
Setelah melakukan banyak usaha akhirnya Dipta berhasil disadarkan kembali dan sekarang sudah berada di luar ruangan rahasia bersama dengan ibunya yang setia mendampinginya.
Ayahnya Nadia sudah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Setelah tadi dihajar habis-habisan oleh diftah yang kerasukan arwah almarhum istrinya.
Sementara itu ibunya Nadia sudah dimakamkan oleh Ustaz setempat dan para petakziah lainnya. Karena Kyai Ali dan beberapa santri lainnya sangat sibuk mau menetralkan ruangan rahasia dan juga rumah milik keluarga Nadia dari para makhluk gaib yang sudah puluhan tahun bersarang di rumah itu.
Rianti yang sekarang sudah berada di kediaman kedua orang tuanya. Dia hanya bisa menatap kosong kepada foto ibunya yang sudah dimakamkan sejak tadi.
" Kenapa kalian harus berurusan dengan hak-hak seperti itu hanya untuk mendapatkan kekayaan? Hiks hiks!" ucap Riyanti dengan diri sambil menangis di dalam pelukan Bagas yang tampak sangat kelelahan setelah membentuk Kyai Ali beserta santri yang lain untuk membumihanguskan ruangan rahasia yang ada di dalam rumah mertuanya.
Foto-foto yang ada di dalam ruangan rahasia itu sudah mereka rekam dan juga difoto lalu dikirimkan ke kantor Polisi untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai siapa mereka dan kemudian akan diselidiki oleh pihak yang berwajib.
" Alhamdulillah akhirnya semuanya beres. Semoga Kejadian ini bisa menjadi itbar untuk kita semua. Agar jangan berurusan dengan makhluk gaib maupun bersekutu dengan setan untuk mendapatkan kekayaan dunia secara instan!" ucap Kyai Ali ketika dia berpidato di hadapan para warga yang merasa penasaran dengan apa yang terjadi di kediaman keluarga Nadia.
Pihak keluarga yang merasa tidak terima atas kematian keluarga mereka. Mereka semua menuntut kepada ayahnya Nadia agar diadili secara hukum. Setelah ayahnya Nadia keluar dari rumah sakit. Dia langsung digelandang oleh Polisi untuk mempertanggungjawabkan kejadian masa lalu yang pernah dia lakukan yaitu menumbalkan orang-orang yang ada di dalam foto di dalam ruangan rahasia itu.
Mereka semua kembali ke kediaman masing-masing. Ibunya Dipta tidak mengira kalau ternyata mantan menantunya juga merupakan salah satu dari tumbal yang diberikan oleh ayahnya Nadia dalam rangka mengekalkan kekayaan yang dia miliki.
" Sungguh kasihan mantan istrimu. Kita doakan saja semoga dia sekarang sudah tenang berada di sisi Allah!" ucap ibunya Dipta sambil menetap kepada putranya yang tampak masih belum bisa menerima kenyataan tersebut.
Walaupun Dipta merasa kecewa kepada istrinya yang telah berselingkuh dan menipu dirinya selama pernikahan mereka. Dengan mengatakan bahwa anak yang dikandung adalah anaknya yang ternyata adalah anak orang lain. Akan tetapi, tetap saja Dipta merasa tidak tega ketika memikirkan bahwa istrinya meninggal karena menjadi tumbal pesugihan.
" Kasihan dia Mah. Sekarang dia pasti harus mengabdikan hidupnya kepada makhluk yang dijadikan sesembahan ayahnya Nadia sampai hari kiamat nanti!" ucap Dipta sedih.
__ADS_1
" Sudahlah Dipta! Mari kita lupakan saja hal itu. Bagi mama tidak penting sama sekali. Sekarang yang penting bagi Mama. Sekarang mari kita urus pernikahanmu dengan Kinan yang hanya tinggal beberapa hari lagi!" ucap ibunya Dipta mengingatkan kepada putranya mengenai pernikahannya dengan Kinan.
" Astaghfirullahaladzim karena semua masalah ini saya benar-benar melupakan tentang pernikahan itu!" ucap Dipta sambil meraup wajahnya kasar dengan kedua tangannya.
" Kau jangan khawatir. Mama sudah mengurus semuanya bersama dengan Kyai Ali dan juga istrinya. Sekarang yang penting, kamu harus siapkan mental dan juga dirimu untuk menghadapi pernikahanmu bersama Kinan. Lupakanlah masa lalumu bersama perempuan itu dan mulailah lembaran barumu bersama Kinan!" ucap ibunya Dipta sambil tersenyum kepada putranya.
" Iya mah kita akan berusaha untuk menjalani pernikahan ini!" ucap Dipta.
" Apakah Bima belum menghubungimu?" tanya Ibunya Dipta kepada putranya.
" Jangan mengganggu Bima Mah. Saat ini dia sedang berbulan madu ke Eropa bersama dengan Sheila. Dipta tidak mau kalau kita akan merusak kebahagiaan mereka berdua dengan masalah kita di sini!" ucap Dipta merasa tidak ingin untuk mengganggu sahabatnya lagi. Dengan masalah yang sedang dihadapi.
Dipta masih ingat pada malam meninggalnya Nadia. Sheila menghubunginya dan meminta kepada Dipta agar tidak mengganggu lagi kehidupan Bima dengan segala ***** bengek permasalahan yang dihadapi olehnya.
Flash back on
" Yah aku berjanji aku tidak akan pernah mengganggu Bima. Aku berharap sahabatku itu bisa berbahagia denganmu!" ucap Dipta ketika itu. Kemudian dia langsung memblokir nomor Sheila. Karena dia tidak ingin lagi diteror oleh Sheilla yang sampai sekarang masih merasa cemburu dengan hubungannya bersama Bima.
Flash back off
" Mama sangat menyayangkan hubunganmu dengan Bima harus berakhir begitu saja hanya karena Sheila!" ucap ibunya Dipta seperti menyesali semua yang sudah terjadi.
" Sudahlah mah! Selama ini kami berdua mungkin sudah terlalu lama bersahabat dan sudah waktunya kami mulai fokus dengan kehidupan rumah tangga tidak hanya melulu memikirkan persahabatan saja!" ucap Dipta berusaha untuk mengerti keinginan Sheila yang tidak menginginkan kalau harus berbagi perhatian dengan dirinya dari Bima.
__ADS_1
" Sangat wajar kalau Sheila menginginkan seluruh perhatian suaminya untuk dia dan keluarganya saja. Karena bagaimanapun mereka akan mengarungi kehidupan ini bersama-sama. Kalau pikiran Bima masih bercabang-cabang dan lebih mementingkan persahabatannya denganku. Aku pikir wajar kalau Sheilla merasa terancam kedudukannya di hati Bima!" ucap Dipta menjelaskan kepada ibunya.
" Ya sudah! Sekarang kamu istirahatlah dan ingat kamu harus segera mengambil cuti dari perusahaanmu. Kau serahkan beberapa pekerjaan penting kepada anak buahmu yang bisa kamu percaya. Agar nanti masa bulan madu kalian tidak terganggu oleh pekerjaan. Sebisa mungkin nanti mama akan membantu di perusahaanmu!" ucap ibunya Dita berpesan kepada putranya.
" Iya Mah Mama jangan khawatir!" ucap Dipta kepada ibunya yang kemudian meninggalkan kediamannya.
Tiga hari kemudian pernikahan antara Dipta dan Kinan pun dilaksanakan dengan meriah. Kebetulan pada hari itu Bima dan Sheila pun kembali dari bulan madu mereka.
Bima merasa sangat bahagia karena akhirnya sahabatnya yang sudah lama menduda itu, Setelah meninggal istrinya yang pertama. Akhirnya kini telah menemukan seorang wanita sholehah yang bisa menaklukkan hati seorang Dipta yang sangat sulit jatuh cinta.
" Selamat ya Bro! Akhirnya kamu sekarang sudah menjadi seorang suami. Saya berharap semoga pernikahan kalian bisa bahagia dan juga dikaruniai anak yang sholeh dan sholehah dan yang paling penting, kau tidak boleh melupakan perjanjian di antara kita berdua. Bahwa kita akan menjodohkan kedua anak kita kalau mereka sudah dewasa!" ucap Bima mengingatkan kembali kepada Dipta perihal niat mereka berdua untuk menjodohkan anak-anaknya kalau kelak mereka sudah dewasa. Apabila kelak memiliki sepasang anak laki- laki dan perempuan.
Dipta hanya bisa memutar bola matanya dengan malas. Karena Bima kembali menyinggung perihal perjodohan anak-anak mereka itu. Karena di dalam hati Dipta dia tahu bahwa Sheilla sama sekali tidak menginginkan hal itu terjadi.
" Kita bisa melihat itu nanti yang penting sekarang. Nikmatilah pesta pernikahanku bersama dengan Kinan!" ucap Dipta sambil mengulas senyum kepada Bima.
Sejak tadi Sheila hanya bisa menundukkan kepalanya. Dia merasa tidak enak kepada Dipta yang kini telah memblokir nomornya.
' Dipta sampai saat ini pasti sangat marah kepadaku dengan kelancanganku waktu itu. Bahkan sampai sekarang, dia belum mau juga membuka blokir nomorku!' batin Sheila sambil menatap Dipta yang saat ini sedang menyapa teman-teman yang lainnya yang hadir di dalam pernikahannya.
TAMAT
NB: Season 2 dari Novel ini sudah tamat ya dengan selesainya permasalahan kedua orang tua Nadia dan juga pernikahan Dipta dengan Kinan dan pernikahan Bima dan Sheilla.
__ADS_1
Kita akan mulai season 3 dari novel ini yang akan menceritakan tentang kehidupan kedua anak Dipta dan Bima yang akan dijodohkan oleh kedua orang tuanya.
Terima kasih kepada Reader semua yang sudah setia dengan novel ini. Semoga season 3 akan semakin lebih greget dan membuat kalian lebih betah untuk membaca Novel ini.