Lurah Pondokku Calon Suamiku

Lurah Pondokku Calon Suamiku
236. Perjuangan cinta Shello


__ADS_3

Polisi pun datang ke acara pernikahan itu.


Dengan tenang Shelo menghadapi polisi yang mendatanginya.


" Kenapa Anda datang ke pesta pernikahan yang tidak mengundang Anda?" tanya petugas kepada Shello.


" Maafkan saya sebelumnya Pak. Tapi sebenarnya saya pun tidak mengetahui kalau di sini ada sebuah pernikahan." ucap Shello.


" Lalu untuk apa kau datang mengganggu acara pernikahan kami? Gara-gara kau sekarang pernikahanku harus dibatalkan! Karena istriku dan juga mertuaku menginginkan hal itu!" ucap Arya dengan tatapan penuh kebencian terhadap Shelo yang sudah menggagalkan acara pernikahannya bersama dengan Deniz.


" Mereka menggagalkan pernikahanmu bukan gara-gara aku. Semuanya kan gara-gara perbuatanmu sendiri!" ucap Shelo berusaha untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh dengan amarah Arya.


" Lihatlah pak polisi! Betapa agorogannya orang ini!" ucap ayahnya Arya karena dia merasa marah acara pernikahan yang susah payah dia rencanakan harus gagal total.


" Tenanglah kalian berdua! Jangan membuat keributan! Bagaimana kami bisa mencari titik solusi kalau kalian semua hanya bisa marah-marah sejak tadi?" tanya petugas itu sudah mulai kehilangan kesabaran.


Semua orang yang berada di ruang tamu itu pun akhirnya diam dan mendengarkan petugas polisi bicara.


" Sekarang coba dari pihak mempelai wanita, Saya ingin mendengarkan penjelasan dari kalian kenapa acara pernikahan yang segini megah harus dibatalkan pada hari pertama pernikahan?" ucap petugas tersebut berusaha untuk memediasi kedua pihak untuk bisa berdamai dan tidak perlu membawa masalah itu ke meja pengadilan yang pastinya hanya akan memberikan kerumitan yang lain.


" Dia menghina putriku sebagai wanita murahan di hadapan semua orang! Aku tidak mau memberikan putriku kepada laki-laki yang tidak menghargainya!" ucap Pak Mardan dengan wajah memerah sambil menatap sinis ke arah Arya dan juga keluarganya.

__ADS_1


Pak Subroto maju ke depan dan dia pun langsung menghadap petugas polisi tersebut dengan begitu percaya diri.


" Saya sudah memberikan uang 100 juta untuk pernikahan ini tetapi Seenaknya saja dia membatalkan pernikahan tanpa berunding dulu denganku. Pokoknya petugas polisi, Saya tidak akan mau melepaskan kasus ini sampai mereka mengganti kembali uang yang sudah saya keluarkan!" ucap Subroto sambil menatap tajam ke arah Mardan.


" Saya akan mengganti uang tersebut asalkan anda berhenti untuk mengganggu keluarga Deniz dan membiarkan mereka hidup dengan damai tanpa gangguan dari kalian!" ucap Shello sambil menatap tajam Subroto yang tadi begitu arogannya menekan kedua orang tua Deniz.


" Hah Kau sombong sekali apakah kau memiliki uang sebanyak itu?" tanya Subroto menatap tajam kepada Shello yang tersenyum sinis kepadanya.


" Masalah Saya memiliki uang itu atau tidak itu bukanlah urusan Anda. Tapi yang jelas, Saya bersedia untuk mengganti uang tersebut asalkan Anda berjanji bahwa keluarga anda tidak akan mengganggu keluarga Deniz lagi untuk selamanya!" ucap Shello dengan begitu mantap dan meyakinkan sehingga membuat Deniz yang sudah gemetar sejak tadi kini bisa tersenyum kepadanya.


Arya menatap ayahnya dengan lekat seakan mengatakan bahwa dia tidak menginginkan Untuk membatalkan acara pernikahannya bersama Deniz.


Amarah dan kecemburuan yang berlebihan telah menggelapkan hati Arya, sehingga akhirnya dia mengucapkan kata-kata yang menyakitkan bagi keluarga Deniz maupun hati Deniz sendiri yang akhirnya dia sesalih karena sekarang dia harus melepaskan statusnya sebagai suami Deniz yang hanya bertahan selama 6 jam saja.


Mardan sudah membatalkan pernikahan mereka ketika penghulu hendak meninggalkan kediamannya.


Bahkan Pesta sekarang sudah dibubarkan karena Mardan merasa malu atas keramaian yang dilakukan oleh Arya yang sudah menghina Deniz di hadapan umum.


" Saya tidak ingin untuk menggagalkan atau membatalkan pernikahan itu!" ucap Arya tiba-tiba yang mengagetkan semua orang yang ada di dalam ruangan itu.


" Apa maksudmu nak?" tanya ibunya Arya merasa terkejut dengan keinginan putranya.

__ADS_1


" Mah aku sudah lama mencintai Denis Bagaimana mungkin aku melepaskan dia setelah aku berhasil menyuntingnya menjadi istriku?" ucap Arya sambil menggenggam tangan ibunya yang langsung menghempaskannya begitu saja.


" Jangan Gila kamu Arya! Apa kau tadi tidak melihat bagaimana Deniz memeluk laki-laki itu di hadapan semua tamu undangan? sudah pasti mereka berdua memiliki hubungan yang tidak sederhana sehingga membuat dia rela untuk mempermalukan dirinya sendiri di hadapan begitu banyak orang!" ucap Subroto merasa sangat jengkel kepada Deniz yang sudah mempermalukan keluarganya.


Bagaimanapun Subroto adalah orang yang terkenal dan juga cukup disegani di desa itu. Bagaimana mungkin keluarganya harus dihina oleh orang miskin yang dianggap perlu lebih rendah darinya. Sungguh tidak ada hal yang lebih membagongkan dari hal itu yang membuat Subroto benar-benar sangat marah dan terhina dengan kelakuan Mardan dan juga Deniz yang tidak memandang sama sekali keluarga mereka.


" Ayolah kita di sini sedang mencari solusi bukan sedang mengagungkan ego kalian semua! Berusahalah untuk berbicara secara manusiawi jangan menggunakan kekerasan maupun penghinaan yang hanya akan mempengaruhi hasil dari perundingan kita!" ucap petugas polisi itu merasa jengkel karena waktunya sudah habis begitu saja sementara belum ada titik terang untuk penyelesaian masalah tersebut karena masing-masing semuanya merasa benar pada tempatnya.


" Bagaimana mempelai wanita? Apakah anda masih menginginkan pernikahan ini dilanjutkan ataukah dibatalkan seperti keinginan ayah anda?" tanya petugas itu melirik kepada Deniz yang masih tampak terpaku di tempatnya.


Shelo menyentuh jemari Deniz untuk menyadarkan gadis itu dari lamunannya.


" Jawablah pertanyaan petugas!" ucap Shello sambil tersenyum kepada Deniz.


" Saya tidak mau melanjutkan pernikahan ini karena saya tidak pernah mencintai Arya. Laki-laki yang saya cintai adalah Shelo yang sudah saya tunggu lebih dari satu tahun kedatangannya! Mas Arya tolong kau maafkan aku. Tetapi cinta tidak bisa dipaksakan. Apalagi kau yang sudah menganggapku sebagai perempuan murahan Mas. Hal itu hanya akan sangat sulit untuk kita bisa merangkai kehidupan rumah tangga di masa yang akan datang!" ucap Deniz berusaha untuk meyakinkan Arya agar menerima keputusan keluarganya Untuk membatalkan pernikahan mereka.


Tetapi siapa yang menyangka Arya malah bangkit dari tempat duduknya dan berusaha menarik Deniz dari tangan Shelo yang saat ini sedang menggenggam jemarinya.


" Ayolah! Kau adalah istriku! Cepat kau datanglah kemari. Aku tidak akan pernah melepaskanmu sampai kapanpun. Aku akan memaafkanmu asal kau mau melepaskan laki-laki itu!" ucap Arya sambil bangkit dari tempat duduknya.


Deniz berusaha untuk melepaskan diri dari tangan Arya. Untung saja Shelo tidak mau melepaskan tangannya sehingga Deniz tidak tertarik ke arah Arya yang saat ini sedang emosi kepadanya.

__ADS_1


__ADS_2