Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 228.Curiga


__ADS_3

Besoknya baru windi terbangun dan pada saat ia melihat sekitar seketika ia mulai berguma 'Rumah sakit, rumah sakit lagi, apa yg terjadi sebenarnya pada ku.' Windi melirik sekitar lagi berharap menemukan suaminya untungnya tak lama pintu terbuka dan memperlihatkan suaminya "Sayang kapan kamu bangun tadi.."pada saat Windi akan bangkit dari baringnya ia merasa sakit pada perutanya "Ahh.." sontak abraham menahanya "Jangan memaksakan diri baring saja, kamu masih perlu istirhata." Windi menatap suaminya "Apa yg terjadi pada ku sebenarnya, dan seingat ku perut ku sakit dan ada cairan yg kelaur dari bagian bawah ku tapi aku tak melihatnya karna perutku begiti sakit dan aku tak bisa fokus." Abraham menjawabnya "Istirahat saja dulu, pada saat waktunya akan ku katakan untuk sekarang istirahatlah, apa kamu lapar??" Windi mengngguk "Baiklah akan ku suruh perawat untuk mengantarkan kamu makan." Windi mengangguk lalu abraham kembali ke kuluar guma windi dalam hati 'Kenapa rasanya seperti ada yg menghilang dari diri ku tapi aku tak tau jelas apa itu, hanya rasanya tak nyaman.' Tak lama abraham kembali dan duduk di sampinya, dan kini windi kembali bertanya "Anak anak mana??" Abraham tersenyum "Kamu tak perlu hawatair karna mereka di jaga oleh orang orang yg berpengalaman jadi kamu istirahat saja, dan setelah sembuh baru temui mereka."

__ADS_1


Tak lama seorang perawat datang membawa makanan untuk windi lalu Abraham membantu istrinya itu bersadar pada pinggir ranjang lalu mulai menyuapinya, tatapannya terlihat kosong entah apa yg is pikirkannya. dan hal itu semakin membuat Windi curiga, guma windi dalam hati 'Sepertinya ada sesuatu yg ia sembunyikan dari ku, entah apa itu yg jelas itu pasti bukan hal yag baik.' Windi pun berbicara "Apa yg kamu sembunyikan sebenarnya, bukankah kamu sudah berjanji pada ku jika kamu takan menyembunyikan jika ada masalah lagi." Abraham berusaha tersenyum "Iya, tapi ini tak mungkin aku katakan dalam kondisi mu yg sekarang jadi aku mau menunggu waktu yg tepat." Kata kata abraham sama sekali tidak membuat rasa penasaran windi menghilang "Katakan saja, aku takan marah jadi ku mohon katakan lah. Apa hal ini berkaitan dengan penyakit yg aku derita??" Abraham sebenarnya tak mau menajwabnya tapi windi terus memaksanya dan bahkan nada wanita itu semakin tinggi hinga abaraham berbicara "Akan aku katakan, tapi habiskan dulu makanan mu." Seketika windi terdiam lalu mengangguk dan ia segera menghabiskan makananya, setelah itu ia abraham menarub piring kotor ke atas meja "Sebenarnya kemarin kamu mengalamami..." abraham tak sanggup melanjutkan kata katanya karna sangat berat untuk di katakan "Aku kenapa??" Abraham menaraik napas perlahan lalu menghembuskanya dan berguma dalam hati 'Ku harap kamu bisa menerima ini semua.' Abraham mulai berbicara "Kamu mengalami keguguran." Windi yg mendenagr hal itu seperti tersambar petir seketika ia tak bisa berkata kata dan tanganya memegang perut ratanya perlahan ia mengelurkan air mata "Kamu tidak berbohongkan..hik." abraham tak berani menjawab ya atau mengangguk kana ia juga saat ini juga merasakan hal yg sama ."Kenapa ini bisa terjadi, katakan pada ku."abraham tak sanggup membuka mulutnya dan ia terlihata menutup rapat bibirnya agar tidak memgatakannya dulu karna tak mau istrinya semakin sakit "Jawab aku sayang, kenapa kamu hanya diam hik.." abraham memeluk istrinya tanpa berkata apa apa karna saat ini, ia juga terluka tapi masih berusaha tegar demi istrinya.

__ADS_1


Setelah windi mulai tenang abraham menghapus air mata istrinya lalu mencium keningnya, lalu windi menatap suaminya "Apa yg terjadi pada ku sebenarnya, kenapa anak ku.." abraham kembali mencium pipinya "Kamu tak perlu terlalu memikirkannya lagi, lebih baik kamu jaga saja kesahetanmu, pasti sekecil jugs gak mau melihat mamnya sakit sakitan. Dan dokan saja dia semoga suatu saat ia akan terlahir kembali pada orang tua yg baik dan akan selalu mencintainya, yg di mana hal itu yg belum sempat kita berikan untuknya." Windi mengangguk lalu abraham melepas pelukanya "Istirahatlah aku akan ke luar sebentar." Windi mengangguk lalu abraham segera pergi. Di luar ia bertemu simon yg menunggunya sedari tadi di luar "Bagai mana??" Simon menjawab "Mereka sedang di introgasi, sedangkan bantuan kemungkinan akan sampai nanti sore." Abaham menatap ke depan "Ayo kita pergi." Mereka pun segera pergi dan mereka pergi ke kantor polisi, yg dimana di sana di lakukan introgasai karna berita mengenai windi yg keguguran sudah tersebar dan bahkan pemilik hotel mendapat sangsi sedangkan koki dan berapa pekerja lainya yg di dapur sudah di pecat dan tersangkanya di tahan di kantor polisi untuk di cari tau siapa yg menyuruhnya menaruh obat tersebut.

__ADS_1


Sedangkan di tempat lain kevin kini berada di dalam pesawat yg kembali ke tanah air "Selena selena, kamu begitu naif sama seperti sekertaris mu. Kalian itu hanya kambing hitam ku jadi aku, sudah berhasil meyingkirkan yg palaing kecil selanjutnya kedua bayi itu, aku akan membuat windi semakain hacur setelah itu dengan mudahnya aku akan mencuci otaknya itu dan dia akan menjadi milik ku."kevin memutar mutarkan hpnya dan tertawa "Hahahah, padahal aku ingin sekali meliht pertunjukan itu dari dekat, tapi apa boleh buat karna jika aku tetap di sana maka ceritanya tidak akan menarik jadi lebih baik aku menonton dari tv, kita lihat langkah apa saja yg akan di lakukan Abraham putra."

__ADS_1


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2