Lurah Pondokku Calon Suamiku

Lurah Pondokku Calon Suamiku
201. Kedatangan Elena


__ADS_3

" Oke bro, hati-hati di jalan ya! Harus segera masuk karena jam sudah mepet untuk mengajar!" ucap Raffi.


" Ya, sana!" ucap Rehan sambil menatap kepada Raffi.


Raffi kemudian meninggalkan sahabatnya untuk kembali ke kediaman Dipta dan melanjutkan acara yang sedang ada di sana.


" Gus sudah di tunggu santri untuk mengajar!" tiba-tiba seorang santri sudah mendekati Raffi.


" Tunggu sebentar saya mau mengganti pakaian dulu!" ucap Raffi sambil melangkahkan kakinya Ke kediaman orang tuanya.


Setelah mengganti pakaian Raffi langsung menuju ke tempat mengajar.


" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!" ucap Raffi saat dia masuk ke dalam ruangan.


" Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh!" ucap seluruh santri yah adel di ruangan itu. Menjawab salam dari Raffi.


" Ya ampun bener deh Gus Raffi itu benar-benar sangat tampan!" ucap salah seorang santri putri yang bisa melihat secara langsung Raffi di antara hijab yang memisahkan santri putra dan putri di dalam ruangan itu.


" Iya benar senang sekali ya kalau bisa menjadi istrinya!" ucap yang lain.


Tampak keributan di area putri yang berbicara tentang pesona Gus mereka. Sehingga menarik perhatian dari Raffi.


" Kalau kalian lebih memilih untuk berbincang dengan teman kalian, silahkan lanjutkan saja. Kalau begitu saya akan kembali ke ruangan saya!" ucap Raffi yang kemudian bangkit dari duduknya.


" Jangan pergi Gus! Kami tidak akan mengobrol lagi maafkan kami!" ucap salah seorang santri putri yang menahan langkah Raffi untuk meninggalkan ruangan itu.


" Seharusnya kalian tahu bahwa kalian berada di sini adalah untuk mengaji bukan untuk merumpi atau memuji seseorang! Karena sesungguhnya Segala Pujian hanyalah milik Allah kita manusia tidak kebagian!" ucap Raffi menatap pada santri putra.


" Iya Gus maafkan kami tidak akan mengulanginya lagi!" janji mereka serempak dan kompak.


Raffi pun kemudian kembali ke tempat duduknya dan memulai untuk mengajar.


Sekitar 1 jam lebih Raffi berada di dalam ruangan itu sampai datang seseorang memanggilnya.


" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Mohon maaf Gus, di depan ada tamu mencari Gus Raffi!" ucap santri tersebut.


" Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh. Baiklah suruh dia menunggu sebentar lagi saya akan kesana!" ucap Raffi sambil menatap santri tersebut.


" Baiklah untuk pelajaran hari ini sekian. Kalian hapalkan dan besok kalian harus sudah menghafalnya. Aetor kepada saya pada saat ba'da sholat subuh!" ucap Raffi kemudian dia pun meninggalkan ruangan itu.

__ADS_1


" Siapa orang malam-malam datang kemari dan mencariku?" tanya Raffi penasaran.


" Cepat gue sudah ditunggu!" ucap Santri tadi.


" Siapa memang yang bertamu di jam seperti ini?" Raffi benar-benar penasaran.


" Seorang gadis Gus cantik sekali!" ucap santri itu sampai meringis kepada Raffi.


Raffi mempercepat langkahnya karena dia merasa penasaran dengan tamu yang dikatakan oleh santri itu.


" Baiklah kau bisa kembali ke tempatmu!" titah Raffi ketika dia melihat santri itu terus mengikutinya.


" Oh baiklah Gus saya kembali ke pos jaga!" ucap santri itu merasa kecewa karena di larang menemui tamu Gusnya.


Raffi terperanjat ketika dia menemukan bahwa ada seorang gadis yang duduk di teras kediaman kedua orang tuanya.


" Kenapa kamu ada disini?" tanya Raffi dengan suara datar dan ingin tanpa menatap kepada perempuan itu sama sekali.


" Karena aku ingin bertemu denganmu. Karena aku sangat merindukanmu!" ucap Gadis itu sambil terus menatap Raffi dengan lekat.


" Jam bicara ngawur kamu! Udah sana pulang ini sudah malam tidak baik seorang gadis berada di kediaman seorang pria!" ucap Raffi sambil meninggalkan gadis itu.


" Tapi aku sangat merindukanmu. Kau sejak kembali dari Mesir tak pernah datang ke kediamanku!" ucap Gadis itu sambil memeluk Raffi dari belakang.


Dengan cepat Raffi melepaskan perempuan itu untuk menjauh darinya.


" Menjauhlah dariku kau benar-benar sangat membuatku kesal!" ucap raffi menyuruh kepada seperti gadis itu untuk pergi.


" Kang tolong ke sini!" Raffi memanggil seorang santri yang saat ini sedang melintas di hadapannya.


" Ada apa Gus?" tanyanya.


" Tolong panggilkan beberapa orang santri putri kemari!" perintah Raffi kepada santri tersebut.


Sekitar 10 menit kemudian datang lima orang santri putri ke kediaman Raffi.


" Ada apa Gus Apa kami bisa membantumu?" tanya ketua santri putri yang kebetulan ada di antara mereka.


" Tolong kalian antarkan Nona Elena untuk keluar dari Pondok!" perintah Raffi kepada mereka.

__ADS_1


" Tapi ini sudah malam Gus tidak baik seorang perempuan pergi tengah malam seperti ini!" ucapnya.


" Ya sudah Kalian bawa saja ke asrama putri. Terserah mau kalian tempatkan di mana. Pastikan besok pagi-pagi dia harus sudah meninggalkan pondok!" perintah Raffi kepada mereka kemudian dia pun meninggalkan tempat itu dan segera masuk ke dalam rumahnya.


" Tapi aku maunya sama kamu sayang!" tiba-tiba saja Elena mengejar Raffi dan ikut masuk ke dalam rumahnya.


" Elena hentikan semua kegilaanmu ini kau benar-benar membuatku tambah muak denganmu!" ucap Raffi dengan marah.


" Tapi aku jauh-jauh datang dari Mesir untuk bertemu denganmu Kenapa kau berlaku seperti ini padaku Fi?" tanya Elena kesal.


" Aku tidak pernah memintamu untuk datang kemari. Sudah sana kau ikut dengan santri putri dan tinggal di asrama putri!" ucap Raffi tegas tidak memperdulikan Elena yang kini mulai berderai air mata.


" Apa kamu yakin kalau kamu ngusirku dari sini?" tanya Elena.


" Ya sudah kalau kau memang ingin tinggal di sini silakan!" ucap Raffi.


Elena sangat senang sekali mendengarkan apa yang dikatakan oleh Raffi dia pun kemudian memeluk Raffi dengan erat.


" Tolong Elena jangan kau melakukan hal seperti ini kau benar-benar membuatku malu dan kesal denganmu!" ucap Raffi Kehilangan kata-kata.


" Tapi aku benar-benar merindukanmu makanya aku jauh-jauh kabur dari Mesir datang ke Indonesia!" ucap Elena dengan suara manjanya.


Sementara itu di luar para santri putri yang menyaksikan adegan itu mulai berbisik-bisik dan sampai juga ke telinga Raffi.


" Ih gadis itu benar-benar tidak punya malu. Masa dia mengganggu Gus kita sih?" tanya mereka satu demi satu.


" Iya benar-benar mengesalkan deh!" ucap yang lain.


" Elena! Kau boleh tinggal di sini dan ditemani oleh mereka sekarang aku akan pergi dari sini. Kau lepaskan tanganmu!" ucap Raffi dengan suara tegas.


" Kamu Jahat banget sih Fi! Aku kan jauh datang ke sini untuk kamu! aku benar-benar merindukanmu Fi!" ucap Elena bergelayut manja di bahu Raffi Raffi Raffi langsung menghindar dan menjauh dari Elena.


" Tolong jagalah kehormatanmu sendiri Elena! Pergilah atau kalau kau ingin di sini aku akan menyuruh mereka untuk menemanimu dan aku akan tinggal di asrama putra!" ucap Raffi yang langsung meninggalkan Elena di dalam rumah itu.


" Kalian berdua temani Elena di dalam kamarku Aku akan tidur di asrama putra. Tolong kalian perhatikan tingkah laku dia kalau dia macam-macam suruh dia keluar dari Pondok!" perintah Raffi kepada santri putri yang tampak melongo dengan apa yang dia katakan.


" Bener Gus Kami boleh tidur di kamar Gus?" tanya mereka dengan wajah berbinar dan penuh kebahagiaan.


" di rumah ini hanya ada dua kamar satu kamar milik kedua orang tuaku dan satu kamar milikku Kalau kalian tidak tidur di kamarku lalu Kalian mau tidur di mana mau tidur di lantai yang di ruangan ini?" tanya Raffi dengan Ketus dan datar.

__ADS_1


" Sudah Jangan banyak cerewet! Cepat kalian semua temani Eelena di kamar yang ada tulisan Raffi. Aku sudah ngantuk dan ingin tidur!" tanpa banyak cakap lagi Raffi pun langsung pergi dari tempat itu dan menuju asrama putra.


Sementara itu Elena tampak misuh-misuh ketika melihat Raffi yang meninggalkannya bersama dengan santri putri yang lain.


__ADS_2