok belum tentu." Lalu mereka segera pergi dan selama perjalanan windi berusaha melupakan hal yg terjadi karna di pikiranya tak usah memikirkanya lagi karna mereka masih bisa pergi mencari butik yg lain besok nanti, berbeda dengan simon ia masih kesal karan simon tak suka nonanya di perlakukan seperti ini guma simon dalam hati 'Awas saja kalian, aku yakin tuan takan membiarkan kalian hidup bahagia setelah perbuatan kalian yg menghina nona ku.' Setelah dari butik itu mereka langsung kembali ke mansion, setelah mengantar windi ia pergi lagi namun kali ini alasanya pada windi dia ada perlu sebentar ke luar jadi windi memperbolehkanya karna selama ini di rumah simon juga akan selalu menjaga windi namun kali ini sesuai perintah abraham jika ada sesuatu yg mebahayakan istrinya atau membuatnya tak nyaman segera laporkan ke dia secara langsung dan saat ini pergi melaporkan tentang apa yg terjadi hari ini pada nonanya dan abraham yg mendengar hal itu terlihat kesal "Terima kasih infonya simon sekarang kamu kembali, aku akan memberi hukuman yg berat pada orang yg menghina istri ku." Simon pun undur diri sedangkan Abraham segeta menelfon pemilik butik dan panggilannya langsung di jawab"Halo tuan abraham , maaf tadi aku tak sempat melayani istri mu jadi akau meminta para pekerja ku untuk melayaninya karna aku ada masalah mendadak...."
__ADS_1
Bersambung....
__ADS_1