
Sore itu tampak keributan di dalam kediaman Dipta dan juga Kinan.
" Ada apa lagi sih Marcella? Kau selalu saja membuat keributan!" tegur Kinan ketika melihat putrinya kembali dipanggil oleh guru BP di sekolahnya.
" Memang Marcella ini biang keributan Mah. Dia selalu saja membuat masalah dan membuat Shello harus malu karena selalu ditegur oleh guru di sekolah!" ucap Shello merasa kesal kepada adiknya yang selalu saja membuatnya malu di sekolahan.
Jarak usia antara Marcella dan Shello hanya 1 tahun sehingga mereka sekolah di tempat yang sama hanya berbeda satu tingkat dengan Shello yang sekarang sudah berada di kelas 3 SMA.
" Sudah kalian berdua tidak ada habisnya selalu saja berantem Shello setelah lulus SMA kamu akan langsung Mama masukkan ke pondok pesantren. Supaya kamu tidak selalu ribut dengan adikmu!" ucap Kinan memisahkan pertengkaran antara Marcella dan Shello anaknya.
" Shello akan kuliah Mah! Agar nanti bisa melanjutkan perusahaan milik Daddy!" ucap Shello menolak keinginan ibunya untuk masuk ke pondok pesantren.
" Kamu bisa kuliah sambil mondok. Nanti Mama akan carikan tempat kuliah yang dekat dengan pondok pesantren yang akan kamu tempati!" ucap Kinan gak mau di bantah.
" Lalu Marcella bagaimana?" tanya Shello.
" Marcella sudah terikat pertunangan dengan Zidane sejak bayi. Anak dari Om Bima dan Tante Sheila. Jadi dia hanya tinggal menunggu lamaran dari mereka dan menikah!" ucap Dipta dari arah kamar.
Mendengar apa yang dikatakan oleh ayahnya Marcella langsung protes.
" Marcella tidak mau Daddy! Daddy apa-apaan sih? Main menikah muda saja! Aku ingin mewujudkan impian dan cita-citaku untuk menjadi seorang pilot!" ucap Marcella menolak apa yang dikatakan oleh ayahnya.
" Kau bisa menyampaikan keberatanmu itu kepada calon suami dan juga calon Ayah mertuamu. Daddy tidak memiliki hak untuk mengatur itu semua." ucap Dipta sambil memakan apel yang sudah disediakan oleh istrinya di atas meja.
" Ma Mama harus membela masa depanku. Bagaimana mungkin aku yang baru kelas 2 SMA harus bersiap-siap untuk menjadi istri dari laki-laki yang usianya jauh lebih tinggi di atasku!" protes Marcella kepada ibunya yang tampak sedang sibuk untuk mengurusi keperluan suaminya. Makan buah di sore hari adalah kebiasaan Dipta sejak dulu untuk memelihara kebugaran tubuhnya.
" Mama tidak bisa menolongmu untuk masalah itu. Karena pernikahanmu sudah diatur oleh ayahmu dan Om Bima bahkan sebelum mama menikah dengan ayahmu!" ucap Kinan sambil menggelengkan kepalanya menatap suaminya yang saat ini sedang menundukkan kepala.
__ADS_1
" Daddy ini benar-benar tidak ada kerjaan sekali. Main mengambil perjanjian pernikahan antara aku dengan Zidane segala!" ucap Marcella merasa jengkel karena sejak mereka kecil dirinya dan Zidane tidak pernah akur.
Bisa dikatakan Marcella dan Zidane adalah anjing dan kucing yang selalu bertarung setiap mereka bertemu.
Saat ini Zidane sedang menyelesaikan kuliahnya di Amerika dan akan segera kembali dalam beberapa bulan ke depan.
Oleh karena itu Marcella saat ini sedang ketar-ketir. Karena memikirkan tentang masa depannya. Dia sangat ketakutan kalau sampai Zidane dan dan kedua orang tuanya datang ke rumahnya untuk melamarnya untuk menjadi istri Zidane. Musuh bebuyutannya.
" Kalian kan sudah lama tidak bertemu. Lebih dari 8 tahun lamanya. Pasti sekarang Zidane sudah berubah sifatnya. Daddy harap kalian bisa hidup rukun setelah resmi menjadi suami istri!" ucap Dipta sambil menatap kepada Marcella yang masih cemberut.
" Shello juga tidak ingin mondok sambil kuliah Dad. Itu pasti akan sangat melelahkan Dad. Pelajaran agama itu sangat sulit Dad. Sementara Shello harus fokus dengan kuliah agar bisa menyerap ilmu yang lebih banyak lagi dan bisa mengurus perusahaan Daddy kelak kalau sudah diserahkan kepada Shello!" ucap Shello yang berusaha bernegosiasi kepada kedua orang tuanya. Agar mereka mau membatalkan keinginan mereka untuk memasukkannya ke dalam pondok pesantren.
" Kalau itu adalah keputusan mamamu. Kau mintalah kepadanya untuk merubah keinginannya memasukkanmu ke pondok pesantren! Daddy hanya nurut saja apa yang diinginkan oleh mamamu!" ucap Dipta kemudian meninggalkan mereka semua dan langsung masuk ke ruangan fitness untuk mulai berolahraga.
Walaupun dahulu Bima dan Dipta menikah hanya dalam selang waktu yang sedikit berbeda yaitu sekitar dua minggu. Akan tetapi karena Dipta yang lebih lama diberikan waktu untuk di karuniai seorang anak oleh Allah ketimbang Bima yang pada tahun pertama langaung di karuniai seorang anak laki-laki. Oleh karena itu usia antara Zidane dan Marcella terpaut selama 6 tahun lamanya.
" Benar dek kali ini kakak setuju dengan apa yang kau katakan. Bahwa orang tua kita ini adalah contoh orang tua diktator yang tidak mau mendengarkan keinginan anak-anaknya untuk menata masa depannya!" ucap Shello sambil menatap kepada Marcella yang saat ini sedang memberikan dua jempolnya kepada sang kakak.
" Kalian kompak ya kalau hal untuk melawan kedua orang tua. Coba kalau kalian kompak juga untuk hal kebaikan. Pasti Kami merasa bangga dengan kalian!" ucap Dipta sambil menatap tajam kepada Marcella dan Shello yang saat ini menundukkan kepalanya karena tidak berani menatap tatapan ayahnya yang begitu tajam.
" Sudah Cepat kalian bersiap untuk mandi dan kita akan siap-siap untuk makan malam! Jangan lupa salat asharnya. Awas saja kalau sampai kalian melewatkannya. Mama tidak akan mengampuni kalian!" ucapkan sambil menatap horor kepada kedua anaknya yang langsung ngibrid dari hadapan mereka.
" Tidak tahu kenapa. Anak-anak kita kalau untuk hal keburukan begitu kompak. Tetapi kalau disuruh untuk melakukan kebaikan, mereka selalu saja padu dan selalu saja tidak mau akur!" ucap Kinan kesal sambil menggelengkan kepalanya dan menatap suaminya yang saat ini kembali sibuk di ruang fitness.
" Pah! Cepatlah mandi dan sholat Ashar!! Bagaimana anak kita mau meneladani orang tuanya, kalau kita sebagai orang tuanya tidak bisa menjadi contoh untuk mereka?" ucap Kinan sambil menatap tajam kepada suaminya yang sekarang sedang tersenyum ke arahnya.
" Ya Mama sayang! Ayo kita sekarang mandi bersama. Biar kita bisa salat berjamaah bersama dengan anak-anak!" ucap Dipta sambil mencium pipi istrinya yang masih misuh-misuh.
__ADS_1
" Mama sedang halangan! Jadi kalian salat berjamaahlah bertiga di mushola. Sudah cepat sana mandi. Mama mau menyiapkan makan malam untuk kita semua!" ucap Kinan sambil mengulas senyum kepada suaminya yang tampak kecewa mendengarkan bahwa dirinya sedang halangan alias mendapatkan tamu bulanan.
" Anak-anak kita sudah besar masa kau masih dapat tamu sih Mah?" tanya Dipta heran.
" Itu artinya Papa harus berhati-hati jangan sampai nanti Marcella mendapatkan Adik lagi!" ucap Kinan sambil meninggalkan suaminya di ruang tamu.
" Memangnya kenapa kalau Marcella mempunyai adik lagi sayang? Kan tidak apa-apa kalau rumah kita jadi ramai!" ucap Dipta mengikuti istrinya yang sedang sibuk di dapur bersama dengan pembantu yang bekerja di rumahnya untuk menyiapkan makan malam bagi keluarga mereka.
" Memangnya papa tidak malu? Kalau kita diusia ini masih harus mengurus bayi dan nanti kalau Marcella menikah kemudian punya anak. Mereka akan satu usia dan satu sekolahan?" tanya Kinan sambil menatap kepada suaminya.
Dipta tampak diam sesaat. Untuk memikirkan apa yang diucapkan oleh istrinya.
" Kayaknya lucu loh Sayang! Kalau itu benar-benar terjadi!" ucap Dipta samb tersenyum sangat bahagia. Ketika dia membayangkan tentang bayi mungil yang kembali hadir di keluarganya.
" Udah sana! Cepat mandi dan salat berjamaah bersama anak-anak. Jangan berkhayal yang aneh-aneh. Karena mama sudah tidak ingin untuk melahirkan lagi. Mama sudah capek dan lelah mengurus kedua anak kita yang sangat bandel dan selalu saja membuat keributan di rumah ini!" ucap Kinan menyadarkan lamunan Dipta yang menginginkan kembali seorang bayi yang hadir di dalam rumah mereka.
Visualisasi Marcella Kinanti
Visualisasi Shello Angkasa Putra
Dipta kemudian pergi ke kamar mandi dan melaksanakan apa yang dikatakan oleh istrinya. Kemudian dia memanggil kedua anaknya untuk melaksanakan salat berjamaah di mushola yang ada di dalam kediamannya.
Sejak kecil kebiasaan baik itu sudah ditanamkan oleh Kinan dan Dipta kepada anak-anak mereka. Untuk selalu menjalankan salat berjamaah bersama seluruh anggota keluarga di mushola dan kemudian mengaji bersama setelah salat selesai.
__ADS_1