Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 86.Informasi


__ADS_3

"Apa informasi yg kamu dapat tentang CEO Bakti jaya Grup??" Roy yg tadinya sedang melihat tabletnya langsung menolaeh pada Abraham,


"Dia menyembunyikan Semua informasinya sampai sampai kami kewalah untuk mencarinya , tapi kamu mendapat sebuah informasi tentang CEO Bakti Grup dari seorang pengasuh yg pernah bekerja di sana. Bahwa CEO Bakti Grup dia memiliki kembaran yg katanya sudah tiada tujuh tahun lalu karna tertembak oleh polisi Rusia, nun entah CEO Bakgi Grup itu kakaknya atau adiknya kami belum tau dan akan terus menyelidikinya."


"Sangat sulit untuk mengetahui dia adiknya atau kakaknya tapi ku tau pasti Windi pasti tau perbedaan mereka." Roy membenarkan perkatan tunya itu "Ku benar tuan, nona Windi pasti membatu soalnya aku juga mendapt informasai bahwa dulu nona Windi dan salah sorang teman wanitanya waktu kecil sering bermian bersama salah satu kembaran tersebut pada saat mereka datang berlibur ke Indonesia."


"Kalom gitu terus awasi gerak gerik mereka dan jangan berhenti mencari informasi tentang mereka".


"Baik tuan" Roy kembali menoleh ke depan dan kini mereka hanya diam.


*********

__ADS_1


Keristi dan Jesi kini sedang membersihkan kamar Abraham dan Windi sedangkan Windi sediri pergi bersama bik Ijah untuk membeli peralatan makan.


"Jesi kok aku merasa kalok kakak Roy itu juga suaka sama aku yah.." Keristin yg kesal karna Jesi tak henti membicaakan Roy "Alah kebetulan aja itu..".


"Gak kebetulan itu, itu yg namnya Jodoh..."Keristin tertawa "Jodoh dari mana. Kak Roy itu ganteng ,pekerja keras dan berpendidikan . Gak mungkin lah dia mau sama kita yg muknya pas-pasan,pemalas ,lulusan SMA doang lagi."


Jesi yg kesal "Bagai mana dengan nona, nona juga lulusan SMA doang tapi daptnya Tuan Abrham, emang aku juga gak bisa". Kerstin kembali tertawa "Apa kamu tau , walau nona Windi lukusan SMA nona Windi orang rajin, baik dan cantik. Jadi lebih baik kita menghayal aja dan gak usah beraharap kamu nerti kan".


*****


Di sebuah toko yg menjual Peralatan rumah tanga."Bik ijah bagai mana dengan piring yg ini??" Windi mengangkat sebuah piring yg berwarna hijau."Tidak nona, tuan tidak suka ada piring yg bewarna seperti itu, katanya jika putih maka nanti kalok membeli berikunya harus warna putih juga".

__ADS_1


"Oh jadi begitu.."Windi kembali menaruh piring tadi dan melihat lihat yg lain lalu mengkat dua buah gelas yg satunya bewarna ping dan biru dan bergambar kelinci "Bik ijah apa boleh??" Bik ijah menoleh pada Windi.


"Terserah nona aja, yg penting jangan di taruh di dapur. Karna saya takut tuan yg tidak tau itu milik nona malah membunya hanya karna berbeda dari yg lain."


"Tenag saja Bik , aku akan menarunya di dalam kamar" Windi pun memasukan ke troli belanja mereka. Sedangkan Bik ijah mengambil satu lusin piring berwana putih dan Satu lusin mangkuk berwarna Putih.


Saat berjalan tak sengaja mereka melewati sebuh rak yg berisi tempat makan bayi sontak Windi melihat satu persatu "Wh bik ini imut imut semua"


Bik ijah tersenyum"Nanti setelah nona melahirkan dan si kembar berusia 4 bulan Baru kita membeli itu nanti."Windi bungung "Emang Bayi pada saat lahir belum bisa makan Bik??".


"Tentu saja belum bisa karna pencernaanya masih belum sempurna , itu sebanya ia hanya meminum ASIĀ  sebagai penganti makanan." Windi mengnguk mengerti Setelah itu mereka kembali melanjutkan perjalan mereka.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2