
Setelah dari taman bermain mereka pulang ke rumah,di perjalanan abraham berhenti di sebuah mini market sedangkan windi di belakang menyusui kedua anaknya tak lama Abraham datang lalu ia datang membawa sebuah keresek, windi yg penasaran mulai bertanya "Kamu belanja apa sayang ." Abraham tersenyum "Lihat saja nanti." Windi sebenarnya sangat penasaran namun kedua anaknya masih menyusu padanya, "Coba kamu perlihatkan, aku penasaran." Abraham tersenyum menggoda pada istrinya "Udah gak sabaran aja." Windi tak mengerti maksud suaminya lalu abraham mengelurkan salah satu belanjaannya "Aku belanja ini.." abraham memperlihat kan sebuah kotak yg tidak mungkin windi tak tau karna benda itu sering suaminya gunakan ketika mereka sedang berhubungan , sontk wajah windi memerah "Taruh saja lagi, aku udah tau." Abraham tersenyum lalu menaruhnya "Oh tadi aku juga beri berbagai mancam, mungkin rasanya berbeda." Windi semakin malu mendengar perkataan suaminya "Sayang sudah, walau di tulisanya bilang rasa stroberi,jeruk, atau coklat aku gak peduli orang rasanya tetap sama aja." Abraham senang karna berhasil menggoda istrinya itu "Apa aku juga perlu membli pengaman untuk mu??" Windi yg mendengar hal itu makin malu "Sayang udah jangan di bahas ih." Abraham terkekah, ia pun memainkan hpnya tak lama anak anaknya sudah selesai menyusu.
__ADS_1
"Sayang bisa tolong bantu pindahkan mereka dulu, aku sedikit kesusahan." Abraham segera menaruh hpnya lalu turun setelah itu ia pun membuka pintu samping istrinya dan mengangkat pelan anaknya lalu membaringkannya pada tepat baringnya lalu ia memasang pengaman padanya setelah itu Abraham membaringkannya lagi di samping adiknya lalu memasang pengaman mereka "Sudah ayo ke depan." Windi turun lalu menutup pintu setelah itu ia duduk di depan dan ikuti Abraham lalu peri itu pun menjalankan mobil dan pada saat di lampu merah dan di ujung jalan terdapat sebuh apotik dan windi menoleh pada apotik itu hinga lampu berubah hijau lalu seorang peria yg tak asing bagi windi keluar dari apotik tersebut "Kevin.." karna suara motor yg jalan jadi kata kata windi tidak Abraham dengar dan peria itu hanya fokus menyetir sedangkan windi seketika menutup mulunya lalu menepuk jiadatnya guamanya dalam hati 'Keceplosan lagi gua nyebut nama cowok itu, bagai mana kalok suami ku dengar.' Windi melirik suaminya dan peria itu masih fokus menyetir dan windi pun mulai beratnya "Sayang.." abaraham menolah pada istrinya sekilas "Ada apa sayang??" Windi berbicara "Apa tadi kamu dengar apa yg aku bicarakan??" Abraham menatap bingung istrinya "Emang tadi kamu ada ngomong yah??" Windi yg mendengar pertanyan dari suaminya akhirnya bisa bernapas lega untungnya peria itu tak dengar dan ia teresenyum pada suaminya "Tak ada kok." Abraham mengangguk lalu kembali fokus menyetir.
__ADS_1
Sesampai di rumah abraham yg membawa anak anaknya sedangkan istrinya membawa tas mereka, padahal bisa saja mereka meminta pelayan yg membawa namun mereka berdua terbiasa hidup mandiri, kalau windi sejak ia harus menjadi tulang punggung mamanya jadi hal membawa harang maupun berat atau banyak sudah biasa untuknya sedangkan Abraham ia seperti itu sejak ayahnya menikah dengan ibu tirinya yg membuatnya melakukan hal segalanya sendiri karna selalu di anggap merepotkan ibu tirinya, jadi ia membuktikannya dengan hidup mandiri. Sesampai di kamar anak anaknya Abraham membaringkan mereka ke box mereka sedangkan windi menaruh barang barang anak anaknya dia tas meja lalu menghampiri suaminya dan mereka pun mencium kening anaknya satu persatu setelah itu mereka ke sebelah dan Windi segera menaruh tasnya bersama keresek yg berisi barang suaminya di atas meja lalu ia langsung merebahkan tubuhnya di kasiur "Sayanag kamu mandi duluan aku nanti mandi sehabis kamu saja." Windi mentup matanya dengan lenganya sedangkan Abraham malah tersenyum meliat istrinya apa lagi wanita itu hanya mengunakan rok panjang selutut dan ketika berbaring jadi terangkat sampai di tengah pahanya "Sayang apa kamu sedang menggoda ku." Windi menjawab "Apa??" Abraham menaiki tubuh istrinya lalu menarik tangan istrinya dan mata mereka saling menatap satu sama lain.
__ADS_1
"Bik lah." Abraham pun mencium kening istrinya setelah itu ia turun dari ranjang dan langsung ke kamar mandi, dan windi yg melihat hal itu sangar lega karna bukan dia gak mau mandi bersama hanya saja takut kejadian tadi yg aru saja tadi terulang karna sebenarnya dia sudah sangat lelah "Untung dia sudah pergi.." windi menyelimuti tubuhnya lalu ia mulai memejamkan matanya, tampa ia sadari Suaminya keluar lagi dari kamar mandi dan menghampiri istrinya di kasur lalu langsung kengangkatnya sontak Windi membuka matanya "Sayang apa yg iamu lakukan??" Abraham tersenyum "Tenatu saja mengajak mu mandi lah." Abraham membawa istrinya masuk ke kamar mandi dan terlihat di bak mandi yg sudah terisi dengan air lalu abraham lebih dulu memaskukan istrinya setelah itu ia menyusul dan duduk di belakang istrinya, perlahan tanganya yang nakal memeluk istrinya sedangkan windi sebenarnya takut namun tak ada pergerakan yg mencurigakan dan membuat windi merasa aman lalu mulai menyenderkan tubuhnya pada dada suaminya dan kata yg keluar dari mulut windi adalah "Ah, nyaman..." abraham tersenyum "Kalok kamu nyaman tidur lah." windi menggeleng "Tidak, aku masih ingin berbicara dengan mu." windi memegang tangan suaminya yg melingkar pada pinggangnya.
__ADS_1
Bersambung....
__ADS_1