
Tak terasa sudah dua hari mereka di Jepang dan Abraham berencana untuk pulang nanti besok sedangkan Roy dan Jesi akan pulang minggu depanya nanti karna Roy mengambil cuti nikah namun hari ini adalah hari terakhir ia bekerja seperti biasa jesi akan tinggal di hotel namun Roy meninggalkan dompetnya yg membuat Jesi berinisyatif untuk memabawanya pada saat makan siang nanti, biar sekalin ia bisa mengajak suaminya pergi makan siang dan ia menunggu jam menujuk pukul 12 baru nanti ia akan pergi mengantar dan ia sengaja tak memberitau karna ia berencana memberi kejutan pada Roy dan tak terasa waktu bergani kini jam menunjuk pukul 12 dan Jesi sudah mendapat lokasi kantor suaminya lalu ia memutuskan untuk berangkat sedangkan Roy di kantor kalang kabut karna dompetnya tak ada di kantongnya "Astaga dimana dompet ku, apa dompetku tadi jatoh di jalan atau ketinggalan di hotel??" Roy terlihay sangat panik dan tak lama Abraham keluar dari ruangnya "Apa kamu sudah siap, kalok gitu kita pergi."Roy menjawab "Tuan tapi dompet saya ketinggalan." Abraham menjawabnya "Mungkin ketinggalan di hotel, ayo kita pergi"Roy berbicara "Tapi tuan.."Abraham mengehela napas pelan "Ada apa lagi, orang aku yg akan membayar kok jadi gak usah hawatir."Abraham pun segera pergi sedangkan Roy pasrah dan mengikuti tuanya dari belakang.
__ADS_1
Pada saat mereka ke bawah tak sengaja mereka berpas-pasan dengan sakura dan ber-berapa sahabat perempuanya mereka terlihat saling berbisik sambil menoleh pada Roy namun roy mencoba berpikir positif mungkin saja mereka bertanya pada sakura mengenai siapa namanya namun mereka malah menghampirinya yg membuat langkahnya terhenti begitu juga dengan Abraham lalu sakura mulai berbicara "Tuan Roy boleh kita bicara sebenatar."Roy bingung harus menjawab apa di sisi lain dia akan pergi makan bersama tuanya tapi gadis itu ingin berbicara denganya jika ia menolak ia tak enak hati namun kalok ia mengiayakan tuanya pasti marah namun terdengar suara Abraham "Pergi lah, aku akan menunggu mu,Tapi jangan lama nanti."Sontak Roy menolah pada Abraham "Terima kasih tuan."Roy pun pergi bersama sukura sedangkan teman temanya tadi pergi ke tempat lain dan Abraham memperhatikan di mana kedua orang itu pergi tak berselang lama kepergian mereka tiba-tiba terdengar suara seorang gadis menghampiri Abraham "Permisi tuan Abraham."Sontak Abraham menolh pada jesi "Sejak kapan??"Jesi menjawab "Baru saja tadi tuan.Oh iya, Kakak Roy mana tuan, aku kesini membawa dompetnya karna sekalian aku ingin mengajaknya makan bersama."Abraham menjawan "Kebetulan sekali kami juga mau pergi makan siang ke luar, mending sekalian saja."Jesi mengangguk "Oh iya kakak Roy nya di mana."Abraham menunjuk sebuah pintu darurat "Di ke sana tadi sama salah satu teman perempuanya."
__ADS_1
Jesi yg mendengar hal itu terkejut sakligus penasaran apa yg mereka lakukan di sana "Apa boleh aku ke sana tuan??"Abraham menjawab "Pergi lah, dan suruh Roy untuk cepat bicaranya karna aku benci menunggu."jesi mengangguk lalu berjalan ke sana sedangian di sana terlihat Sakura yg menunduk di hadapn Roy "Saya menyukai tuan Roy, apa anda mau..." roy sedikit terkejut mendengar perkataan Sakura dan tanpa ia sadari dari pinto seorang gadis melihat mereka dari jauh dan Roy pun menjawabnya "Maaf.."Sakura menaikan kepalanya lalu ia mematap Roy dan Roy kembali melanjutkan kata-katanya "Maaf, tapi aku sudah menikah dan aku sangat mencintai istriku, maaf aku tak bisa membalas perasaan mu."Roy pun menunduk meminta maaf padanya namun gadis itu tanpa sadar meneteskan air mata karna cintanya ternyata tak di terbalaskan sedangkan dari jauh Jesi berteriak "Kakak Roy.."Sontak roy mengangkat kepalnya lalu ia menoleh ke belakang "Sayang jangan salah paham kami hanya..."Jesi dengan kesal menghampiri Roy "Sekarang jelaskan apa yg telah kamu lakukan ini."Roy pikir Jesi akan memarahi Sakura jadi ia berusaha meyakinkan istrinya "Sayang dia taidak salah aku yg salah karana.."Belum selesai ia berbicara.
__ADS_1
Tak lama sakura melepas pelukanya lalu ia menatap wajah Jesi lalu berbicara "Semoga kalian bahagia( Watashi wa anata no shiawase o negaimasu) ." Ia pun meninggalkan gadis itu yg masih terdiam sedangkan Roy langsung menghampiri istrinya lalu berbicara padanya "Sayang maafkan aku,sayang aku bisa jelaskan pada mu."Jesi menatap suaminya binggung "Tadi dia ngomong apa yah?"Roy terdiam ia baru ingat kalok istrinya tak mengerti apa lagi berbiacara bahasa jepang dan tidak mungkin ia mengerti apa yg mereka mbicarakan tadi walau ia mendengarnya dari awal samai akhir, roy menepuk jidatnya dan Jesi yg melihat hal itu mulai bertanya-tanya "Ada apa sayang."Roy langsung meraih tangan istrinya "Ayo sekarang kita pergi aku sudah sangat lapar."Jesi tersenyum "Ayo, oh iya ini."Jesi mengelurkan dompet suaminya Roy terkejut rupanya Dompetnya tertinggal di Hotel lalu ia. Mengambilnya setelah itu mereka pergi bersama sama ke luar dan mereka terlihat bahagia namun di luar Roy harus mendengar omelan dari abraham yg sangat lelah menunggu mereka dan setelah mengeluarkan selurih kekesalanya akhinya mereka pun pergi makan ke sebuah tempat makan susi yg tidak jauh dari sana dan mereka memesan berbagai jenis susi dan di situlah jedi mulai penasaran apa yg di bicarakan suaminya dengan gadis tadi "Sayang apa yg kamu bicarakan dengan gadis tadi."Roy menoleh pada istrinya lalu tersenyum "Rahasia.."Jesi yg kesal lantas memukul mukul Roy sedangkan Abraham sudah dapat menebak apa yg terjadi di dalam sana karna sudah sejak kemaren ia memperhatikan wanita itu sering diam diam curi-curi padang pada Roy namun ia tak pernah mau memberi tau Roy karna menurutnya itu bukan urusanya yg jelas di pikiranya saat ini adalah apa hadiah yg akan ia bawa untuk anak dan istri ya nanti.
__ADS_1
Bersambung....
__ADS_1