Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 64.Bertemu Anastasia


__ADS_3

Windi yg sudah sangat kesal karna Abraham tidak mau menoleh padanya sama sekali Ia langsung menjewer telinga Abraham"Sudah ku katakan tadi malam jangan lembur ...".


"Aw... aw sakit".


"Roy bukan kamu yg walau dua hari gak tidur masih kuat...".


"Aw... Sayang sakit,aw...Maaf maaf ",Windi pun melepas jeweranya dari telunga Abraham.


"Sayang jangan terlalu sering beagandang itu juga gak bagus baut kesehatan kamu.Lagian ngapain pakai lembuar ,kan kerjan mu juga gak numpuk".


"Bukan begitu sayang,aku udah lama gak lembuar jadi kebetulan ada Roy jadi ku ajak lembur bareng".

__ADS_1


"Iya maaf deh,kamu jangan marah mulu nanti cantinya hilang lo",Tanpa mereka sadari dari jauh Roy terus memperhatikan mereka.


'Guma Roy dalam hati'


Tak ku sangka tuanku yg begitu dingin ternyata bisa di taklukan oleh wanita cerewet seperti nona.


Roy hanya bisa menahan tawanya melihat tingakah laku bosnya yg mebujuk istrinya yg sedang marah."Nona tak perlu kawatir kan saya, lagi pula gaji saya juga naik kalok lembur.Tuan juga bekerja untuk masadepan si kembar,jadi nona tak perlu sering marah marah, nanati nona bisa darah tingi lo??",Windi menarik napas pelan lalau mengambil naman yg di taruhya dia atas meja kerja Abraham menaruhnya ke meja yg bearada di tengah ruangan."Ayo sarapan,aku sudah lapar."Windi pun segera duduk di kursi ruang tengah."Sayang hari ini aku mau ke rumah sakit", Abraham dan Roy pun datang menghampiri Windi dan ikut duduk di kursi yg bearada di tengh raungan."Untuk apa sayang,apa perut mu keram lagi???".


"Kalaok begitu nanati aku temani..".


"Gak usah sayang, kamu tidur aja biar aku dan Bik Ijah yg pergi "Windi pun menoleh pada Roy"Dan untuk mu Roy ,kamu tudur di kamar tamu "Windi pun segera menghabiskan sarapanya.

__ADS_1


Kini Windi sudah siap dengan mengunakan celana dan baju yg menerutnya nyaman pada tubuhnya.Setelah itu ia segera turn ke lantai 2, dan pada saat ia keluar dari rumah dan sudah ada Bik Ijah menungu Windi di luar Bik Ijah dan Windi pun segera masuk ke dan mobil itu pun segera berangkat ke Rumah Sakit xxx


Sesampai di sana mereka harus mengantri.


"Apa nona sudah membuat janji pada pak dokter??".


"Sudah bik,cuman kita aja yg telat datang.Jadi kita tungu aja.",Tiba tiba seorang wanita keluar dari ruangan dokter dengan mengu akan topi namun Windi mengenal itu siapa,namun wanita itu tidak memperhatikan Windi dan hanya lewat saja."Anastasia..",Pada saat Windi akanĀ  mengejar laura tiba tiba Bik Ijah meminta mereka masuk karna suster sudah memangil,


Windi pun mengikuti Bik Ijah.


Di parkiran Anastasia masuk ke dedalam mobil sambil menutup pintu mobil dengan kasar. "Sial,dokter tadi tidak bisa di ajak kerja sama,sepertinya aku harus mencari sendiri obat yg dapat menggur bayi ini",Anastasia pun mulai mencari di internet,namun ia tidak ketemu sama sekali karna obat itu tidak bisa di jual sembarang."Aku akan melakukan apa pun,yg penting anak ini tidak lahir dan menggangu hidup ku dan Bambang",Anastasia pun segera memundurkan mobilnya lalu segera pergi dari parkiran.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2