
Tak terasa hari berganti dan Abraham yg masih tidur tiba-tiba terbangun mendengar suara windi yg memanggilnya "Sayang bangun sudah, nanti kamu telat ke bandara, bukanya kalian akan berangkat jam 9 nanti?" Abraham yg tidur terlungkup perlahan membuka matanya lalu menoleh ke samping dan tersenyum menatap istrinya "Morning, sweetheart!" Abraham perlahan bangkit dari baringnya lalu ia meregangkan ototnya sebentar "Ini jam berapa??"Windi menjawab sambil sibuk menyiapkan barang-barang Abraham "Ini udah jam 7, dan cepat mandi entar telat lo." Abraham tersenyum "Morning kiss dulu dong." Windi menghela napas pelan lalu ia menghampiri suaminya lalu mengecup bibirnya sebentar "Sudah, sana cepat pergi." Windi kembali sibuk sedangakan Abraham dengan santai turun dari ranjang lalu berjalan ke kamar mandi dan Windi yg tak senagja menoleh pada kaca terkejut bahwa suaminya itu berjalan ke kamar mandi dengan tidak memakai sehelai kain pun "Astaga Sayang.."Abraham segera berjalan cepat masuk kamar mandi sedangkan windi berusaha memijat kepalanya "Oh tuhan, kenapa suami saya begini, untung gak ada orang di kamar." Tiba-tiba terdengar suara ketukan lalu Windi pun segera membuka kamar "Oh udah yah bik, kalok gitu bawa masuk aja baringkan ke ranjang." Bik ijah masuk bersama salah satu pelayan lalu mereka membaringkan Farel dan Rafael ke atas ranjang setelah itu mereka pamit keluar lagi.
__ADS_1
Tak lama Abraham keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrobe dan ketika ia melihat anaknya ia langsung menghampiri anaknya dan naik ke atas ranjang "Anak papa dari mana aja.." Abraham mulai mencium wajah kedua anaknya itu namun kedua anak itu langsung menarik rambut sang Ayah."Eh kok rambut papa di tarik." Abraham berusaha melepas rambutnya dari kedua anaknya sedangkan Windi yg melihat hal itu berbicara "Nak tarik aja rambut papa mu itu, kok bisa sampai botak pun gak papa." Setelah Abraham berhasil melepas rambunya dari tangan kedua anaknya, ia langsung menatap mereka "Jangan dengar ajaran mama kalian yg sesat itu."namun karna kepala Abraham masih dekat dengan anaknya jadi mereka masih bisa menarik kembali rambut ayah mereka itu "Astaga..." Abraham terkejut ketika rambunya di tarik, lalu ia kali ini berusaha melepasnya dan pada saat di lihat di tangan anaknya ada berberapa helai rambut dan Abraham segera mengambil rambut tersebut dan membuangnya "Sepertinya mama kalian sudah mengajarkan kalin nakal yah." Tak lama Windi menghampiri Abraham "Cepat ganti baju mu sudah, nanti kita pergi sarapan pagi ke bawah." Abraham malah menjawab "Nanti dulu, aku masih ingin bermain dengan mereka." Windi menghela napas pelan lalu ia mengambil semua pakain suaminya lalu memberikan semuanya padanya "Pakai sudah, jangan seperti anak-anak yang harus di pasangin lagi."Abraham tersenyum lalu menoleh pada istrinya "Boleh juga kalok kamu mau pasangin aku." Windi menatap kesal suaminya "Ganti gak.." Abraham tersenyum lalu menganti pakianya sedangkan Windi kini kembali memeriksa barang-barang suaminya.
__ADS_1
Setelah cukup lama bersiap akhirnya mereka pergi sarapan pagi ke bawah dan setelah itu mereka mengantar Abraham pergi ke bandara dan di sana mereka bertemu Roy dan Jesi "Eh jesi ikut juga??" Jesi yg melihat nonanya langsung menghampirinya dan memeluknya "Ya, apa nona jugs akan ikut??" Windi menggeleng "Tidak, aku hanya mengantar suami."tak lama terdengar pemberitahuan untuk segera masuk ke dalam pesawat "Sepertinya sudah saatnya.." jesi berpelukan dengan Windi "Moga nanti bisa cepat nyusul yah." Jesi melepas pelukan itu "Nyusul apa nona??" Windi tersenyum "Nyusul punya momongan." Sontak wajah jesi memerah sedangkan Roy mencoba pura pura gak dengar walau saat ini ia juga sedikit malu"Eh.., jes ayo kita pergi." Roy berpamitan sebentar pada Windi setelah itu mereka berdua berpamitan pada ke dua bayi yg tengah ada dalam Stroller lalu lebih dulu berjalan pergi setelah itu windi menoleh pada suaminya "Hati hati nanti di sana."Windi menyalim tangan Abraham lalu peria itu pun mencium pipi kiri dan kanan windi setelah itu yg terakhir ialah bibir ia menciaum bibir istrinya sebentar "Kamu juga sayang." Setelah berpamitan Pada windi kini ia berpamitan pada kedua anaknya tidak lupa sebuah ciuaman untuk ke dua buah hatinya setelah itu ia pergi.
__ADS_1
Dan Windi bertemu dengan sahabatnya di sana yg terlihat sepertinya sedang hamil "Aduh win lama udah gak jumpa." Isabel langsung memeluk Windi begitu juga dengan windi setelah melepaskan rindu mereka duduk di salah satu meja, dan pada saat ia melihat kedua anak windi ia sedikit terpana "Wah apa kah ini anak anak mu, mereka terlihat sangat tampan."windi tersenyum padanya "Bisa, ambil bapaknya." Isabel mengelus perutnya yg sudah mulai membesar "Gak tau ini anak cewek atau cowok tapi aku berharap mereka juga sehat." Windi menjawab "Setelah sekian lama, anak yg kalin tunggu hadir juga." Isabel mengangguk "Aku juga gak nyangka Win. Padahal waktu itu kami sudah berencana untuk adopsi anak aja eh taunya tuhan malah ngasih." Tak lama seorang pelayan toko mengantarkan minuman dan makanan pada mereka "Oh iya bagai mana kanar suami mu??" Isabel menjawab "Dia seperti aku masih sibuk bekerja tapi sealam hamil ini ia selalu mengusahakan jika ada waktu kosong untuk datang menemui ku di sini."Windi yg mendengar hal itu menajadi ikutan senang mendengar cerita sahabatnya itu dan mereka berbincang bincang banyak hal.
__ADS_1
Bersambung....
__ADS_1