Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 117.Seorang Wanita


__ADS_3

Ke Esokanya Abraham kembali bekerja ke kantor sedangkan istrinya akan kembali ke ruamahnya karana kemarain mereka belum sempat bersih-bersih jadi hari ini dia membawa kristin ikut bersamanya dan tidak lupa Abraham juga mengirimkan Bodyguardnya untuk menjaga istrinya, sesampai di kantor abraham langsumg di perlihatkan banyak berkas yg belum ia priksa menumpuk di meje kerjanya dan saat itu ia hanya bisa memghela napas pelen lelu kembali ke meje kebesaranya dan memerikasa satu persatu berkas tadi.


Roy yg sudah mengetahui kedatangan bosnya langsuang membuatkan kopi untuk tuanya dan di bawa ke dalam ruanganya tidak lupa ia sebelum masuk mengetuk pintu terlebih dahulu, (tok.. tok.. tok..) Abraham dari dalam membalas "Masuk..." Roy pun masuk lalu menaruh kopinya di samping tuanya "Tuan apa kira-kira hari ini anda punya waktu??" Abraham masih fokous memeriksa berkasnya "Tidak aku masih sibuk, nanti jam istirahat kamu bawakan  susi saja untuk makan siangnya." Roy yg tadinya mau memberitau mengenai yg kemarin malam menahan diri karna dia tidak mau Tuanya terganggu.


"Baik tuan Abraham, akan saya siapkan." Roy pun segera pergi ke meja kerjanya pada saat ia membuka pintu tiba-tiba seorang wanita yg berada di luar tadi masuk ke dalam ruangan Abraham ia memakai mini dress, sedangkan Roy yg terkejut karna wanita itu sangat licah masuk ke ruangan Abraham "Sayang ku Abraham, aku sangat meridukan mu sudah enam bulan aku menunggu kedatangan mu tapi kamu tidak datanga lagi menemui ku." Abraham sama sekali tidak mempedulikan wanita itu dan masih fokus pada kerjanya justru malah Roy yg membalas dia "Nona sebaiknya anda kembali pulang, tuan Abaraham sedang tidak ingin di ganggu." Wanita itu menoleh pada Roy "Diam kamu, aku ini calon istri sahnya Abraham putra jadi jangan berani melawan ku jika kamu masih sayang dengan pekerjaan mu" Roy berguma dalam hati 'Ngapain gua takut sama dia, lagian Tuan Abraham juga sudah punya istri sah.' Wanita tadi pun kembali menoleh pada Abraham "Sayang aku mendapat beria di media sosial tentang kamu sudah melangsungkan pernikahan itu bohongkan, apa lagi berita soal istri mu yg di culik itu semua bohongkan. Dan bahkan banyak wanita di luar sana yg menggaku sebagai istrimu seperti wanita yg baru-baru ini beritanya sangat buming itu, sudah jelek pakai daster pulak seperti orang miskin gak mungkin bentukan istri Abraham putra seperti, aku percaya cinta mu pasti hanya untuk ku seorang ."

__ADS_1


Abraham masih tidak memperdulikan, dia ia yg kesal langsung menghampiri Abraham lalu dengan lincanya Mengecup bibir abraham "Sayang,bibir mu masih terasa manis." Abraham yg sudah sangat risih menatap Roy "Usih wanita ini dari hadapan ku sekarang juga!!!" Roy langsung berlari lalu segera menarik wanita tadi namun dengan kasar wanita itu juga menolak dan bahkan kali ini dia berteriak "Gak mau, lepaskan aku!!!!" Roy baru berhasil menarinya ke tengah ruangan namun suaranya yg besar semakin membut emosi Abaraham meninggakat lalau mengahmpirinya, sontak Roy melepas tarikanya, Abraham menghampinya dan langsung mencengkram kedua pipinya degan satu tanganya "Hey wanita murahan dan hina, jika kamu masih sayang pada nyawamu lebih baik diam dan berhenti menghina istri ku di hadapan ku .keluar angkat kaki mu dari ruanggan ku dan jangan pernah muncul dihadapan ku lagi."


Wanita itu bukanya takut malah semakin menjadi-jadi kali ini ia memeluk Abraham, ia yg sudah tidak bisa mengitrol emosinya dengan kasaranya mendorng wanita  tadi sampai terjatuh kelantai, "Roy tarik wanita ini keluar!!!" Roy pun langsung mengikuti perintah taunya, wanita yg terjatuh dari meras sakit pada bokongnya dan pada saat akan berdiri Roy langsung menarinya paksa keluar dari rauangan Abraham.


Sesampai di luar wanita tadi pun melepas tanganya lalu menunjuk Roy "Awas saja kamu, jika aku sudah kembali bersama tuan Abraham akan ku buat kamu berlutut di kaki ku." Roy dengan sombngnya berbicara "Ih siapa juga yg mau mohon di kaki wanita ****** seperti mu." Wanita tadi menatap sinis Roy, mlah Roy tidak mempedulikanya dan langsung kembaki ketempat Kerjanya.

__ADS_1


Tak terasa waktu istirahat pun tiba namun Abraham masih merasa kesal karna masalah tadi pagi tak lama kemudian Roy datang dengan membawa satu bungkus makanan lalu menarunya ke meja ia mengeluarkan makanan tadi satu perasatu. ia membeli untuknya dan Bosnya sekalian ia juga ingin membahas tentang masalah semalam, Roy keluar sebentar untuk menggambil dua botol air untunya dan taunnya setelah kembali ia kembali duduk dan Abraham segera menyusul ia duduk di  kursi ruang tamu sambil menikmati makananya.


Roy diam-diam Memperhatikan tuanya dan berguma dalam hati 'Harus kah aku cerita padanya, tapi sepertinya moodnya masih belum baik." Abraham yg sadar ia dari tadi di perhatikan oleh Roy berbicara "Tadai pagai apa yg ingin kamu bicarakan??" Roy langsung sadar dari lamunanya "Oh iya tuan, bukan hal penting kok tuan.." abraham menatap serius Roy "Cepat ceritakan, dan jangan menambah mood ku menjadi buruk." Roy yg mendengar hal itu pun langsung berbicara "Baiklah akan ku katanakan , tapi saya harap anda jangan marah lagai tuan" abraham menghela napas pelan lalu menjawab "Iya, sekarang ceritalah."


Roy pun mulai berbicara "Semalam aku pergi membeli bubur ayam yg tempatnya cukup jauh dari rumahku tepanya di pinggir kota, sampai di sana aku tak sengaja melihat Rudi yg baru selesai membelia tapi yg membuat ku binggung dia tidak kembali ke kota ia malah masuk ke sebuah jalan yg tidak jauh dari warung makan itu yg aranya masuk ke dalam hutan aku yg penasaran lalu beratnya pada para anak muda yg sedang makan di sana mereka awalnya ragu untuk menceritakanya pada ku namun aku menyogok mereka lalau mereka pun mau berbicara di daerah mereka itu sering terjadi pelecehan pada wanita di sekitar sana para pelakunya di katakan mirip seorang preman dan mereka sudah melapor pada polisi namuan polisi seperti di buat bungkam mereka sama sekali tidak mengurus masalah ini dengan baik yg membuat warga sekitar sana geram." Abraham menyela perkataan Roy

__ADS_1


"Lalu dari mana para warga itu tau kalom orang yg melecehkan anak perempuan mereka di sana itu preman??" Roy kembali menjelaskan "Karena mereka pernah di ancam untuk berhenti melapor polsi, karna polisi di sana sudah ada di pihak mereka dan nama pengirimnya Elang perak, dan tidak hanya itu banyak juga para pengedar narkoba yg pergi ke sana mungkin untuk membeli ganja atau sebagainya para warga belum tau pasti." Abraham yg mendengar hal itu mulai teringat dengan foto yg ia lihat di album lama Istrinya.


Bersambung.....


__ADS_2