Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 167.Mimpi


__ADS_3

Pada jam 11 Abaham dan Windi sudah tidur begitu juga dengan bayi yg berada di tengah mereka dan terlihat salju masih terus turun waktu pun tak terasa terus berganti namun kedua anak itu terlihat tidur sangat pulas dan tidak menangis sama sekali begitu juga dengan Abraham yg sangat menikmati tidurnya berbeda dengan Windi yg terlihat berkeringat tak lama ia langsung terbangun dari tidurnya dengan berkeringat ia menoleh sekelilinya ia langsung menyalakan lampu tidur dan taklama kedua anaknya menangis lalu windi dengan tergesah-gesah langsung menyusui mereka berdua dan sura-sura tangis mereka juga membangunkan Abraham namun peria itu hanya terbangun sebentr lalu kembali tidur karna dia sangat mengantuk hati windi berdebar kencang ia menatap sekeliling kamar "Apa itu dia.." dan ia menggingat apa yg baru saja ia mimpi.


flashback on

__ADS_1


Windi bermimpi ia terbangun dari baringnya ia berada di dalam kamar mereka yg di mana sangat gelap dan di sampingnya tak ada orang sama sekali "Kenapa aku bisa bermimpi seperti ini." Tak lama terdengar suara tangis bayi yg di luar yg perlahan semakin mendekat ke kamar mereka "Kenapa bisa ada sura seperti ini di dalam mimpi ku." Suara tangis bayi itu terdengar jelas di depan kamarnya lalu kamarnya seperti di ketuk namun Gadis itu tak berani membukanya "Apa yg harus aku lakukan..." suara ketukan itu semakin besar namun Windi tak mau membukanya sama sekali namun suara itu semakin besar dan suara tangis bayi itu juga semakin kencang dan dengan terpaksa windi bangkit lalu menghampiri pintu "Tenag Win, kamu pasti bisa." Windi pun perlahan menarik ganggang pintu dan ia terdiam ketika melihat apa yg ia lihat di hadapanya, tanganya gemetar dan jantungnya berdebar kencang "Ku mohon maaf kan aku..."


Windi terdiam ia tak sanggup menjawab karna yg ada di hadapanya ini adalah Lisa yg kepalanya menggelurkan darah segar yg baunya begitu amis dan terdengar suara tangis di bawahnya windi perlahan menoleh ke bawah ia terkejut melihat seorang bayi yg masih tersambung tali pusaranya dan belum di potong sama sekali dan tubuhnya sangat kecil Windi pun menutup matanya, berusaha berbicara "Tenag saja aku sudah memaafkan mu." Namun lisa masih terus berbicara "Ku mohon maafkan aku..." windi pun kembali berbicara "Aku sudah memaafkan mu tapi aku sangat memohon jangan mengganggu keluarga ku." Namuan kata Lisa kembali terulang "Maaf kan aku..." Windi pun memberanikan diri membuka matanya lalu menatapnya yg ada di hadapanya dan ia di kejutkan dengan wajahnya yg sudah berada di depanya dengan mata yg melotot dan Amis dari darah yg keluar dari tubuhnya tercium jelas pada penciuman Windi "Maaf kan aku.." Windi yg sudah sangat takut berterial "Aku sudah memaafkan mu, aku berjanji besok aku akan membuktikanya dengan mendatangi mu ke rumah sakit, tapi aku mohon jangan ganggu keluarga ku." Setelah mengatakan itu windi langsung terbangun dari mimpinya.

__ADS_1


flashback off


Windi sedikit terkejut lalu peria itu melihat nomor yg ia telfon tadi "Apa hanya dia yg kamu telfon tadi??" windi mengangguk, Abraham pun menatap istrinya rupanya wanita itu terlihat tak main-main dengan kata-katanya, ia menghela napas pelan lalu duduk di samping istrinya ia pun merangkul tubuh istrinya mendekat dan ia sedikit terkejut karna pakain istrinya sepertinya basah, "Kenapa baju mu bisa sebasah ??" windi terdiam sebentar setelah itu ia menjawabnya "Aku bermimpi buruk.." Abraham menatap wajah istrinya lalu ia memegang pipinya, mata mereka saling bertemu satu sama lain "Aku tak tau seperti apa mimpi mu tapi kenapa bisa kamu sampai berkeringat begini??" windi menghela napas pelan "Mimpi itu sangat mengerikan bahkan jika kamu membayangkanya saja sudah membuat mu merinding."Abraham penasaran dengan apa yg ada di mimpi istrinya namun karna rasa penasranya itu tercium aroma tak enak di dalam kamar yg menurut Abraham bau itu sangat asing baginya berbeda dengan Windi yg tidak asing dengan bau tersebut "Bau apa ini??" windi pun menatap suaminya "Apa kamu penasaran dengan apa yg aku lihat.." Abraham terkejut dengan perkataan istrinya "Jika iya, emang kenapa." hati windi kembali tidak tenang ia pun mulai berbicara "Ku mohon, cukup aku saja yg tau rupa mu tapi ku mohon jangan suami atau anak-anak ku, besok aku berjanji akan menuhi janji ku." tak lama bau itu pun menghilang dan Abraham yg merasakan hal itu sedikit terkejut.

__ADS_1


Windi pum menyalakan lampu kamar dan Abraham yg melihat hal itu semakin binggung "Apa yg terjadi sebenarnya, sebenarnya kamu tadi bicara dengan siapa dan apa kamu mencium bau yg sama seperti yg aku cium??" windi mengangguk lalu kembali duduk di samping suaminya "Lupakan apa yg kamu cium dan sebaiknya kita segera tidur, besok nanti kita akan ke rumah sakit sebaiknya kita istirahat saja." Abraham yg masih belum puas karna pertanya belum di jawan oleh istrinya "Tapi jelaskan dulu pada aku apa yg terjadi..." windi memegang pipi suaminya "Pagai nanti akan aku beri tau."Windi pun mencium kening suaminya "Selamat malam sayang.." windi kemabli berbaring di kasur sedangkan Abraham masih terdiam apa lagi lampu kamar belum di mataiakan istrinya, semakin membuatnya tak mengerti namun ia berusaha bersabar dan menggu pagi tiba ia pun kembali ke tempat ia tidur.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2