Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 26.Menelfon


__ADS_3

Malam ini Abraham tidak bisa tidur ia berkali kali menelfon Windi,"Kenapa dia tidak menjawab telfon ku, apa di lupa pulang",


Tiba-tiba sebuah telfonĀ  masuk ternyata istrinya, Abraham segera menjawab telfon tersebut, "Sayang, kamu dimana kamu kok belum pulang??".


"Maaf kan aku,aku tadi ketiduran di pada saat menemani mama, waktu aku terbangun sudah jam 9".


"Mau ku jemput??".


"Sayang gak usah, aku hari ini mau nginap sama mama aja ,solnya sudah semingu gak jenguk mama".


"Tapi sayang...".


"Tenang saja, orang di sini ada suster yg jaga kok".


"Tapi sayang kamu kan lagi...."


"Tuan Abraham, janga terlalu hawatir pada ku, aku bik-bik saja, aku bisa menjaga si kembar dengan baik!!".


"Sayang kamu marah ,barusan tadi kamu??".

__ADS_1


"Gak papa kok sayang, aku ngantuk jadi aku akan matikan pangilanya"."Tapi syang..."Pangilan itu pun berakhir,


Guma Abraham 'Apa moodnya belum baikan??'.


Di panti jompo Windi yg masih duduk di kursi ruang tamu dengan mata yg bengkak karna air matanya tak henti mengalir,Awalnya Windi sengaja tidak mau menerima telfon dari Abraham, namun karna tak tahan akibat telfon yg datang berturut-turut Windi pun terpaksa menjawabnya, Pada saat berbicara dengan abraham Windi begitu benci dan sakit hati yg membuat dia tak sengaja menyebut 'Tuan Abraham', Karna tidak mau bencinya menjadia amarah ia pun segera mengakhiri telfon mereka,"Beginikah rasanya patah hati"Windi memegang dadanya yg sesak.


Tiba-tiba seorang perawat datang menghampiri Windi, "Nona, ini bantal dan selimutnya".


"Terima kasih"Windi menerima bantal dan selimut tersebut,"Nona, seharusnya anda tidur di kamar,kondisi nona kan sedang berbandan tiga".


"Tenang saja, aku akan bik-bik saja".


Ke esokanya Abraham segera berisiap untuk ke kantor,Pada saat Abraham keluar dari ruang ganti baju tak sengaja ia bertemu Windi yg masuk ke dalam kamar,Abraham segera menghampiri Windi,"Sayang, kamu gak papa???",Windi hanya mengangguk pelan lalu segera masuk ke ruang ganti baju,Abraham yg kawatir mengikutinya dari belakang.


"Sayang, kenapa kamu mematikan telfonya tadi semalam ,aku jadi kawatir",Windi sibuk mengambil ambil pakianya dan memasukamya ke dalam koper,"Sayang..".


"Solnya kita telfonan tadi terlalu malam, aku kawatir suara ku yg besar mengganggu penghuni panti jompo ,jadi ku matikan".


Abraham terdiam,"Sayang, kenapa...".Windi menjawabnya, "Sayang, antar aku ke panti jompo dong".

__ADS_1


"Mau ngapain lagi??".


"Aku ingin menginap di sana ??".


"Tentu saja menemani mama".Abraham melihat Windi dari bawah sampai ke atas, Windi begitu berantakan dan matanya seperti bengkak,"Kamu baru menangis sayang??".


"Gak kok sayang,aku hanya saja sedih melihat kondisi mama".


"Kalok gitu untuk apa pergi lagi,itu malah akan mempengaruhi kehamilan mu".


"Jika kamu tak mau mengantarku maka aku akan pergi sendiri".Pada saat windi akan pergi, ia langsung di tahan Abraham,"Aku akan mengantar mu"Windi tersenyum menatap suaminya.


Abraham segera bersiap siap, setelah itu mereka segera ke lantai bawah tanah ,Abraham mengabil mobil setelah Windi memasukan barang barang ia masuk dan duduk di depan di samping Abraham.


Bersambung......


visual Abraham Putra


__ADS_1


__ADS_2