
"Halo tuan, ada apa??".
"Dimana Andra??".
"Nak Andra, belum masuk kerja tuan,mukinkah nak Andra tiada juga".
"Apa Bik Ijah??".
"Nak Andra juga sempat menumpang mobil nona, kata penjaga di luar".
"B@jìńģàñ sì@l@n ".
"Apa tuan tidak papa,tuan yg sabar yah."
"Nanti jika ada Andra kembali ke rumah telfon aku".
"Baik tuan",Abraham pun mengakhiri tekfonya dengan Bik Ijah,Abraham yg kemakan emosi langsung menendang wajah peria tadi hinga jatuh dari kursi,"Roy cari tau dimana Andra berada,dan untuk peria ini sekap saja dia .Setelah kita menagkap Andra baru kita bawa ke polisi".
"Bik tuan",Roy segera keluar dari gudang tersebut.
"Kenapa aku tidak tenag yah,aku binggung, tidak basanya kakak menutup telfon ku,Pasti ada sesuatu yg terjadi padanya."Angga pun memutuskan untuk menelfon Jeni,"Halo kakak".
__ADS_1
"Ga,di ruamah ada Berayen gak??".
"Gak ada kakak,anga aja tadinya mau tanya soal kakak Berayen sama kakak".
"Gak tau kenapa, no kakak di belok,mungkin karna kata-kata kakak di Bar tadi."
"Emang kakak ngomong apa??"Jeni pun menceritakan segalanya pada Angga,"Apa, mukin kah".
"Ada apa ga??".
"Bukan apa apa kakak,kalok gitu udahan dulu yah kak.Nanti kalok Angga udah tau kakak Brayen di mana nanti Angga kabari kakak Jeni".
"Iya kakak.",Angga pun mengakhiri telgon mereka,Guma Angga 'Tak ku sangka ternyata Windi adalah istri CEO Samudra Grup,mukinkah dia tidak jatuh ke juarang tapi....',Angga menutup mulutnya tidak percaya,"Pasti kakak ada di pulau peribadi keluarga.",Anga pun segera menganti bajunya dan membawa barang-barang yg menurutnya akan berguna di sana lalu pergi,Setelah 1 jam mengarungi laut akhirnya Angga sampai di sana, banyak bodyguart di sekeliling vila Angga segera turun dari kapal kecil yg ia gunakan, pada saat dia akan masuk tiba-tiba dia di cegat,"Anda siapa,ada tidak boleh masuk".
"Saya adik dari tuan Brayen ".
"Oh, kalok gitu, silakan masuk tuan",Angga masuk pada saat akan membuak pintu vila tapi terkunci, Ia pun mengetuk pintu vila tersebut,"Kakak,kakak Brayen".Tiba-tiba terdengar suarang yg menjawab Angga,"Kumohon, tolong aku hik...".
"Suara ini.....,Win ini kamukan".
" Iya aku Windi,anga tolong aku hik, Kakak mu ngunci pintu hik ,aku ketakutan di sini hik".
__ADS_1
"Kamu tetap di situ"Angga pun menelfon kakaknya,
"Halo ada apa??"."Kakak6 buka pintu vila aku datang, pintunya kok terkunci".
"Apa kamu ada di depan pintu".
Dengan cepat berayen mematikan telfonya lalu segera keluar dari ruang kerjanya,ia pun menarik Windi masuk ke kamarnya, Sebenarnya suara terikan Windi sempat terdengar dari luar,namun Angga berusaha tenag agar bisa memikirkan rencana untuk membawa lari Windi,Setelah selesai mengurung Windi di kamar lalu membuka pintu untuk Angga,"Hay adik ku."Brayen pun memeluk Angga ,Setelah berpelukan,"Kak boleh gak, aku menginap di sini semalam".
"Apa,nanti bagai mana dengan papa dan mama di rumah".
"Kan gak salah Angga menginap sama kakak, orang mama sama papa gak marah kok,kakak sih kalok di suruh temanin Angga tidur malah alasan sama kakak Jeni lah".
"Tapi maaf Angga, gak bisa,aku sibuk".
"Ais,kakak ini selalu aja bilang gak bisa sibuk lah".
"Baiklah, untuk kali ini saja".
"Oke,makasih kakak"Angga pun memeluk Brayen,Guma Angga 'Bersabarlah sebenatar lagi Win,aku akan membatu mu keluar.
Bersambung.....
__ADS_1