
Keesokan paginya, Rianti langsung mencari ponselnya. Dia berniat akan menghubungi ibunya mengenai kedatangannya ke Kalimantan.
"Apa yang kau cari sayang?" tanya Bagas.
Tampak Bagas sudah bersiap akan segera berangkat ke rumah sakit, tempatnya bekerja.
"Aku mencari ponselku tadi malam aku lupa menghubungi Mama dan Papa bahwa kita sudah sampai di sini dengan selamat!" ucap Rianti masih berusaha mencari keberadaan ponselnya saat ini.
"Bukankah tadi malam engkau nge carge ponselmu karena kehabisan daya?" tanya Bagas sambil duduk di meja makan.
Rianti tampak menepuk keningnya. Kemudian dia pun masuk ke kamar dan menemukan ponselnya di sana sedang di charge.
Dilihatnya ponsel tersebut dan ternyata Sudah full baterainya. Rianti pun kemudian mencari nomor telepon sang ibu kemudian berusaha untuk menelponnya.
Selama hampir 15 menit Rianti mencoba untuk menelepon sang Ibu tetapi tidak juga diangkat. Tampaknya Ibu Rianti masih terlelap dalam tidurnya. Karena semalam dia tidak bisa tidur sehingga dia pun akhirnya bangun kesiangan.
"Kenapa lagi Sayang?" Bagas melihat istrinya yang terus mondar-mandir di depannya.
"Ini Mama diteleponin dari tadi, nggak mau diangkat juga. Sampai kesel jadinya!" ucap Rianti memanyunkan mulutnya.
"Kau tinggalkan saja pesan untuk mamamu kemudian Ayo kita makan bersama-sama!" Bagas kemudian Riyanti pun menjalankan apa yang dikatakan oleh suaminya tadi.
Tampak Rianti mulai mengetikkan pesan yang akan dia sampaikan kepada sang ibu.
"Assalamualaikum, Mah! Maaf Riyanti tadi malam terlalu lelah. Jadi tidak langsung menghubungi Mama. Rianti cuma mau bilang, kalau sekarang kami sudah sampai dan kami sudah memiliki sebuah rumah sederhana yang diberikan oleh rumah sakit untuk tempat tinggal kami sementara!"
Kemudian Riyanti mengirimkan pesan tersebut setelah itu Rianti pun menemani sang suami untuk sarapan bersama.
__ADS_1
"Maaf ya Mas makanannya, hanya seperti ini. Karena kita belum pergi ke pasar untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Ini makanan yang Rianti bawa dari Jakarta!" ucap Riyanti memohon maaf kepada suaminya.
"Nggak apa-apa sayang! Mas mengerti kok kesulitanmu. Kita juga kan baru datang dan belum terlalu mengenal lingkungan di sini. Kau sudah cukup pintar dengan membawa makanan-makanan ini dari Jakarta. Kalau tidak kita pasti akan kelaparan selama beberapa hari ini!" ucap Bagas sambil tersenyum ke arah Rianti.
"Bahkan dalam keadaan seperti ini, Mas masih memuji saya Mas sungguh seorang suami yang luar biasa!" ucap Rianti sambil tersipu menatap sang suami.
Mereka pun kemudian fokus untuk sarapan karena Bagas harus segera berangkat ke rumah sakit untuk melapor kedatangannya ke Kalimantan kali ini.
Setelah selesai sarapan, Bagas pun akhirnya pergi ke rumah sakit dengan menggunakan motor yang telah disediakan oleh pihak rumah sakit untuk mobilitasnya selama tinggal di Kalimantan.
"Rianti ikut ke pasar ya Mas? Untuk membeli kebutuhan kita selama beberapa hari ini!" ucap Rianti sebelum suaminya pergi meninggalkan rumah mereka.
"Bagaimana nanti dengan pulangmu?" tanya Bagas tampak khawatir dengan sang istri.
"Tidak apa-apa! Nanti Riyanti pulangnya menggunakan ojek saja. Pasti di pasar banyak ojek!" ucap Rianti sambil tersenyum ke arah suaminya.
Setelah mengunci pintu Rianti pun akhirnya mengikuti sang suami untuk pergi ke pasar belanja beberapa kebutuhan yang dia butuhkan untuk selama tinggal di Kalimantan.
Bagas langsung pergi ke rumah sakit. Karena memang dia sudah terlambat, jadi dia tidak bisa menunggu sang istri yang sedang berbelanja kebutuhan mereka selama tinggal di sana.
Sementara itu Rianti, setelah mendapatkan apa yang dia butuhkan. Dia pun akhirnya memutuskan untuk segera kembali ke rumah menggunakan jasa ojek yang banyak mangkal di pasar tradisional.
Begitu sampai ke rumahnya, Rianti pun segera menata barang-barang yang tadinya belanja di pasar sayur mayur bumbu-bumbu minyak dan segala kebutuhannya.
Saat Riyanti sedang fokus untuk segera menyelesaikan pekerjaannya tiba-tiba saja ponselnya berdering.
Rianti pun segera mengangkat panggilan tersebut yang ternyata adalah berasal dari ibu mertuanya. Deketika Riyanti baru ingat bahwa dirinya belum mengabarkan kepada kedua mertuanya, tentang dirinya dan suaminya telah sampai di Kalimantan.
__ADS_1
"Assalamualaikum, Umy Bagaimana kabar kalian?" tanya Rianti berusaha mengatur nafasnya saat ini.
" Waalaikumsalam Rianti. Bagaimana kalian? Apakah sudah sampai di Kalimantan? Kami sangat cemas sekali menunggu kabar kalian!" ucap ibu mertuanya Rianti dengan nada suara yang sangat khawatir.
"Maafkan Rianti Umi. Tadi malam kami sangat lelah sekali, setelah sampai. Jadi kami langsung tidur dan tidak ingat kalau kami harus menyampaikan kabar kami ke Jawa." ucap Rianti dengan suara penuh penyesalan.
"Ya sudah tidak apa-apa. Yang penting kalian sudah sampai dengan selamat, itu sudah cukup untuk Umi dan Abah. Ya sudah kamu istirahat ya? Umi mendengar Kamu sepertinya sangat lelah. Nafasmu tidak beraturan seperti itu!" ucap Ibu mertuanya Rianti.
"Iya Umi tadi Rianti baru saja pulang dari pasar, kemudian beres-beres rumah. Jadilah seperti ini rasanya sangat lelah sekali!" ucap Riyanti berusaha untuk mengatur nafasnya agar tidak terlalu kentara kalau dia sedang kelelahan.
Ibu mertuanya kemudian menutup panggilan telepon tersebut setelah berpamitan kepada menantunya. Riyanti merasa sangat bersyukur sekali, karena diberikan keluarga yang begitu menyayanginya dan peduli kepadanya.
"Aku akan mengecek Apakah mama sudah membaca pesanku atau tidak!" telepon kemudian memeriksa whatsapp-nya dan ternyata pesannya tadi pagi Masih belum dibaca oleh ibunya.
"Tampaknya Mama masih tidur. Coba aku akan memeriksa. Apakah kalau Papaku aku coba untuk ditelepon juga sama saja?" Ucap Rianti kepada dirinya sendiri.
Riantipun kemudian mencari nomor telepon ayahnya kemudian dia pun langsung memanggil sang ayah.
Setelah panggilan ketiga, akhirnya telepon Rianti pun diangkat oleh sang ayah yang ternyata sekarang sudah berada di kantor.
"Assalamualaikum, Pah! Bagaimana kabar Papa Apakah baik-baik saja?" tanya Rianti kepada sang ayah.
"Akhirnya kamu menelpon juga, Riyanti. Apa kau tahu semalaman itu ibumu tidak bisa tidur dia terus mondar-mandir seperti setrikaan menunggu teleponmu?" ucap ayahnya sambil tersenyum sehingga membuat Rianti merasa tidak enak kepada sang ibu yang pasti sangat khawatir dengan keadaannya.
"Tadi Rianti sudah mencoba untuk menelpon tetapi sampai sekarang pesan Riyanti pun kita dibaca oleh Mama!" ucap Riyanti kepada ayahnya.
"Ibumu pasti masih tidur karena tadi malam kelihatannya Ibu mau tidur sangat larut malam itu pun mungkin karena dia sangat kelelahan menunggu panggilanmu!" ucap sang ayah kepada putrinya.
__ADS_1
"Iya, Pah! Riyanti memang tadi malam sangat kelelahan Setelah datang dari Jakarta?" ucap Riyanti menjelaskan keadaannya kepada sang ayah di sebrang sana.