Lurah Pondokku Calon Suamiku

Lurah Pondokku Calon Suamiku
196. Ayolah sayang!


__ADS_3

" Ayolah sayang!" ucap Zidan dengan frustasi melihat Marcella yang tampak tidak tertarik dengan acara pernikahan mereka berdua.


" Stop dengan semua drama koreamu yang tidak mengharu biru sama sekali! Karena aku tidak tertarik sama sekali. Karena aku tahu alasanmu meminta mempercepat penikahan kamu denganku. Kau hanya ingin membuat wanita yang kau cintai merasa menyesal karena sudah memilih laki-laki lain dan mencampakkanmu begitu saja! Ckckck!" ucap Marcella berdecih merasa kesal dengan kelakuan Zidane yang terlalu kekanakan baginya.


" Tapi aku beneran mencintaimu loh! Buktinya Aku sangat cemburu ketika melihat Fikar milikmu yang mematapmu dengan tatapan penuh pengharapan!" ucap Zidane menatap Marcella dengan lekat.


" Stop untuk selalu bilang kalau Fikar sebagai milikku! Karena dia bukan milikku! Dia adalah milik dirinya sendiri!" ucap Marcella kesal sambil menatap tajam kepada Zidane.


" Kau memang benar-benar seorang gadis yang lugu. Sehingga tidak bisa melihat dan tidak bisa membedakan seorang laki-laki yang mencintaimu atau tidak! Ckckck!" ucap Zidane kesal sambil terus menggelengkan kepalanya.


" Pasang seatbel mu! Karena kita akan segera berangkat ke butik untuk mengambil gaun pengantinmu yang sudah jadi!" ucap Zidane mengulas senyum kepada calon istrinya.


" Aku tidak mengerti kenapa kau harus melakukan semua ini kepadaku. Kau lihat sendiri kan? Semua teman-temanku di sekolah. Mereka semuanya histeris ketika melihatmu. Aku yakin hanya dengan menunjukkan jari telunjukmu akan banyak perempuan yang mengantri untuk menjadi istrimu!" ucap Marcella dengan menatap sinis kepada Zidane.


" Maka kau harus bersyukur dan berterima kasih kepada Allah. Karena telah membuatmu menjadi anak dari Om Dipta sehingga kau beruntung menjadi istri dari seorang Zidane!" ucap Zidane dengan penuh percaya diri.


" Ckckck! Dasar raja narsis yang tak bisa di tolong lagi. Oiii yang ada aku saat ini merasa kejatuhan sial. Karena harus menikah dengan laki-laki ajaib sepertimu!" ucap Marcella dengan mata melotot sempurna kepada Zidane yang tersenyum kecut kepadanya.


" Sudah cepat pasang sabuk pengamanmu! Jangan sampai kita kena tilang polisi gara-gara kecerobohannya!" ucap Zidane mengakhiri perdebatan di antara mereka berdua.


Sejujurnya hati Zidane merasa tersayat sembilu ketika dia mendengarkan perkataan Marcella yang merasa kejatuhan sial karena menikah dengannya.


Sepanjang perjalanan menuju butik. Tidak ada percakapan sama sekali di antara keduanya. Karena hati Zidane saat ini masih sakit mendengarkan apa yang dikatakan oleh Marcella kepadanya.


Marcella melirik sekilas kepada Zidane. Dia mengecek calon suaminya yang dari tadi tetap keukeuh tidak mau bicara dengannya.


' Kalau lagi diam seperti itu. Dia tampan juga. Akan tetapi sayang, mulutnya begitu pedas dan juga Raja narsis tingkat dewa!" monolog Marcella di dalam hatinya sambil sesekali melirik Zidan yang tetap fokus menyetir.


" Tidak usah meliriku terus! Kalau sampai kau jatuh cinta kepadaku nanti. Maka kau tidak akan bisa melepaskanku lagi!" ucap Zidane tanpa melirik sekilas pun kepada Marcella.


" Ck!" ucap Marcella sinis.


Setelah mereka sampai di butik Zidane membukakan pintu mobilnya untuk Marcella sehingga membuat Marcella sampai memerah pipinya karena merasa malu diperlakukan begitu romantis oleh Zidane.


" Zidane! Apa kabarmu?" tiba-tiba seorang wanita cantik berpenampilan layaknya seorang model mendekati Zidane dan Marcella.


" Kabarku baik! Kau sedang apa di sini Alexa?" tanya Zidane datar dan dingin.


Marcella yang mendengarkan seakan merinding dan membeku hatinya.

__ADS_1


' Ya ampun pantas saja perempuan cantik itu lebih memilih untuk menikahi laki-laki lain daripada menikahi pria dingin seperti dia!' bathin Marcella merinding.


" Kau sedang apa di sini Alexa?" tanya Zidane.


" Aku mau mengambil gaun pengantinku dan tuxedo milik calon suamiku!" ucap Alexa sambil melirik sekilas kepada Marcella.


" Dia siapa Zidane? Apa kau bisa untuk memperkenalkannya padaku?" tanya Alexa sambil menatap kepada Marcella dengan berjuta perasaan di dalam tatapannya.


Marcella bisa merasakan bahwa saat ini Alexa tampak merasa tidak nyaman dengan kehadirannya.


" Dia adalah Marcella calon istriku. Besok kami akan menikah! aku kemari untuk mengambil gaun pengantin miliknya dan juga tuxedo untukku!" ucap Zidane.


" A.. apa? Menikah besok?" tampak Alexa yang terkejut dan menutup mulutnya yang terbuka karena kaget menggunakan kedua tangannya.


Marcella bisa melihat tingkat keterkejutan Alexa yang luar biasa.


' Ya ampun! Aku kira Zidane akan menangis termehek-mehek dengan berita pernikahanku dengan Mario. Tapi ternyata aku salah besar! Dia begitu cepat move on dan melupakanku dan sekarang dia bahkan akan menikahi tunangannya!' batin Alexa sambil terus menatap kepada Zidane yang saat ini sedang menatapnya dengan lekat.


Marcella bisa membaca tatapan penuh cinta di antara mereka berdua. Akan tetapi situasi dan kondisi yang tidak mengizinkan untuk mereka bisa saling merengkuh satu sama lain. Sehingga akhirnya berpisah dan memilih unthk hidup bersama dengan orang lain yang sudah ditakdirkan untuk mereka.


" Sayang! Aku akan masuk dulu ke dalam butik. Kalau kau masih ingin mengobrol dengan temanmu, tidak apa-apa sayang! Aku akan menunggumu di dalam!" ucap Marcella sambil mencium pipi Zidane di hadapan Alexa.


" Ayo kita masuk ke dalam bersama sayang! Aku tidak akan pernah membiarkanmu untuk sendirian!" ucap Zidane sambil mengecup bibir Marcella sekali lagi.


Setelah itu Zidane langsung menggenggam tangan Marcella dengan posesif dan masuk ke dalam butik.


Alexa menatap semua adegan romantis diantara Zidane dan Marcella dengan hati kebat-kebit dan perasaan yang bercampur aduk tidak karuan.


" Ya Allah! Apakah aku sama sekali tidak berharga di hatinya? Kenapa dia begitu mudah melupakanku?" tanya Alexa sambil terus menatap lurus kepada Zidane dan Marcella yang sekarang sedang berada di dalam butik.


" Ayo kita masuk ke dalam dan ambil gaun dan tuxedo milik kita!" ucap Mario yang tiba-tiba sudah berada di belakang Alexa.


Alexa yang terkejut melihat kedatangan calon suaminya Dia hanya bisa tersenyum dengan penuh kepalsuan agar membuat Mario tidak curiga dengan perasaannya saat ini ketika melihat Zidan dan Marcella yang begitu mesra di dalam sana.


Tampak Zidane yang begitu memperhatikan Marcella. Bahkan dia pun mengambilkan camilan serta minuman untuk Marcella. Sehingga membuat Alexa mengingat kembali masa-masa kebersamaannya selama di luar negeri bersama dengan Zidane.


' Kenapa tiba-tiba aku merasa rindu dengan semua yang pernah kau lakukan padaku Zidane? Kenapa baru sekarang kurasakan bahwa aku sangat mencintaimu?' batin Alexa sambil terus menatap interaksi antara Zidane dan Marcella yang begitu romantis di matanya.


" Habis ini kita pergi ke restoran ya dan memesan catering untuk pernikahan kita!" ucap Mario kepada Alexa yang masih terus melirik kepada Zidane dan Marcella.

__ADS_1


" Sayang?" tanya Mario heran.


" Iya aku akan mengikutimu!" ucap Alexa sambil mengulas senyum kepada calon suaminya.


Sementara itu Zidane yang melihat kemesraan antara Alexa dan Mario hatinya pun merasa sangat panas dan merasakan sakit yang sama besarnya dengan Alexa.


Huh!


Marcella hanya bisa menghembuskan nafasnya melihat kelakuan dua sejoli yang saling mencintai itu yang kini saling menyakiti satu sama lain dengan pasangan mereka masing-masing.


' Kasihan mereka berdua yamg harus hidup terpisah dan harus melihat kebahagiaan pasangannya dengan yang lain. Oh Tuhan! Apakah aku berdosa karena telah memisahkan kedua pecinta ini?' bathin Marcella pelan.


' Dan sialnya aku malah membantu laki-laki kurang ajar itu untuk menyakiti wanita yang dia cintai!' batin Marcella dengan kesal kepada dirinya sendiri yang sudah menjadi bagian di antara skenario yang dibuat oleh Zidane untuk menyakiti hati Alexa.


Marcella bisa melihat Alexa yang begitu menderita ketika melihat Zidane yang tiba-tiba menciumnya di hadapan dirinya.


' Aku kalau menjadi Alexa. Kalau dalam situasi semacam ini. Pasti lebih baik terjun ke laut saja dan berenang dengan putri duyung. Ya Tuhan Zidane benar-benar sangat mengerikan untuk membalaskan rasa sakit hatinya kepada wanita yang pernah dia cintai dan menghianatinya!' batin Marcella terus melihat kepada Alexa dan Zidane yang masih saling melirik satu sama lain.


' Aku bisa menangkap dari tatapan mereka berdua kalau mereka masih saling mencintai! Apa sebaiknya Aku mengatakan saja ya, kepada Alexa. Kalau pernikahan kami tidak benar-benar terjadi. Kalau pernikahan kami hanya sebuah status saja? Semua yang terjadi disebabkan oleh rasa cemburu Zidane karena mengetahui pernikahan Alexa dan calon suaminya yang saat ini ada di sampingnya? Jadi hati Alexa tidak terlalu sakit seperti sekarang?' batin Marcella sambil terus menatap kedua sejoli yang tidak bisa saling memiliki karena ego dan juga situasi dalam hidup mereka.


Ketika Marcella melihat Alexa meninggalkan Mario dia langsung meminta izin kepada Zidane untuk pergi ke toilet.


" Maafkan aku! Apakah aku boleh pergi ke toilet dulu?" tanya Marcella sambil menatap kepada Zidane.


" Hmmmm!" jawab Zidane yang matanya terus mengawasi kepergian Alexa.


Marcella yang merasa sudah diizinkan Akhirnya dia pun mengikuti Alexa yang juga pergi ke toilet yang ada di butik itu.


Ketika Marcella melihat Alexa yang keluar dari toilet. Marcella langsung memanggil Alexa.


" Apakah kita bisa bicara sebentar?" tanya Marcella kepada Alexa.


" Membicarakan apa? Saya rasa di antara kita tidak ada yang perlu dibicarakan!" ucap Alexa dengan Ketus tanpa melirik kepada Marcella sedikitpun.


" Membicarakan tentang pernikahanku dengan Zidane. Ayolah Kau pasti akan tertarik!" ucap Marcella sambil mengulas senyum termanisnya kepada Alexa.


" Memang ada apa dengan pernikahanmu dan Zidane?" tanya Alexa kecut.


" Pernikahan kami berdua hanyalah sebuah status yang disebabkan karena rasa kemarahan dan rasa cemburu Zidane dengan rencana pernikahanmu!" ucap Marcella sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya.

__ADS_1


" Bagaimana mungkin hal itu terjadi? Aku bisa melihat dari sikap dan perilaku Zidane. Bahwa dia tampak mencintaimu!" ucap Alexa sambil pelan sambil melirik sekilas kepada Marcella yang saat ini sedang tersenyum kepadanya.


__ADS_2