Lurah Pondokku Calon Suamiku

Lurah Pondokku Calon Suamiku
235. Usaha Shello


__ADS_3

Setelah melakukan istiharah, Shello kemudian menetapkan hatinya untuk mendatangi desa Deniz, hendak memastikan. Apakah gadis itu masih menunggunya ataukah sudah menikah dengan laki-laki lain.


Sesuai dengan arahan dan pendapat dari Dipta. Harus memastikan dulu status dari Denis. Jangan sampai nanti keluarga besarnya datang ke sana dan menanggung rasa malu ketika datang ke desa Deniz ternyata dia sudah mempunyai suami.


" Aku yakin kalau Deniz pasti akan selalu menungguku. Dan aku yakin, kalau dia memiliki perasaan cinta yang sama sepertiku!" ucap Shello kepada dirinya sendiri ketika dia pergi menyetir menuju Desa Deniz yang berada di Mojokerto.


Deniz sengaja pergi dengan menggunakan mobilnya sendiri, tanpa sopir setelah dia turun dari bandara.


Perusahaan Dipta ada di mana-mana. Sehingga Dipta bisa memerintahkan anak buahnya untuk menyiapkan segala fasilitas yang dibutuhkan oleh Shelo ketika dia hendak mengunjungi Mojokerto.


Begitu sampai di desa yang ditempati oleh keluarga Deniz. Shello tampak terkejut ketika dia melihat keramaian di depan rumah wanita yang selama beberapa hari ini selalu menjadi buah mimpinya.


" Apa yang sedang terjadi di rumah itu Pak?" tanya Denis kepada orang yang hendak bertamu ke kediaman keluarganya Deniz.


Laki-laki paruh baya itu menatap Shelo dengan kening yang berkerut. Karena dia melihat wajah Shelo yang pucat pasi dan tampak kesulitan untuk berdiri.


" Anda baik-baik saja?" tanyanya khawatir.


" Tolong jawab pertanyaanku! Di dalam sana ada acara apa? Kenapa begitu ramai dan ada tenda segala di sana? Kenapa seperti ada sebuah pesta di sana?" tanya Shello dengan suara bergetar.


" Oh di dalam sana sekarang sedang ada acara pernikahan putrinya Pak Mardan yang bernama Deniz dengan Arya, anaknya juragan Subroto," ucap laki-laki itu pelan sambil meninggalkan Shelo yang seketika merasa terkejut dengan kenyataan itu.


" Ya Tuhan! Ternyata Deniz sudah menikah dengan laki-laki lain. Aku terlambat ya Tuhan!" ucap Shello sambil memukul kepalanya secara perlahan karena dia benar-benar tidak mengerti dengan kondisinya saat ini.

__ADS_1


Dengan langkah gontai Shello berusaha untuk menguatkan hatinya. Shello masuk ke dalam kerumunan orang yang tengah bergembira dan berpesta merayakan pernikahan antara Deniz dan Arya.


Hati Shello berdenyut nyeri ketika dia melihat Deniz yang saat ini sedang bersanding dengan Arya di pelaminan.


" Deniz?" ucap Shello dengan suara gemetar dan mata yang berkaca-kaca.


Denis yang saat itu sedang menerima ucapan selamat dari teman-temannya, seketika dia melayangkan pandangannya ke arah Shelo yang tadi memanggil namanya dengan lirih.


" Shello?" ucapnya seakan tidak percaya melihat laki-laki yang sudah selama 1 tahun ini dia tunggu untuk datang melamarnya. Sekarang berdiri di hadapannya dengan mata yang berkaca-kaca.


" Kenapa kau tidak menungguku? Bukankah aku sudah mengatakan padamu kalau aku akan datang melamarmu?" tanya Shelo dengan suara parau dan air mata yang terus mengalir di pipinya.


Deniz yang melihat kedatangan Shelo dia pun seketika turun dari pelaminan dan mendekati Shelo yang sedang menatapnya dengan pilu.


Arya yang menarik tangan Denis seketika dihempaskan begitu saja olehnya dan dia berlari ke pelukan Shello yang tampak masih sedih hatinya atas pernikahan Deniz.


" Aku melakukan istikharah dan hasil nya hatiku memanggil untuk datang kemari untuk menemuimu. Tapi ternyata ini yang aku dapatkan. Kau telah menyakitiku Deniz. Kenapa kau tidak menungguku? Bukankah aku sudah berjanji padamu akan datang untuk melamarmu?" tanya Shello.


Deniz yang hatinya merasa terenyuh melihat kondisi Shelo yang saat ini masih berderai air mata. Dia tidak sanggup untuk tidak meloloskan air mata dari kelopak matanya yang sembab seketika karena menangis.


Sementara itu Arya yang saat ini sedang berdiri di pelaminan, tampak mengepalkan kedua tangannya merasa marah melihat apa yang dilakukan oleh Deniz di hadapannya.


Pun demikian dengan kedua orang tua Arya yang merasa tersinggung atas apa yang dilakukan oleh Deniz di hari pernikahannya.

__ADS_1


" Kurang ajar sekali perempuan itu! Sudah beruntung anak kita mau menikah dengannya yang walaupun hanya orang miskin tak berpunya. Sekarang berani-beraninya dia bermesraan dengan laki-laki lain disini?" ucap Bu Rahma sambil menatap tajam kepada keluarga Pak Mardan yang sedang menatap adegan mengharukan antara Deniz dan Shello.


Arya yang merasa marah karena istrinya dipeluk oleh orang lain, dia pun turun dari pelaminan dan menarik tangan Deniz ke dalam pelukannya.


" Dasar perempuan murahan berani-beraninya kau bermesraan dengan laki-laki lain di acara pernikahan kita!" ucap Arya sambil menatap tajam kepada Deniz.


Pak Mardan yang merata tersinggung putrinya dihina oleh laki-laki yang baru satu hari menjadi menantunya dia pun langsung mendekati Arya dengan mata yang merah padam karena amarah di hatinya.


" Siapa yang kau bilang perempuan murahan berani-beraninya kau menghina putriku!" Ucap pak Mardan yang berusaha untuk menarik Deniz dari pelukan Arya.


Arya sangat marah sekali melihat apa yang dilakukan oleh Pak Mardan yang dia nilai sebagai kelancangan karena sudah berani menantangnya.


" Sungguh berani kau Pak Tua! Kau sedang menantang kekuasaan ku huh? sSekarang juga aku akan membawa perempuan murahan ini ke dalam kediaman kami dan tidak akan ku izinkan dia untuk melihat kalian bahwa semua seumur hidupnya! Dasar kalian orang miskin yang sangat menyedihkan!" ucap Arya sambil menarik tangan Deniz untuk menjauh dari keramaian.


Pak Mardan yang mendengarkan penghinaan dari Arya hatinya benar-benar terbakar emosi.


" Dengarkan semuanya! Dengan ini aku mengumumkan bahwa pernikahan putriku dengan Arya Subroto aku batalkan hari ini juga. Saya tidak rela putri saya dijadikan istri oleh laki-laki yang tidak menghargai keluarga kami!" setelah mengatakan itu Pak Mar dan kemudian menarik tangan Denis yang seketika Luruh air matanya karena sang ayah yang sudah memutuskan untuk membatalkan pernikahannya bersama Arya laki-laki yang tidak dia cintai.


Arya yang mendengarkan Pengumuman itu sontak terkejut dan sangat marah.


" Sungguh beraninya ke orang miskin menghina keluargaku! Aku tidak akan pernah membiarkan kalian hidup tenang di desa ini!" ucap Arya siap menyerang Pak Mardan dan menarik Deniz dari genggaman tangannya. Akan tetapi Shello yang melihat bahwa wanita yang dia cintai dalam keadaan bahaya, dia langsung memberikan bogam mentah kepada Arya untuk menahan gerakannya ketika hendak menghajar Pak Mardan tadi.


" Apakah kau tidak malu karena menghajar seorang laki-laki yang tadi telah kau sunting putrinya untuk menjadi istrimu? Kalau kau seorang manusia yang mempunyai hati nurani. Pergilah dari tempat ini karena pernikahan tidak bisa dipaksakan!" ucap Shelo sambil menghempaskan tubuh Arya ke lantai.

__ADS_1


Arya yang merasa sangat marah dan juga tersinggung dengan apa yang dilakukan oleh Shello, dia pun langsung menghubungi pihak kepolisian untuk mengamankan kericuhan yang terjadi di acara pernikahannya.


" Halo pak polisi! Di sini ada pengacau yang sudah mengganggu acara pernikahanku dan istriku. Kalian harus menangkap laki-laki kurang ajar itu yang sudah berani sekali mengganggu dan mengusik ketenangan keluarga Subroto!" ucap Arya dengan jumawa melaporkan Selo ke kantor polisi.


__ADS_2