Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 182.Jeri dan Zefano


__ADS_3

Malam pun tiba dan rumah Abraham sudah di hiasi dengan indah sedangkan windi sudah berganti pakian yg berwarna merah begitu juga dengan Abraham sedangkan kedua anaknya di pakikan pakian merah yg bermotif sinterklas yg sedang mengendarai keretanya , windi yg melihat kedua anaknya yg tengah berbaring di ranjang apa lagi mereka terlihat sangat Aktif "Wah anak mama aktif banget sih, kalian gak sabar yah mau ketemu om dan tante kalian." Sedangkan abraham tengah bertelfonan dengan seseorang di balkon rumah, taklama ia masuk ke dalam kamar lagi setelah menelfon "Ayo kita ke bawah sudah." Windi mengangguk lalu ia mengangkat salah satu anaknya sedangkan Abraham membawa satunya lagi. Di bawa mereka menunggu di runang tamu dan perlahan orang-orang yg mereka undang datang, dan yg pertama datang adalah maria dan suaminya serta putri mereka, lalu di susul dengan kedatangan tiara, Jordan, jors dan baby sitter mereka tak berselang lama juga mariam datang bersama julius dan Eli lalu windi dan Abraham menyambut mereka dengan hangat lalu menyediakan menu pembuka dan mereka mulai mengambil satu persatu, para peria itu berkumpul di ruang tamu dan berbincang sedangkan wanitanya berkempul di ruangan dekat dapur lalu berbincang-bincang sambil mengawasi Jors dan putri maria yg sedang bermain di lantai dan kedua bayi yg sedang tidur di box dorongnya.

__ADS_1


Di luar ada sebuah mobil hitam yg berhenti di depan gerbang rumah Abraham dan di dalam mobil itu terdapat dua peria "Jeri apa ini benar tempatnya??" Jeri melihat pesan di hpnya "Iya ini sudah benar, Atau kamu mau aku melacak dulu hp tuan Abraham??" Zefano dengan kesal menjawab "Cepat keluar lalu beritau para penjaga untuk membuka pintu gerbang, jangan diam saja." Jeri menghela napas temanya itu memang sangat ngeselin "Baiklah." Ia turun lalu menghampiri pintu gerang ia beretemu seorang satpam "Tuan apakah di dini tempat tinggal tuan Abraham putra." Satpam itu mengangguk "Apa anda tuan Jeri atau tuan Zefano??" Jeri tersenyum "Saya Jeri dan Zefano berada dalam mobil." Satpan itu melihat ke arah mobil lalu ia mengangguk mengerti lalu membuka pintu, pada saat Jeri akan kembali ke dalam, mobil itu kembali berjalan masuk dan meninggalkan Jeri di luar di mana salju sudah mulai turun ia berterik pada Zefano "Hey ze kamu meninggalkan ku..." namun mobil itu tak berhenti sama sekali dan Jeri yg melihat hal itu sudah bisa menebak peria itu pasti memang sengaja meninggalkanya jadi ia dengan terpaksa berjalan masuk ia terlihat kesal sambil terus menendang-nendang salju yg ada di tanah"Dasar kulkas dua pintu, awas aja kamu aku akan memukul mu jika sudah sempai nanti."

__ADS_1


Sesampai di depan rumh Zefano segera masuk dan para peria yg duduk di ruang tamu tadi sontak menoleh pada pintu dan Abraham Yg melihat Zefano langsung bertanya "Di mana Jeri.." Zefano dengan santai menjawab "Dia sedang berolah raga di luar." Sedangkan windi yg tak mengenal Zefano sama sekali ketika ia mendengar suaminya menyapanya ia langsung bangkit lalu menghampiri Zefano ia menyambutnya denagn hangat dan mengajaknya untuk makan namun peria itu malah terdiam ketika melihat windi, zefano berguma dalam hati "Putih, masis, ramah, intonasi suaranya terdengar halus, rambutnya lurus, bulumatanya lentik, matanya coklat terang, tubhnya kecil mungil dan ia bertubuh pendek. Mungkinkah dia Dia malaikat." Pintu kembali terbuka dan Zefano sadar itu tak lama Jeri berlari lalu melompat pada saat ia akan memekul kepala Zefano, pria itu langsung menggelak dan Jeri yg sudah mendrat di lantai menatap sinis peri itu "Kenapa kamu meninggalkan ku di luar tadi.." zefano tak menjawab dan pandanganya masih terus menatap pada Windi, tiba tiba terdengar suara Abrahm "Jeri!!, Zefano!!" dua peria iti sudah paham dengan apa artinya jika Abraham memangil nama mereka itu ia pasti sedang mengancam mereka , jeri pasrah lalu ia menoleh sampingnya dan ia baru sadar jika wanita yg Zefano tatap itu sangat cantik "Halo ladies." Jeri tersenyum pada Windi dengan senyum mengoda.

__ADS_1


Malam itu windi memutuskan untuk tidur  di kamar anaknya  sedangkan Abraham terlebih dalulu mengganti bajunya dengan baju tidur baru setelah itu ia kembali ke kamar anaknya ia melihat Windi yg tengah memainkan hpnya  di kasur sambil berbaring menyamping lalu abraham segera baring di sampinya dan memeluknya dari belakang ia mencium aroma rambut Windi yg masih harum lalu windi segera mematikan hpnya dan menaruhnya di samping bantalnya lalu ia berbalik mata mereka saling bertemu dan jarak mereka begitu dekat  "Sayang tadi dua orang itu siapa kamu??" Abraham menjawabnya "Mereka anak buah ku,kenapa memangnya ??" Windi yg masih penasaran kembali bertanya "Apakah mereka datang untuk berlibur??" Abraham menjawab "Ya, mungkin mereka akan tinggal di sini selama seminggu aku sengaja meminta mereka tinggal di sini karna rumah ini terlalu sunyi jika hanya ada kita berempat kamu kan tau senditi sekarang banyak pelayang yg memilih untuk pulang ke rumah mereka agar bisa menghabiskan waktu bersama kelurga selama bulan ini." Windi mengerti apa maksud suaminya sebenarnya banyak yg ingin ia tanya namun suaminya itu sudah terlihat mengantuk, lalu Abraham kembali melanjutkan perkataanya "Ayo kita tidur..." Windi tersenyum lalu mengangguk dan malam itu mereka langsung tidur.

__ADS_1


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2