Lurah Pondokku Calon Suamiku

Lurah Pondokku Calon Suamiku
163. Akhirnya


__ADS_3

Sheila benar-benar merasa sedih ketika mendengarkan tentang Bima yang lebih memilih untuk membatalkan pernikahannya daripada harus meninggalkan Dipta sebagai sahabatnya


Tiba-tiba saja Sheilla keluar dari dalam rumah dan berlari ke Sheilla berteriak dengan kencang dengan berderai air mata. Sehingga membuat Bima terkejut dibuatnya.


"BIMA! KALAU KAMU GA PELUK AKU SEKARANG JUGA, MAKA SELAMANYA KAMU KAGAK PERNAH MELIHAT MUKAKU LAGI!" ucap Sheilla parau.


"Apa maksudmu berkata seperti itu? Tolong jangan membuatku menjadi ragu dan bimbang lagi dengan keputusan yang sudah kubuat. Bukankah ini adalah keinginanmu? Aku hanya mengabulkannya!" ucap Bima dengan suara parau kemudian dia pun berbalik lagi bersiap untuk meninggalkan kediaman Bramantyo yang tampak tegang saat ini.


"Kenapa Kamu nggak berusaha untuk meyakinkanku kalau kamu memang mencintaiku?" ucap Sheilla masih menatap kepada Bima yang saat ini sedang kalut pikirannya.

__ADS_1


"Aku mencintaimu Bima! Tetapi kenapa kamu tidak pernah merasakan tentang cintaku?" ucap Sheila sambil berusaha untuk tetap tegar apabila Bima ternyata mengacuhkannya.


"Aku hanya tidak sudi untuk mengemis cinta darimu. Jadi aku lebih baik memilih untuk mundur. Biarlah mungkin aku bukanlah jodohmu!" ucap Bima berusaha menguatkan hatinya yang saat ini benar-benar galau dan hancur lebur.


"Apakah di dalam cinta ada bahasa mengemis cinta? Yang ada hanyalah keinginan untuk tidak berpisah satu sama lain!" ucap Sheilla kemudian dia pun berlari menuju kepada Bima dan memeluk Bima serta menciumnya dengan penuh kerinduan!


Bima yang terkejut mendapatkan serangan mendadak akhirnya hanya bisa terkesiap dan menerima pelukan dan juga ciuman dari wanita yang sangat dia cintai.


"Tidak pernah satu detik pun aku memikirkan untuk meninggalkanmu. Aku hanya memberikan apa yang kau inginkan. Mungkin aku tidak cukup baik sebagai kekasihmu karena selalu membuatmu menangis mengenai persahabatanku bersama Dipta!" ucap Bima dengan suara tersakat di tenggorokan.

__ADS_1


"Kau benar-benar membuatku hampir gila dengan permintaanmu untuk membatalkan pernikahan kita. Apa kok tahu? Ribuan malam aku menantikan saat-saat seperti ini untuk bisa bersatu denganmu. Bagaimana mungkin aku bisa melepaskanmu begitu saja?" ucap Sheila di dalam pelukan Bima yang saat ini sedang terguncang hatinya dengan mengakuan sang tunangan.


"Ribuan malam? Apa maksudnya? Aku tidak mengerti!" tanya Bima merasa terheran dengan pengakuan Shela terhadapnya.


"Sejujurnya aku sudah mencintaimu sejak kita duduk di bangku SMA. Hanya saja selama ini kau tidak pernah memperhatikanku. Hidupmu hanya berkisar antara Dipta dan juga Rianti!" ucap Sheilla sambil menyeka air mata yang kini semakin deras mengalir dari kelopak matanya. Karena mengingat masa lalu yang pernah mereka alami.


"Apa maksudmu? Aku benar-benar tidak mengerti!" Bima menggelengkan kepalanya karena dia memang benar-benar tidak mengingat tentang Sheila.


"Aku adalah Sheilla! Si gadis cupu yang selalu menjadi bahan ejekanmu dan juga Dipta di masa SMA kalian. Apa kamu melupakannya begitu saja? Kalian selalu bertiga selalu membully ke setiap hari!" ucap salah menerangkan di masa lalu yang pernah dilakukan oleh Bima Dipta dan Riyanti.

__ADS_1


"Sheilla, Aku sungguh benar-benar tidak mengingatmu pada masa SMA dulu. Tolong kau maafkan aku nanti aku akan bertanya kepada Dipta Mungkin dia mengingatmu!" ucap Bima sambil mengelus rambut Sheila yang begitu panjang dan halus yang membuat dia merasa candu mencium aroma rambut wanita yang dia cintai.


__ADS_2