
Di ruang tamu Abraham mencoba meyakinkan istrinya lagi "Sayang kamu gak percaya dengan apa yg wanita tadi katakan bukan??" Windi sama sekali tak menoleh pada Abraham dan masih terus menghibur putranya itu padahal belum melihat sama sekali sambil menjawab "Aku takan percaya..." Abraham yg mendengarnya begitu bahagia namun windi kembali melanjutkan kata katanya "Tapi kita gak tau kedapanya, bisa saja suatu saat kamu berpikir seperti itu." Abraham kembali sedih mendengar hal itu "Sayang aku tak mungkin melakukanya, karna aku sangat mencintai mu." Windi menjawabnya dengan santai "Terserah kamu saja..."Abraham tak puas dengan jawaban Windi ia sangat marah pada Lisa sontak ia bangkit dari duduknya "Aku takan memaafkan wanita itu karna berani mengusik keluarga ku." Abraham langsung pergi sedangkan Windi yg melihat hal itu menjadi hawatir jika suaminya akan melakukan hal yg kelewatan ia memangil seorang pelayan di dapur untuk menjaga anaknya sebentar setelah itu ia menyusul suaminya.
Di luar rupanya wanita itu belum pergi dan di sana Abraham membentak-bentaknya agar menjaga omonganya dan memaksanya meminta maaf pada rahael "Saya harap kamu bisa menjaga omongan mu di hadapan istri saya, dan aku mau kamu meminta maaf pada istri saya karna kata kata mu tadi, apa kamu tau karana mu Istri saya kembali meragukan kesetian saya, saya paling tidak mengerti apa jalan pikiran wanita seperti diri mu. Apa kamu puas setelah merebut suami orang, setelah Suami kakak Simon kamu rebut sekarang kamu tiba-tiba datang ke ruamah saya dan mengaku sebagai kekasih saya,Apa kamu masih punya urat malu apa??" Lisa menatap abraham "Aku akan terus memperjuangkan apa yg seharusnya menjadi milik ku, dan Peria itu hanya ATM berjalan ku saja." Windi yg mendengar Lisa yg berbicara tanpa ada rasa malu langsung mengambil salju yg ada di tanah lalu membualtakanya menajadi bola setelah itu berjalan cepat "Hey B*tch..." pada saat Lisa menolah pada Windi gadis itu langsung meleparai bola salju tadi hinga mengenai wajahnya.
__ADS_1
Sontak ia terkejut karan terkena dinginya salju "Ahhhhh, apa yg kamu lakukan." Sedangakan Abraham sedikit terkejut dengan kedatangan istrinya yg secara tiba-tiba lalu mendekatinya dan langsung menampar wajahnya (Plak) "Dasar wanita hina, setelah mengambil suami orang sekarang kamu mau sami ku, emang kamu siapa??" Lisa yg kesal sambil terus memegang wajahnya yg sakit sambil menjawab "Aku calon istrinya..." windi tersenyum mengejek padanya "Cih, suami ku saja gak pernah mengakui mu, sekarang dengan songongnya kamu berkata kamu calon istrinya di depan istri sahnya, bertapa tak tau malaunya kamu di mata ku dasar wanita pelakor." Lisa terlihat sangat kesal sekaligus malu"Tunggu saja pembalasan ku nanti aku akan membuat mu menyesal karna berani menghina ku." Wanita itu masuk ke dalam mobilnya lalu segera pergi dan windi yg melihat hal itu menghela napas pelan tak lama salju mulai turun dan Windi yg melihat hal itu begitu kagum karna ini pertama kalinya ia melihat salju turun secara langsung ia menaikkan tanganya lalu salju tersebut mengenai tanganya "Indahnya..." dari belakang Abraham langsung memeluknya "Aku tak menyangka kamu akan keluar dan membela ku." Windi tersenyum "Sudah tugas ku sebagai istri untuk selalu berada di samping suaminya ketika dalam keadaan susah maupun duka. Ayo sekarang kita masuk sepertinya salju akan turun." Mereka pun memutuskan untuk kembali ke kamar.
Dan benar saja tak lama mereka masuk salju mulai turun dengan banyaknya dan begitu indah apa bila di lihat dari kacara kamar mereka "Sayang.." Abraham menjawabnya "Yaaa.." kini mereka sudah berada di dalam kamar bersama kedua anaknya yg sama sama sudah bangun dari tidurnya "Sebentar lagi akan nantal, apa sebaiknya kita buat pohon natal besr di ruang tamu lalu menyiapkan hadiah pertama untuk anak-anak di hari natal mereka..."Abraham yg mendengr saran dari Windi sangat setuju dengan saran yg wanita itu beriksn "Iya, kita tak mungkin menyia-nyiakan momen langka ini bukan, ini pertama kalianya mereka akan menikmati natal tal dan mendapat hadiah dari kedua orang tuanya, atau perlu juga kita buat kue natal bersama-sama pasti sangat menyenangkan..." windi yg mendemgar hal itu lantas menoleh pada suaminya "Kamu benar kue natal." Windi terlihat sangat bahagia sedangkan Abraham yg melihat hal itu menjadi ikut bahagia "Aku sayang kamu.." windi membalas perkatanya "Aku cinta pada mu..." Abraham kembali menjawab dengan antusias "Aku sayang kalian bertiga.." windi yg tak mau kalah menjawab "Aku cinta tiga pangeran tampan ku." Dan pada akhinya mereka tertawa bersama sama setelah itu mereka berbaring di ranjang dekat dengan dua buah hatinya dan membicarakan banyak hal.
__ADS_1
Disebuah rumah mewah seorang peria paruh baya begitu menghawatirkan kekasihnya yg pergi, apa lagi salju sudah mulai turun ia hawatir ia akan kenapa-napa tak lama pintu luar terbuka dan memperlihatkan seorang wanita cantik yg terliht sepertinya sedang marah dan Peria paruh baya itu langsung menghampirinya "Sayang kemana saja kamu aku sangat menghawatirkan mu.." wanita itu tak mengubrisnya ia melewatinya saja dan segera menuju kamarnya dan peria itu terus mengikutinya namun pintu langsung di tutup lisa dan peria paruhbaya itu berusaha membukanya ia takhenti mengetuk pintu kamar tersebut serta menyabut nama gadis itu (Tok.. tok.. tok..) "Lisa buka pintunya..."tak lama pintu terbuka dan Lisa keluar dengan membawa koper miliknya dan peria parauh baya itu mengkutinya dari belakang sambil terus bertanya dia mau kemana "Sayang kamu mau ke mana??" Lisa dengan kesal menjawab "Aku mau lari dari kamu dan aku harap mulai hari ini kita putus..." peria itu yg mendengar kata putus tersebut tak terima ia terus mengejarnya "Syang aku tak mungkin mau putus dengan mu, bagai mana anak kita yg ada di kandungan mu ??" Lisa dengan kesalnya menjawab "Aku akan menggurkanya...".
Peria itu yg mendengar hal itu sangat terkejut ia menahan gadis itu "Ku mohon jangan gugurkan dia, tak ada lagi orang yg di sampingku selain dia.." Peria paruh baya itu menahan tangan Lisa namun gadis itu menepis tanganya "Siapa suruh kamu menyerahkan hak asuh anak mu pada istri mu.." peria itu menatap Lisa "Bukanya kamu yg meminta." Lisa tersenyum kecut "Tapi dengan bodohnya kamu terima, jika kamu tau aku sama sekali tidak tertarik pada peria tua seperti mu, yg aku mau hanya Abraham putra dan kamu hanya ATM berjalan ku saja, jadi jangan berharap bisa menjadi suami ku.." lisa pun langsung meninggalkan peria tersebut yg terdiam dan Mendengar hal itu ia meras telah di tipu oleh gadis tersebut dan menyesali keputusan menceraikan istrinya, di perjalanan Lisa masih kesal namun ia tak sadar salju mulai turun dengan leban dan pandangan mobilnya tak terlihat "Bagai mana ini.." Lisa terus berusaha menjalankan mobilnya tiba tiba ia di kejutkan oleh kedatangan sebuah mobil yg sepertinya menabrak mobil besar yg ada di depan,sontak ia banting setir mobilnya lalu ia menabrak tiang lamu hinga patah dan jatuh mengenai kaca mobilnya dan membuat kepalanya berdarah karna terkena serpihan kaca dan karna benturan itu juga membuatnya mengalamai pendarahan.
__ADS_1
Bersambung.....