
Setelah mereka mempersiapkan semua kebutuhan mereka, selama tinggal di kampung. Mereka pun akhirnya berangkat menggunakan mobil miliknya Bagas. Mereka akan honeymoon ke kampung halaman suaminya.
Kampung halaman yang sudah sangat lama tidak dikunjungi oleh Bagas maupun oleh Rianti. Dahulu, ketika Rianti masih kecil dia sering berkunjung ke kampung itu. Tetapi sudah sangat lama, keduanya tidak pernah mengunjungi kampung halaman itu.
"Wah, asri sekali ya, Mas?" Rianti tampak sumringah kembali lagi ke masa lalu mereka.
Ya, mereka berdua dahulu sering datang ke sini. Kesibukan orang tua Rianti, memaksa Rianti untuk selalu menerima kesendiriannya di rumah besar miliknya. Sehingga Rianti sering meminta kepada Mang Diman, supirnya kala itu, untuk mengantarkannya bermain ke kampung ini. Dan sekaligus Mang Diman juga pulang ke kampung halamannya. Dahulu ketika awal-awal bekerja,Mang Diman tidak membawa serta keluarganya ke Jakarta. Hanya ketika Bagas mulai kuliah, baru Mang Diman membawa seluruh keluarganya ke Jakarta dan tinggal bersama.
"Mas juga sudah lama sekali tidak pulang ke sini. Ayah dan ibu katanya mau pulang juga ke sini. Tapi tidak tahu juga, sih! Nanti bisa kita lihat, ya?" ucap Bagas sambil fokus menyetir.
"Mas, terimakasih! Karena kamu mau hadir dalam kehidupan aku! Hampir saja, Aku terjebak dalam permainan yang aku buat sendiri. Dan hampir saja aku menghancurkan rumah tangga orang lain. Terima kasih ya Mas, karena kamu sudah menarik aku dari lubang tanpa dasar itu!" ucap Rianti.
__ADS_1
"Lubang tanpa dasar?" tanya Bagas tidak paham.
" Iya Mas lubang tanpa dasar! Awalnya, aku mendekati Ustaz Ali, itu adalah hanya untuk balas dendam saja. Itu adalah permintaannya Papah, yang saat itu sedang emosi mendengar dan melihat Kakakku karena dia masuk penjara gara-gara pasangan itu. Oleh karena itu Ayah gelap mata saat itu mengirimku ke Purwokerto untuk mendekati laki-laki itu, untuk menarik perhatiannya. Kalau bisa aku harus menikah dengannya untuk memisahkan suami istri itu. Dan imbalannya, aku akan menerima seluruh harta Kakakku. Harta dia dan juga harta kedua orang tuaku. Saat itu, aku memang gelap mata, Mas! Yang aku ingat, waktu itu, hanyalah kesenangan memiliki banyak harta dunia. Tetapi aku lupa, bahwa itu semua tidaklah kekal dan tidak abadi. Aku hampir saja merusak rumah tangga mereka, Mas! Bahkan, istrinya Ustaz Ali, sampai meninggalkannya lebih dari berbulan-bulan lamanya dan mereka baru bertemu berapa bulan terakhir ini. Tapi, mereka pun hampir saja bercerai lagi gara-gara aku!" plong sudah perasaan Riyanti setelah menceritakan semua Masa Lalu kelamnya kepada sang suaminya. Bagas hanya terdiam ketika mendengarkan kisah sang istri, yang ternyata tidaklah sesederhana itu. Ternyata ada unsur balas dendam di baliknya, dan ada imbalan harta di dalamnya.
"Nanti kalau kita sudah free dan ada waktu, kita datang kepada mereka berdua. Untuk meminta pengampunan. Agar kedepannya, rumah tangga kita tidak mempunyai beban maupun hutang kepada mereka lagi. Mas ingin kita melewati rumah tangga kita dengan tenang dan tanpa ada prasangka apapun dari pihak luar maupun dari pihak kita Kamu setuju sayang?" ucap Bagas sambil meremas tangan istrinya, yang langsung mengangguk-angguk mengerti. Bagas sangat senang, karena sejak menikah, Rianti sangat patuh kepadanya.
"Sayang, andaikan mereka tidak bisa memaafkan kesalahan Aku, gimana?" tanya Rianti tertunduk lesu. Banyak sekali ketakutan yang ada di dalam hatinya saat ini.
"Sudahlah sayang! Kamu, jangan memikirkan hal yang tidak-tidak lagi! Kita kan, tujuannya ke sini adalah untuk bulan madu kita. Untuk senang-senang, untuk refreshing. Kita pikirkan masalah itu, setelah kita kembali ke Jakarta lagi oke?" Bagas tersenyum manis kepada istrinya.
"Terima kasih ya, Mas! Atas dukungan kamu. Tadinya aku sangat takut sekali untuk menceritakan ini kepadamu. Aku takut, kamu menjadi ilfil kepadaku. Dan merasa malu dengan kelakuanku. Aku benar-benar menyesali hal itu, Mas! Tapi, pada periode itu, Aku tidak pernah melakukan hal buruk. Aku hanya mendekati dia saja. Tetapi dia tidak pernah menggubris aku, Mas! Cintanya untuk istrinya sangat kuat. Itulah, yang membuat aku jadi hampir gila, karena memikirkan hal itu!" ucap Rianti lagi.
__ADS_1
"Ya Sayang! Sudah! Lupakan Ya? Mulai sekarang, Mari kita buka lembaran baru, untuk kehidupan rumah tangga kita. Kita lupakan semua masa lalu itu. Kalau Masa lalu itu hanya bikin kamu menjadi sakit atau membuat kamu tidak bahagia, kita lupakan semua itu, sayang! Mas akan selalu siap, untuk membimbing kamu. Untuk memperbaiki masa depan kamu yang jauh lebih baik!" ucap Bagas dan Riantipun tersedu-sedu, hatinya sangat terharu dengan sang suami yang mau menerima keburukan dalam hidupnya. Sebuah aib dalam masa lalunya.
"Wah! Kita sudah sampai, sayang! Iu rumah, Mas! Tampaknya Abah dan Umi, juga sudah sampai duluan. Ayo, Sayang! Kita turun, kita nikmati masa kecil kita di sini, dan semoga, di sini pula kita akan memiliki anak pertama kita!" ucap Bagas begitu berbinar-binar.
"Amien, Mas!" ucap Rianti.
Tampak binar kebahagiaan di mata Rianti saat ini, ketika dirinya menginjakkan kakinya kembali di kampung halaman sang suami. Yang telah berturut-turut, sekian tahun lamanya, tidak dia kunjungi lagi.
"Wah, Mas! Kampung halaman Ini masih saja asri dan juga cantik, ya? Aku rasanya nggak sabar loh, kalau kita pergi ke sungai lagi. Seperti dulu. Pasti itu akan sangat menyenangkan, Mas!" Rianti langsung bersorak kesenangan ketika sampai di kampung halaman Bagas.
Bagas tertawa bahagia, melihat Rianti masih sama seperti dulu. Ketika dia masih kecil dulu. Rianti juga selalu seperti itu, kalau setiap kali datang ke kampung halamannya ini. Rianti selalu datang bersama ayahnya, yang setiap bulan selalu pulang untuk menengok keluarganya. Dan Riyanti selalu ikut bersama, karena alasan bahwa dia merasa kesepian tinggal di rumah sendiri. Karena kedua orang tuanya, lebih sibuk berbisnis. Kadang ke luar negeri, kadang keluar kota dan meninggalkan Riyanti seorang diri di rumahnya, hanya dengan pembantu dan supir saja.
__ADS_1
"Mas senang sekali, karena kamu bahagia dengan honeymoon kita. Semoga, honeymoon Ini menghasilkan keturunan untuk kita berdua dan melengkapi Kebahagiaan rumah tangga kita!" ucap Bagas, sambil membimbing istrinya untuk masuk ke dalam rumahnya.