
Kesoaknya Windi dan Abraham sedang asik menonton berita di TV, "Berhenti menonton Anime seperti anak kecil. Aku juga ingin menonton berita."Windi dengan kesal langsung mengantinya"Apa kamu sudah puas....".
"Berita terkini. Seorang peria yg belum di ketahui identitanya diam diam masuk ke kamtor polisi mengunakan seragam polisi dan membunuh dua tahanan yg di hukum 20 tahuan penjara karna kasus penculikan dan pembunuhan. Tidak lain adalah Jodi yg berusia 33 tahun dan Andra yg berusia 28 tahun Mayat korban di temuka sudah tidak bernyawa di dalam sel tahanannya dengan dua luka tembak pada kepala Dan pembunuh yg belum di ketahui identitasnya melakukan bunuh diri dengan cara menembak kepalnya sendiri."
"Apa maksud ini..." Windi menoleh pada Abraham "Kamu tetaplah di rumah, aku mau pergi sebentar". Abraham segera mengambil jaketnya lalu langsung pergi." Astaga tega sekali orang itu membunuh mereka".
Sesampai di tempat kejadian terlihat banyak wartawan mewancarai kepolisian Abraham mengunakan jaketnya lalu diam diam masuk di dalam ia membuka jaketnya Abraham tak sengaja bertemu dengan sorang detektif yg mengurus kasus ini yg kebetulan teman Abraham."Riski ada apa yg sebenarnya terjadi??" Abraham segera menghampirinya "Aku turut berduka cita ham".
"Aku tau, tapi kenapa jadi begini. Bukanya ini kantor polisi tapi kenapa gak becus begini..." Riski terlihat menunduk, " Maaf, ini kesalaian kami.." Abraham terlihat frus tasi "Aku tau dia pernah menculik istri ku dan aku tau dia tidak pernah memperlakukanku dengan baik tapi bukan begini yg aku harapkan." Abraham terlihat sangat frustasi " Apa yg harus ku katakan pada Ayah." Abraham pun menghajar tembok hinga tanya berdarah.
__ADS_1
Setelah dari kantor polisi Abraham dan di temani Riski mengantarnya ke rumah sakit, Sesampai di ruang mayat dengan gemetar Abraham membuka kain yg menutupi jenazah.
Abraham tak kusa menahan tangisnya " Kawan kamu harus kuat".
"Bagai mana aku harus kuat jika aku sudah berjanji kepada ayah untuk menjaga mereka walau suatu saat nanti kami tidak cocok".
"Aku mengerti kawan,tapi ini sudah takdirnya. Kita sebagai manusia tidak bisa berbuat apa apa.." Abraham mengambil napas pelan setelah mersa tenag ." Sepertinya kita harus pergi" Abraham segera menutup wajah Jordi lalu pergi di ikuti Riski.
Tira mencoba menengkan suaminya itu " Sayang udah udah, jangan gini.." Tiara terlihat menagis meminta Jordan untuk melepaskan Abraham. Dengan kasar Jordan melepas Abraham lalu segera pergi di ikuti Tiara."Sepertinya banyak berubah, dulu dia sangan pendiam".
__ADS_1
"Jangan pedulikan dia, ayo kita pergi" Abraham dan Riski pun segera pergi.
****
Di rumah Windi menungu Abraham di ruang tamu "Ku harap dia tidak papa".Taklama kemudia pintu terbuka dan memperlihatkan Abraham. Windi segera menganghampiri Abraham lalu memeluknya."Apa kamu tidak apa, aku menghawatirkan mu".
Tiba tiba terlihat seorang peria datang dari belakang Abraham "Eh kamu" sontak Windi melepas pelukanya dari Abraham "Suaminya isabela kan??".
"Abraham kamu tak memberi tau ku bahwa istri mu adalah teman masa kecil istri ku??" Abraham menoleh ke belakang "Teman istri mu??".
__ADS_1
Bersambung.....