Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 94.Makan-Makan


__ADS_3

Keesokanya di sebuah Apartemen terdengar suara bell lalu pintu pun di buka oleh seorang pria "Selamat datang paman..." pamanya iti langsung memeluk keponakanya itu "Akhirnya kita bertemu setelah sekian lama...".


Robet mebalas pelukan pamanya itu, pamanya membelai pelan kepala Robet lalu tersenyum dan membisikan sesuatau ke telinga Robet "Akan ku buat mereka berlutut pada mu hari, tapi jangan lupa janji mu ."


Robrt melepas pelukanya "Tentu saja, aku tidak pernah mengingkari janji ku pada mu paman". Pamanya tersenyum lau mereka pun masuk.


Setelah kedatangan paman Robet , sudah 2 mingu Windi dan Robet tidak datang ke taman Windi awalnya berpikir jika Robet sudah tidak mu berteman denganya lagi. Naum tiaba tiba Robet datang ke ruamah Windi dan memberikannya oleh-oleh,Awalnya Windi bingung dari mana dia tau tempat tingalnya namun ia menepis jauh pikiran itu dan berpikir bahwa dia mungkin tau dengan cara bertanya orang orang yg tinggal di sekitar taman,Sekarang mereka hanya bertemu sebulan tiga kali dari situ Windi menyadari sifat Robet yg berubah dari dia orang yg awalnya banyak bicara sekarang dia lebih sering bengong,  Tak terasa 5 tahun pertemanan mereka Windi sudah berusia 14 tahun sedangkan Robet yg sudah selesai melanjutka  kuliahnya berusia 21 tahun, Satu ketika tiba tiba Robet meminta Windi untuk membawanya makan-Makan dan Windi menyetujuinya.Windi yg sudah siap memeriksa dirinya di kaca "Sepertinya aku sudah cantik, aku tidak sabar bertemu Kakak Robet.." Windi segera keluar kamar tak sengaja ia bertemu ibunya dan ayahnya.


"Wah anak mama, cantik cantik gini mau ke mana.."Windi tersenyum "Mau ke temu seseorang lah maaa.."

__ADS_1


Ibunya dan ayahnya saling meanatap satu sama lain "Apa dia seorang peria??".


Windi tersenyum "Iya pa.." Ibunya dan ayah Windi menghela napas pelan "Bukanya papa sama mama sudah bilang,  kamu harus fokus belajar jangan pacaran dulu.."


Windi tersenyum" Dia bukan paca pa.. , dia Sahabat Windi." Ibunya bingung "Tapi kenapa harus cantik cantik begini??" .


Windi pergi dengan mengunakan angkot dan turun di sebuah tempat makan bintang 5 awalnya Windi kebingungan "Apa ini benar benar tempatnya??" Windi langsung menelfon Robet.


"Halo, kamu sudah di mana..."

__ADS_1


Windi melihat sekelilingnya "Aku pergi ke tempat yg kamu beri tau, tapi sepertinya aku salah tempat."Robet bingung"Padahal aku sudah benar memberi tau mu, emang kamu di mana ini".Windi menoleh ke belakang "di belakangku ada Hotel xxxxx,dan di depan ku ada Restoran ".


"Kamu tidak nyasar itu tempat pertemuanya."Windi bingung "Kenapa di sini ,bukanya katamu paman mu mau mengajak kita makan makan biasa??" Robet tersenyum "Maaf aku tadi cuman bercanda..he he" Windi memijat keningnya "Astaga , untung aku mengunakan kostum yg benar,kalok gitu udah dulu aku akan masuk."


"Oke ku tunggu." Mereka mengakhiri telfon tersebut.Robet terlihat bahagia "Apa dia sudah datang??" Robet menganguk "Tapi sepertinya ponakan ku begiti bahagia.."


"Tentu saja ,paman pasti akan kagum akan kecantikanya dan kebikanya." Pamanya tersenyum.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2