Lurah Pondokku Calon Suamiku

Lurah Pondokku Calon Suamiku
212. Pernikahan Raffi dan Dinda


__ADS_3

Setelah berpamitan kepada Dipta Raffi kemudian pulang bersama dengan Bagas dan juga istrinya.


" Apakah benar kalau kau itu calon suami dari anak duta besar itu?" tanya Rianti kepada Raffi karena dia merasa penasaran dengan hubungan antara Raffi bersama Elena.


" Tidak Om! Saya dan Elena hanya teman saja saya belum memutuskan Siapa wanita yang akan menjadi istri saya!" ucap Raffi.


" Lalu bagaimana dengan putri kami? Bukankah ada pembicaraan untuk pernikahanmu bersama dengannya antara kami dan kedua orang tua kamu?" tanya Bagas kepada Raffi.


" Maafkan saya om saya benar-benar tidak mengerti harus melakukan apa Saya akan menyerahkan masalah pernikahan ini kepada Abi dan Umi tunggulah sampai mereka kembali dari Mekah dan kita akan memutuskan semuanya!" ucap Raffi sambil menatap kepada Bagas.


" Baiklah kami akan menunggu kabar darimu tapi pastikan kalau kau sudah memutuskan siapa yang akan menjadi istrimu agar kedepannya tidak akan ada hal yang tidak baik di antara keluarga kita!" ucap Bagas.


" Katakan pada Om. Sebetulnya Kau ada rasa cinta ataupun sayang kepada putri kami atau tidak?" tanya Bagas kepada Raffi.


" Saya akan menunggu Umi dan Abi kalau mereka memutuskan untuk saya menikah dengan Dinda maka saya akan menerimanya dengan lapang hati!" ucap Raffi dengan datar nyaris tanpa ekspresi.


" Apa itu artinya kau tidak pernah mencintai Dinda?" tanya Rianti kepada Raffi.


" Cinta akan datang seiring waktu! Saat ini saya hanya bisa berdoa kalau jodoh saya yang dikirimkan oleh Allah adalah wanita sholehah yang akan membawa saya menuju surga dunia dan akhirat!" ucap Raffi mengulas senyum kepada Bagas.


Ketika mereka sampai di pondok mereka terkejut ketika mendapatkan suasana Pondok yang begitu ramai.


" Ada keramaian apa? Kenapa di pondok tidak seperti biasanya?" tanya Rianti sambil melirik kepada Bagas.


" Sebaiknya kita masuk saja dan kita lihat ada keramaian apa saya pun penasaran sekali!" ucap Bagas sambil mengarahkan mobilnya menuju area pondok.


Begitu sampai di pondok rapi langsung turun dan dia sangat senang sekali ketika mendapatkan kedua orang tuanya ternyata sudah kembali dari Mekah.


" Ternyata Abi dan Umi sudah kembali Ayo Om kita masuk!" ucap Raffi sangat bahagia.

__ADS_1


" Ayo kita masuk sekaligus kita selesaikan masalah pembicaraan pertunangan dan pernikahan antara Raffi dan Dinda!" ucap Rianti sambil melirik kepada suaminya.


" Mama benar ini adalah momen yang baik Semoga saja ada kabar baik yang bisa kita berikan kepada putri kita yang sudah menantikan kabar gembira tentang pernikahannya bersama dengan laki-laki pujaannya!" Raffi merasa tidak enak dengan apa yang dikatakan oleh Bagas karena selama ini dia selalu menggantung perasaan Dinda terhadapnya.


Mereka bertiga kemudian keluar dari mobil dan langsung mendatangi kedua orang tua Raffi yang tampaknya baru pulang dari Mekkah.


" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!" sapa Bagas kepada kedua orang tua Raffi.


" Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh!" jawab kedua orang tuanya Raffi dengan sangat senang ketika melihat putranya datang bersama dengan Bagas dan Riyanti.


" Alhamdulillah akhirnya kalian berdua pulang Kebetulan kami memiliki hal yang sangat penting untuk didiskusikan dengan kalian berdua!" ucap Bagas sambil menyalami tangan Kyai Ali yang baru pulang dari Mekkah.


" Memang ada masalah apa yang harus dibicarakan malam ini juga?" tanya Nur kepada Bagas.


" Masalah pernikahan antara Raffi dan Dinda!" ucap Bagas.


" Memangnya ada apa antara pernikahan Raffi dan Dinda Bukankah saudara sepakat kalau pernikahan itu akan diadakan satu bulan lagi?" tanya Kyai Ali.


" Satu bulan lagi?" Raffi terkejut bukan main.


" Iya ketika kami di Mekah kami sudah membicarakan tentang pernikahanmu dan Dinda bersama dengan kedua orang tuanya dan kami sepakat kalau pernikahan kalian akan diadakan satu bulan lagi dari sekarang!" ucap ibunya Raffi.


" Kenapa Abi dan Umi tidak membicarakannya dengan saya sehingga saya tidak terkejut seperti ini!" Raffi kepada kedua orang tuanya.


" Bukankah kau sudah mengatakan kepada kami kalau masalah pernikahan akan menjadi urusan kami? Kami sudah beristiharah dan juga sudah melakukan banyak pertimbangan untuk masalah pernikahanmu dengan Dinda!" ucap ayahnya Raffi.


" Baiklah kita akan melakukan semuanya sesuai dengan rencana yang sudah kalian buat saya akan mengikuti dengan baik!" ucap Raffi pada akhirnya.


" Ya sudah kami pulang dulu. Kami akan mempersiapkan pernikahan mereka berdua!" ucap Bagas berpamitan kepada kedua orang tua Raffi.

__ADS_1


Begitu sampai di rumah. Bagas dan Riyanti langsung menemui Dinda dan membicarakan tentang rencana pernikahan Raffi dan Dinda yang akan dilaksanakan 1 bulan dari sekarang.


" Apakah kamu bersedia untuk menikah dengan Raffi 1 bulan kemudian?" tanya Bagas kepada putrinya.


" Baiklah Abi tidak apa-apa. Saya sangat senang kalau misalkan pernikahan kami dipercepat karena saya melihat Alana begitu menggebu-gebu untuk menikah dengan calon suamiku!" ucap Dinda dengan binar kebahagiaan di wajahnya.


" Kok tampaknya sangat bahagia karena akan menikahi laki-laki yang kucintai!" ucap Bagas kepada putrinya.


" Tentu saja dia sangat bahagia sudah lama dia menunggu saat-saat seperti ini!" ucap Rehan sambil tersenyum kepada adiknya yang saat ini sedang menundukkan kepalanya.


Satu bulan kemudian acara pernikahan antara Raffi dan Dinda dilaksanakan dengan meriah.


Tampak Elena diantara para tamu yang hadir.


" Kenapa kamu tega sekali Raffi menghianati keinginanku untuk menjadi istrimu?" tanya Elena ketika dia bersalaman di atas pelaminan.


" Elena! Tolong jangan membuat keributan!" ucap Rafe sambil menatap tajam kepada Elena yang seperti hendak berbuat kasar kepada Dinda karena merasa tidak terima atas pernikahan mereka berdua.


" Aku datang jauh-jauh dari Mesir hanya untuk menemuimu. Akan tetapi seperti ini yang kau lakukan? Kau menikahi perempuan itu dan tidak menghargai cintaku untukmu!" ucap Elena dengan berlinang air mata dan dia meninggalkan acara pernikahan itu dengan hati yang hancur lebur.


" Tampaknya Elena benar-benar sangat mencintaimu! Apakah kau pernah memberikan janji-janji kepadanya sehingga dia seperti itu?" tanya Dinda kepada Raffi yang sudah resmi menjadi suaminya.


" Aku tidak pernah menjanjikan apapun kepadanya! Dia yang terlalu berharap untuk menjadi istriku!" ucap Raffi sambil melirik kepada Dinda Yang sepertinya sedang mencari kejujuran dari wajahnya.


" Sekarang kau ada istriku. Percayalah aku pasti akan memprioritaskan kamu di atas segalanya. Bagiku sekarang Elena maupun siapapun tidak ada artinya sama sekali!" ucap Raffi kepada Dinda.


" Syukurlah kalau kau bisa melakukan hal itu dengan baik, Gus!" ucap Dinda dengan perasaan bahagia karena ternyata Raffi tidak menyimpan perasaan apapun untuk Elena.


" Aku bisa menjanjikan kesetiaan untukmu. Karena sekarang kau adalah istriku. Kau adalah tanggung jawabku dunia dan akhirat aku pasti akan berusaha untuk menjaga perasaanmu dan juga rumah tangga kita yang sudah diatur oleh kedua orang tua kita." ucap Raffi kepada Dinda sambil mencium kening istrinya yang telah sah di mata negara dan agama.

__ADS_1


" Semoga pernikahan kita berdua menjadi pernikahan yang sakinah dan mawaddah warohmah!" doa Dinda yang diamini oleh Raffi di dalam hati.


__ADS_2