Lurah Pondokku Calon Suamiku

Lurah Pondokku Calon Suamiku
140. Berita Gembira


__ADS_3

Mari kita tinggalkan Bima dan Sheila yang saat ini sedang berbahagia karena mereka sibuk untuk mempersiapkan pernikahan mereka yang tinggal 1 bulan lagi.


Mari kita tengok Riyanti dan juga Bagas yang saat ini sedang mendapatkan kabar bahagia atas kehamilan Riyanti yang sudah masuk bulan pertama.


"Akhirnya, kita diberikan kepercayaan untuk memiliki seorang anak!" ucap Bagas dengan penuh bahagia sambil memeluk Rianti dalam dekapannya.


"Iya Mas nggak nyangka kalau kita diberikan kepercayaan semacam ini,aku senang banget Mas!" ucap Riyanti sambil tersenyum kepada suaminya yang saat ini masih setia memeluknya dan mencium pucuk kepalanya.


"Ayo kita ke rumah Umi dan Abi kita Kabarkan tentang berita gembira ini. Apakah kau bisa melakukan perjalanan jauh atau kita menggunakan pesawat saja biar cepat sampai ke sana?" tanya Bagas kepada Rianti yang saat ini masih menatapnya dengan penuh takjub.


Wajah yang bahagia itu ketika mendengarkan kabar bahwa dirinya hamil sampai saat ini terus tersenyum dan sangat terlihat tampan sekali di mata Rianti saat ini.


"Kita ke rumah orang tuaku dulu yang dekat. Setelah itu baru kita ke rumah Abi dan Umi. Kita gunakan pesawat saja supaya lebih aman dan juga lebih cepat. Bukankah Mas Bagas cuman cuti satu hari saja tidak akan cukup waktunya kalau kita menggunakan mobil!" ucap Riyanti kepada suaminya yang saat ini hanya bisa mengangguk saja kalau memang benar apa yang dikatakan oleh Rianti kepadanya.


"Baiklah sayang kita akan lakukan apapun yang kau inginkan. Sekarang ayo bersiap kita ke rumah kedua orang tuamu dan memberi kabar tentang kebahagiaan ini!" ucap Bagas sambil menggengam tangan Rianti untuk segera masuk ke mobilnya dan pulang ke kediaman mereka.

__ADS_1


Walaupun Rianti anak seorang konglomerat, dia selalu menghormati suaminya dan Bagas selama ini merasakan bahwa Rianti memang tidak pernah merendahkannya sebagai seorang suami. Riyanti selalu menanyakan apapun kepada Bagas, tidak pernah bertindak sendiri untuk pun melangkahi otoritas Bagas sebagai seorang suami.


"Papa pasti senang sekali mendengarkan kalau kita sebentar lagi akan mempunyai anak. Selama ini kan Papa yang paling ngebet sekali ingin memiliki seorang cucu!" ucap Rianti sambil menyandarkan kepalanya di bahu sang suami.


"Iya Abi dan Umi juga pasti sangat senang karena mereka juga kan selama ini sudah menunggu-nunggu kabar gembira dari kita berdua!" ucap Bagas sambil meremas tangan Rianti yang ada di dalam genggamannya.


Suami istri itu yang saling mencintai satu sama lain. Mereka tampak sangat bahagia sekali ketika mereka dipercaya menjadi orang tua. Setelah satu tahun lamanya menikah dan akhirnya kabar gembira itu datang juga kepada mereka berdua.


Bagaimana bahagianya seorang Bagas. Karena sebentar lagi dirinya akan menjadi seorang ayah dan istrinya akan menjadi seorang ibu. Kedua orang tua mereka akan menjadi seorang nenek dan kakek. Tentu tidak ada yang lebih membahagiakan dari karunia seorang anak dalam kehidupan rumah tangga seseorang.


"Ya ampun Mas! Kita tadi cuma pergi ke rumah sakit doang. Nggak mungkin aku kelelahan. Kita bisa langsung berangkat ke rumah Papa dan Mama nanti kalau terlalu malam akan repot juga!" ucap Rianti meyakinkan kepada Bagas bahwa dirinya baik-baik saja dan bisa segera berangkat ke rumah kedua orang tuanya.


"Kamu harus nurut apa kata Mas. Saat ini kamu sedang hamil trimester pertama. Saat itu adalah saat-saat yang paling rawan dan kamu harus menjaganya dengan baik dengan banyak istirahat dan juga tidak boleh terlalu kelelahan! Mulai besok Mas akan mencarikan satu asisten rumah tangga lagi untuk membantumu, sehingga kamu bisa fokus dengan kehamilanmu!" ucap Bagas kepada Rianti. Rianti memutar bola matanya dengan malas, kemudian dengan manja dia langsung memeluk tubuh Bagas.


"Satu asisten rumah tangga sudah cukup Mas! Kalau terlalu ramai malah membuat rumah kita jadi sempit. Lagi pula aku tidak mau kalau nanti asisten rumah tangganya muda dan cantik, dia pasti nantinya malah menggodamu. Apalagi kalau aku sedang dalam keadaan hamil!" ucap Rianti dengan bibir mengerucutnya sehingga membuat Bagas merasa gemes terhadap istrinya.

__ADS_1


"Kau kira Mas mau ini laki-laki b******* yang akan menukar istrinya yang si cantik kamu dengan seorang asisten apa kau pikir mas mu ini seorang yang tidak memiliki otak, hm?" Bagas sambil mencubit hidung Rianti yang saat ini begitu menggemaskan di matanya.


"Di rumah sakit saja, banyak dokter-dokter yang lebih cantik. Mas sama sekali tidak tergoda. Apalagi hanya sekedar asisten rumah tangga sayang! Mas gak akan mungkin tergerak sama sekali. Kamu nggak usah khawatir sayang!" ucap Bagas memberikan keyakinan kepada Rianti tentang kesetiaan dirinya terhadap pernikahan mereka berdua.


"Kan itu yang biasanya terjadi di novel-novel dan sinetron sekarang Mas! Seorang laki-laki yang berselingkuh dengan asisten rumah tangganya. Ketika istrinya sedang hamil!" ucap Rianti sambil mengerucutkan bibirnya sehingga membuat Bagas langsung mencium istrinya itu dengan gemes.


"Kenapa kehidupan nyata harus disamakan dengan dunia novel sayang? Dunia novel itu kan dunia halunya para penulis, jadi memang harus seperti itu. Agar membuat pembacanya menjadi penasaran. Kita hidup di dunia nyata sayang! Mas tidak akan melakukan hal yang semacam itu!" ucap Bagas dengan penuh keyakinan di dalam dirinya.


"Pokoknya nggak Mas! Mbok Jum sudah cukup untuk Rianti. Pokoknya Rianti nggak mau mengundang ular berbisa ke dalam rumah kita. Itu jauh lebih baik demi kesehatan mental Rianti ketika hamil. Bukankah itu juga perlu?" ucap Rianti tetap kekeh dengan keinginannya untuk tidak mempunyai asisten rumah tangga baru.


"Apalagi kamu seorang dokter yang sangat tampan. Aku tidak yakin kalau ART baru kita nanti tidak terpesona denganmu. Tolonglah Mas kau jangan merusak hatiku nanti aku jadi senewen lagi tiap hari gara-gara berpikiran negatif tentang kamu!" ucap Rianti tetap tidak mau dibawakan art baru ke dalam rumahnya.


"Mas carikan yang paruh baya, yang sudah punya suami. Jadi kamu tidak merasa khawatir dengan kehadiran dia di rumah kita bagaimana sayang? Mas melakukan ini hanya ingin meringankan tugasmu di dalam rumah supaya kau tidak kelelahan! Hmmm?" Bagas terus membujuk Rianti untuk mau menerima idenya untuk membawa satu orang ART lagi di dalam rumah mereka.


"Sekali tidak pokoknya tidak Mas! Sudah kita nggak usah ngomongin masalah ART lagi. Nanti aku akan tanya ke mama. Apakah di sana ada ART yang bisa kita bawa ke sini, sementara aku hamil!" ucap Rianti memberikan keputusan final tidak bisa diganggu gugat lagi. Sehingga Bagas akhirnya mengalah dan tidak mau ribut dengan istrinya.

__ADS_1


"Maafkan aku Mas! Kalau kamu kesannya aku nggak nurut sama kamu. Aku cuman takut untuk kehilangan kamu. Aku nggak mau kalau sampai kamu tertarik dengan perempuan lain selain aku. Apalagi saat aku hamil pasti aku jelek dan kamu tidak tertarik padaku lagi!" ucap Rianti sambil meletakkan kepalanya di pelukan sang suami yang masih diam seribu bahasa. Bagas berpikir sejenak, kemudian dia mengelus kepala Riyanti yang ada di dalam dadanya yang bidang.


__ADS_2