Lurah Pondokku Calon Suamiku

Lurah Pondokku Calon Suamiku
188. Kejutan Besar


__ADS_3

Dipta dan Kinan kemudian membawa Raffi untuk bertemu dengan putrinya dan juga calon besannya yang sudah menunggu mereka.


" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!" ucap Dipta ketika mereka berdua sampai di kursi di mana Marcella dan juga keluarga Bima berada.


" Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh. Akhirnya kalian datang juga hampir saja Marcella melarikan diri dari sini!" ucap Bima sambil menyelami tangan sahabatnya yang sudah ditunggu dari tadi.


" Maaf Bro! Kau tahu sendri bukan? Aih, jalanan Jakarta memang sangat macet pada jam makan siang begini. Kami sudah berusaha untuk tidak terlambat tapi ternyata gagal juga. Oh ya! Perkenalkan ini adalah Raffi anak dari Kyai Ali!" ucap Dipta memperkenalkan Raffi kepada mereka semua yang ada di sana.


Marcella dan Zidane tampak saling menatap satu sama lain.


' Ya ampun ternyata dia adalah Raffi putra dari Nenek Nur!' bathin Marcella sambil tersipu malu kepada Raffi yang saat ini sedang menatapnya.


Zidane merasa tidak senang mendapatkan Marcella yang tampak tertarik dengan Raffi yang baru pertama kali dia lihat.


" Kamu Raffi yang kuliah di Mesir itu kan? Ya ampun sudah pulang ke Indonesia ternyata!" ucap Bima tersenyum bahagia melihat Raffi yang terlihat begitu tampan dan juga mempesona.


" Kayaknya kalau Raffi dijodohkan dengan Aurel akan sangat menarik ya?" ucap Bima berseloroh kepada semua yang ada di sana.


" Ih papah apa-apaan sih? Main jodoh-jodohin orang. Sudah cukup ya! Kak Zidan dan Kak Marcella dijodohin sama Papa. Jangan jadikan Aurel juga korban Papa! Karena Aurel ingin menikah dengan laki-laki yang Aurel cintai!" protes Aurel dengan misuh-misuh kepada ayahnya.


Mendengarkan perkataan Bima Raffi dan Marcella hanya bisa menundukkan kepalanya.


' Beruntungnya Aurel! Kalau benar dia dijodohkan dengan Raffi. Ya Allah! Wajahnya begitu teduh dan menenangkan!' batin Marcella seakan merintih kesakitan mendengarkan bercandanya Bima.


" Tidak usah didengarkan. Papamu itu memang seperti itu. Oh ya Rafi bagaimana kabar orang tuamu sayang?" tanya Kinan sambil menatap Raffi yang masih terdiam sejak tadi.


" Abi sama Umi saat ini sedang umroh di tanah suci. Rencananya mereka akan menetap di Mekah selama 1 bulan baru akan kembali ke Indonesia!" ucap Raffi mengatakan tentang kedua orang tuanya kepada Kinan.


" Sudah lama Tante dan Om tidak menemui kedua orang tuamu. Karena kami pun belum lama kembali ke Jakarta. Sebelumnya kami berdua tinggal di Surabaya. Hanya Marcella dan Shello yang sekolah di Jakarta!" ucap Kinan menerangkan kepada Raffi mengenai alasannya tidak pernah mendatangi kedua orang tuanya.

__ADS_1


" Jadi sekarang pondok pesantren kamu yang memimpin?" tanya Dipta penasaran.


" Untuk sementara memang saya yang memimpin pondok pesantren sampai Aby dan Umi kembali dari Mekkah!" ucap Raffi.


" Kamu hebat sekali Raffi. Kamu masih muda belia, tetapu sudah menjadi pimpinan pondok pesantren dan kelak pasti akan menggantikan kedua orang tuamu untuk memajukan pondok pesantren!" ucap Sheila dengan penuh kekaguman menatap Raffi yang begitu bersinar di matanya saat ini.


" Sungguh Om sangat senang sekali kalau benar-benar kau berjodoh dengan Putri Om!" kembali Bima mengatakan hal yang sama.


" Sudah stop ya Papa atau Aurel akan pergi dari sini kalau Papa masih bicara masalah perjodohan!" ancam Aurel kepada ayahnya.


Mereka semua hanya tertawa melihat Aurel yang misuh-misuh tidak terima akan dijodohkan oleh Bima dengan Raffi.



Visualisasi Raffiqul A'laa


" Gus Raffi!" tiba-tiba saja seorang gadis berjilbab menghampiri Rafli dengan senyum sumringahnya.


" Ada apa Dinda?" tanya Raffi ketika melihat perempuan itu semakin mendekat ke arahnya.


" Gus diminta untuk kembali sama Ustadz Abdul karena di pondok sedang ada masalah!" ucap gadis cantik itu sambil menundukkan kepalanya ketika dia berhadapan dengan Raffi.


" Oh ya perkenalkan dia adalah Dinda Putri dari Tante Rianti dan Om Bagas. Sekarang dia mondok di pasar Pondok Pesantren milik Abi!" ucap Raffi memperkenalkan Dinda kepada semua orang yang saat ini sedang terpesona menatap kecantikan Dinda yang bercadar dan bergamis lebar.


" Assalamualaikum! Perkenalkan nama saya Dinda" sambil mengulas senyum kepada mereka semua dibalik cadarnya.


" Senang bisa bertemu denganmu Dinda! Oh ya, tolong titipkan salam kami kepada kedua orang tuamu ya? Katakan saja dari Om Bima dan istri om Tante Sheilla dan kedua putra dan putri Om. Aurel dan juga Zidane. Dan yang satu itu adalah calon menantu Om namanya Marcella dan juga Om Dipta dan Tante Kinan!" ucap Bima memperkenalkan semua orang yang ada di dalam ruangan itu.


" Salam kenal semuanya. Saya pernah mendengar cerita tentang Om Bima dan Om Dipta dari Papa Bagas! Bahwa dulu kalianlah yang telah menyelamatkanku ketika nyawaku hampir dalam bahaya!" ucap Dinda sambil tersenyum kepada mereka.

__ADS_1


" Subhanallah! Jadi kau adalah anak itu? Anak yang berhasil diselamatkan oleh Kyai Ali dan juga istrinya ketika akan dijadikan tumbal oleh Tantemu?" tanya Dipta dengan wajah sumringahnya.


" Iya Om! Alhamdulillah berkat pertolongan kalian. Hingga saat ini saya masih hidup dengan sehat!" ucap Dinda.


" Ayo Dinda kita segera kembali ke pondok. Mungkin masalah di sana sangat urgent sehingga Ustadz Abdul mengirimkanmu untuk menjemputku!" ucap Raffi mengajak Dinda untuk segera meninggalkan restoran dan pergi menuju ke pondok pesantren milik ayahnya yang letaknya tidak terlalu jauh dari restoran yang dia kelola.


" Maafkan saya semuanya. Akan tetapi saya harus segera kembali ke pondok. Mungkin ada masalah di sana yang membutuhkan saya!" bocap Rafi berpamitan kepada semua orang yang ada di sana.


" Yah tidak apa-apa. Kami mengerti dengan kesibukanmu. Nanti lain kami akan berkunjung ketika Abi dan umimu sudah kembali ke Indonesia!" ucap Dipta menjanjikan silaturahmi kepada Raffi.


Setelah Raffi dan Dinda meninggalkan restoran. Mereka pun kemudian melanjutkan acara makan siang yang sejak tadi tertunda karena mengobrol dan bertemu dengan Raffi yang sudah sangat lama tidak mereka temui.


" Tidak menyangka ya. Pak Kyai Ali memiliki anak setampan itu. Aih terlihat bahwa dia adalah seorang laki-laki yang berwibawa!" ucap Bima sambil melirik kepada Aurel.


" Kenapa Papah membicarakan Raffi dan melirik kepadaku? Apakah ada masalah denganku?" tanya Aurel Merasa tidak senang dengan dirikan ayahnya yang seakan sedang menyiratkan sesuatu untuk dirinya.


" Padahal bagus to Dek! Kalau kau benar-benar dijodohkan dengan Gus Raffi. Kelak kau akan menjadi Ibu Nyai dengan memiliki santri ribuan orang jumlahnya!" ucap Zidane sambil melirik kepada Marcella yang saat ini sedang menundukkan kepalanya. Merasa tidak senang dengan apa yang dikatakan oleh Zidane.


" Saya tidak tertarik untuk menjadi Ibu Nyai Saya ingin menjadi ibu dokter!" ucap Aurel sambil menatap tajam kepada kakaknya yang sudah mulai ikut-ikutan ayahnya untuk menjodohkan dirinya dengan Raffi.


" Kalau begitu Kau harus berkunjung ke kediaman Om Bagas karena adik dari Dinda adalah seorang dokter yang sangat tampan!" ucap Marcella merasa senang karena ternyata Aurel tidak tertarik dengan Raffi.


" Apakah kau pernah bertemu dengannya?" tanya Aurel tampak tertarik dengan adiknya Dinda yang diceritakan oleh Marcella.


" Aku belum pernah bertemu dengannya secara pribadi sih, hanya saja aku pernah satu kali berobat ke tempat praktek Dia. Dan Dia sangat tampan sekali!" ucap Marcella dengan penuh kekaguman di wajahnya ketika menceritakan kakaknya Dinda yang bernama Reyhan Atmaja.


" Perempuan kalau sudah menceritakan tentang laki-laki. Seakan melupakan segalanya. Benar tidak Mah?" tanya Zidane dengan suara Ketus ketika dia melihat Marcella yang begitu antusias bercerita tentang Reyhan.


" Udah kalian jangan bercerita lagi tentang laki-laki lain! Apa kau tidak melihat wajah Kakakmu yang sudah cemburu karena mendengarkan calon istrinya menceritakan tentang laki-laki lain?" ucap Bima sambil melirik kepada Zidane yang langsung melotot tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh ayahnya.

__ADS_1


__ADS_2