Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 175.Menyatakan


__ADS_3

Keesokanya mereka sarapan pagi di meja untungnya malam tadi demamnya cepat turun dan mereka tetap bisa sarapan pagi bersama sebelum kembali pulang ke hotel, di meja makan Abraham, Jordan dan Tiara hanya diam dan yg terdengar hanya suara Windi dan Jors yg duduk bersebelahan dengan Windi karna permintaan anak itu sendiri "Tante windi, kapan tante menikah dengan om Abraham, kenapa Jors gak di undang tante??" Windi berusaha tersenyum  "Itu, tante sama om mu waktu itu menikahnya terlalu dadakan jadi gak sempat mengundang Jors." Anak itu mengangguk mengerti lalu ia kembali bertanya "Lalu nama Adek kecilnya siapa tante??" Windi menjawabnya lagi "Kayak mana yah mau jelasan sama kamu, soalnya tante gak bisa jelaskan padamu jika tak melihat mereka secara langsung.."


Namun anak itu yg penasran berusaha meyakinkan tantenya itu "Nanti kalok habis makan kita lihat adeknya." Windi mengangguk sambil tersenyum namun anak itu yg penuh rasa penasaran pada tantenya itu kembali bertanya "Tante kenapa mau menikah sama om?, om itu ngeri lo tante kalok marah." Abraham yg mendengar hal itu lantas tersedak makanan yg ia makan, lalu ia segera meraih gelas air putih yg sudah di sediakan di atas meja, sedangkan tiara langsung menatap sinis putranya "Jors, gak boleh ngomong gitu.." Jors menatap ibunya "Tapi kan om Abraham memang  kalok udah marah ngeri lo maa." Tiara sebenarnya masih ingin marah namun Abraham menghentikanya "Sudahlah biarkan saja dia..." tiara langsung terdian tanpa mereka sadari jordan diam-diam melihat adengan itu dan mulai meras cemburu.

__ADS_1


Abraham menoleh pada Jors "Hey kamu, apa maksud kata-kata mu tadi bilang om kalok marah ngeri??"Jors menatap omnya itu "Aku bilang begitu karna aneh aja sama tante, udah tau om suka marah marah malah mau aja nikah sama om." Abraham mulai menatap tajam anak itu dan anak itu kembali menatap tajam Abraham lalu berbicara "Untung aja mama aku nikahnya sama papa ku dan bukan sama om, kalok sama om mungkin tiap hari Jors akan di marahin."  Semua mereka yg duduk di atas meja itu sontak terkejut dari mana anak itu tau kalok Abraham pernah memiliki hubungan dengan ibunya, sontak Abraham menoleh pada jordan dan Tiara mereka juga terlihat terkejut lalu Abraham kembali bertanya "Siapa yg mengajari mu ngomong seperti ini?." Jors menjawabnya dengan santai "Nenek sama om Jordi." Tiara langsung menatap tajam putranya "Jors gak boleh ngomong gitu, itu masalah orang dewasa kamu masih kecil gak usah ikut campur masalah orang tua." Jordan yg mendengar hal itu tak terima dengan perkataan istrinay "Tiara apa masalahnya sih dia tau, bukanya itu cuman masa lalu kenapa kamu takut anak mu tau apa mungkin kamu masih suka pada Abraham?"


Tiara biasanya tak ingin bertengkar di hapan anaknya namun karna suaminya memancing amarahnya yg membenarkan anaknya mengetahui masalah orang dewasa, mulai menatap sinis suaminya itu "Aku tak masalah jika anak ku tau masa lalu ku, tapi ini belum waktunya dia masih terlalu kecil dan belum dewasa, kita gak tau apa yg dia pikirkan seorang anak kecil tentang masalah ini kita gak tau pada siapa ia menceritakan masa lalu kita dan bagai mana suatu saat berita ini tersebar dan merusah reputasi kelaurga kita, apa kamu mau hal itu terjadi??" Jordan tersenyum kecut "Alasan!!." Jordan langsung menggebrak meja lalu bangkit berdiri dan kursinya terjatuh ke belakang dan mengejutkan Windi serta Jors dan Tiara pun ingkut bangkit dari duduknya dan pertengkaran tak bisa di hindarkan, anak itu mulai takut melihat petrtengkaran ayah dan ibunya sedangkan windi mencoba mengalihkan pandangan anak itu dan menutup telinganya agar ia tak melihat semua hal itu.

__ADS_1


Tiara menunjuk-nunjuk jordan "Kenapa sejak bertemu Abraham di parkiran saat itu kamu selalu mencari masalah, ada apa dengangan mu, dulu kamu tak seperti ini." Jordan membentak bentaknya "Itu karma kamu tak mau mengakui kesalahan mu, jelas jelas kamu memiliki hubungan dengan Abraham  tapi kamu tak mau mengakuinya." Tiara kesal dengan kata-kata suaminya "Untuk apa aku mengaku hal yg tak aku lakukan, jika kamu tak percaya kamu bisa memeriksa hp ku." Tiara menarik hapnya dari sakunya lalu ia mengetik ngetik kode hapnya belum sempat terbuka suaminya itu malah menepis tanganya hinga hepnya terjatuh jauh dan Tiara semakin marah ia mendekati suaminya lalu menarik pakian peria itu "Ada apa dengan mu sebenarnya, ini bukan kamu, kamu tak seperti ini, kembalikan suami ku yg lama..." Tiara perlahan menangis bibiranya bergetar "Kembalikan Jordan ku, kembalikan orang yg aku cinta..." Jirdan terdiam mendengar perkataan Tiara sedangkan abraham hanya bisa melihat dari jauh ia tak mungkin ikut campur karna ia tak mau masalah ini samkin parah dan mungkin permasalahan ini akan selesai jika mereka sendiri yg menyelesaikanya.


Namun karna adegan itu di hadapan windi sontak windi menutup matanya sambil terus memeluk Jors agar tak menoleh ke dapan sedangkan Abraham menatapnya biasa saja dan malah menoleh pada istrinya lalu berbisik padanya "Apa yg kamu lakukan?"Windi dengan suara yg kecil menjawab "Aku tak ingin berdosa kerna melihat orang berciuman."Abraham berusaha menahan tawanya ia pun kepikiran untuk mengerjai istrinya itu karna terlihat mereka belum menyelesaikan ciuman mereka malah terlihat ganas "Suadah selesai sayang." Windi perlahan membuka matanya ia terkejut karna mereka masih berciuman sontak ia menoleh pada suaminya dan mata mereka saling menatap satu sama lain dan peria itu terlihat tersenyum karna merasa berhasil mengerjai istrinya.

__ADS_1


Dengan suara kecil windi bertanya pada suaminya "Kapan selesainya??" Abraham menjawabnya "Entahlah, tapi untuk apa kamu menutup mata lagi pula kamu juga sudah mearasakanyakan." Windi menatap sinis suaminya "Itu kan yg berciuman kita aku sudah biasa, tapi kalok orang lain aku mana sangup liatnya." Abraham tersenyum lalu memalingkan wajah istrinya ke depan untunya ciuman tadi sudah selesai dan mereka saling memalingkan padang masing-masing, karna malu karna  Tiara tadi memalingkan pada samping Windi jadi gadis itu dapat meliaht bibir wanita itu yg sedikit membengkak "Astaga ganasnya." Abraham berusaha menahan tawanya lagi mendengar kata-kata istrinaya. Tak lama Windi melepas peluaknya lalu jors langsung menoleh pada ibunya, anak itu terlihat berkaca kaca melihat ayah dan ibunya ia tak menyangka karna kata-katanya ibu dan ayahnya akan bertengkar ia turun dari bangku lalu berlari pada ayah dan ibunya mereka langsung memeluknya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2