
Elena terkejut ketika dia mendapatkan Raffi sudah ada di belakangnya.
" Ya ampun kau hampir saja membuatku jantungan!" ucap Elena sambil mengelus dadanya.
" Maafkan Aku dari tadi Aku memanggilmu loh. Tetapi tampaknya Kau sangat asik untuk memperhatikan anak-anak santri yang sedang setoran!" ucap Raffi pelan.
" Pulanglah ke rumahmu. Tidak baik kalau seorang perempuan berada di luar pada jam seperti ini!" ucap Raffi menasehati Elena.
" Kenapa Apakah kau tidak suka melihatku ada di sini?" tanya Elena kesal.
" Bukan begitu aku hanya merasa takut kalau orang tuamu mencari Keberadaanmu!" ucap Raffi sambil menundukkan kepalanya.
" Katakan saja padaku kalau kau tidak suka dengan kehadiranku di sini. Maka aku akan pergi dan tidak akan pernah kembali lagi!" ucap Elena misuh-misuh.
" Bukan seperti itu maksudku kau jangan salah paham!" ucap Raffi berusaha untuk membuat Elena tidak ngambek lagi.
Raffi kenal tabiat dan karakter Elena yang selalu dimanjakan oleh kedua orang tuanya.
" Apakah kau memberitahukan kedua orang tuamu ketika kau hendak datang ke Indonesia?" tanya Raffi kepada Elena.
" Tidak! Aku bilang kepada Ayahku kalau aku akan berlibur ke Amerika. Akan tetapi aku membelokkan pesawat yang seharusnya membawaku ke Ameria menuju Indonesia!" ucap Elena dengan tersenyum manis.
" Kau benar-benar nakal. Orang tuamu pasti sekarang sedang kebingungan mencarimu!" protes Raffi sambil terus melihat ke arah Elena yang sejak tadi memperhatikannya tak mau berkedip.
" Jadi sementara di Indonesia. Kau tinggal di mana?" tanya Raffi.
" Aku tinggal di hotel milik keluargaku. Kenapa?" tanya Elena bingung
" Tidak apa-apa. Elena lebih baik kau pulanglah cepat ke rumah orang tua kamu. Tidak baik seorang gadis berada di tempat seorang laki-laki seperti ini!" ucap Raffi.
" Apakah kau akan mengusirku? Kalau aku tidak mu pergi dari sini?" tanya Elena yang langsung merangkul tangan Raffi dengan mesra.
" Gus ayo kita berangkat ke pernikahannya Marcella!" ucap Dinda menginterupsi kebersamaan mereka berdua.
Raffi dan Elena terkejut ketika mendapatkan Dinda sudah berdiri diantara mereka berdua.
__ADS_1
" Dinda di mana Kakakmu? Apakah dia tidak ikut denganmu?" tanya Raffi.
" Kak Rehan saat ini ada di mobil menunggu kita berdua!" WhatsApp Dinda dengan terus melirik ke arah Elena yang sejak tadi merangkul tangan Raffi dengan begitu mesra.
" Gus! Bukankah tidak baik kalau para santri yang lain melihat kemesraan kalian berdua?" tegur Dinda dengan suara bergetar.
Raffi baru sadar kalau ternyata tangannya saat ini sedang digandeng oleh Elena.
" Elena segeralah kau meninggalkan Pondok. Aku sekarang akan pergi ke temanku. Mau ada acara pernikahan di sana!" ucap Raffi.
" Acara pernikahan? Apakah aku boleh ikut?" tanya Elena dengan mata berbinar-binar.
" Bagaimana Dinda Apakah dia boleh ikut bersama kita?" tanya Raffi kepada Dinda.
" Terserah Gus! Dia kan temanmu bukan hak untuk melarangnya. Apakah dia boleh ikut atau tidak!" ucap Elena sambil terus menatap mereka berdua satu persatu.
" Baiklah kau boleh ikut dengan kami. Tapi kau harus ingat, setelah acara itu kau harus kembali ke rumah orang tuamu dan jangan lagi kembali ke sini! Apa kau mengerti___?" belum selesai Raffi mengucapkan kata-katanya Elena sudah melesat pergi menuju mobil miliknya.
" Ya ampun benar-benar gadis yang tidak punya sopan santun!" ucap Dinda sambil menggelengkan kepalanya.
Sekitar 15 menit kemudian Elena sudah siap dengan penampilannya.
" Bagaimana?" tanya Elena kepada Raffi.
" Akan lebih bagus kalau kau menggunakan hijab dan pakaian muslimah. Pasti akan terlihat lebih cantik!" ucap Raffi yang langsung berjalan di depan Elena.
" Baiklah nanti di jalan kita bisa mampir ke butik untuk aku mengganti pakaianku!Bagaimana?" tanya Elena menggamit tangan Raffi dengan mesra.
" Tolong jangan seperti ini kau membuatku merasa tidak nyaman!" ucap Raffi.
" Memangnya kenapa? Aku kan hanya menunjukkan kepada mereka semua. Kalau kau adalah milikku dan mereka jangan coba-coba untuk memimpikanmu!" ucap Elena sambil menatap kepada para santri lain yang saat ini sedang menatapnya dengan banyak pertanyaan.
Brave hanya menggelengkan kepalanya dengan apa yang dikatakan oleh Elena.
" Ayo kita nanti terlambat!" ucap Rehan di dalam mobilnya.
__ADS_1
" Kita berdua naik mobilku saja. Biarkan mereka berdua berangkat duluan saja. Bukankah kita akan pergi ke butik dulu untuk mengganti pakaianku?" tanya Elena sambil menatap kepada Raffi.
" Rehan kalian berangkatlah duluan. Nanti aku menyusul ke tempat acara. Aku mau pergi ke butik dulu bersama dengan Elena untuk mencarikan dia pakaian yang lebih pantas!" ucap Raffi kepada sahabatnya yang sejak tadi menunggu mereka berdua.
" Sudah ayo kalian masuk saja ke mobilku. Nanti aku akan mencarikan butik untuknya sehingga dia bisa mendapatkan pakaian yang dia inginkan!" Titah Rehan tidak bisa diganggu gugat lagi.
" Ayo kita ikut naik mobilnya Rehan saja. Biar efisien juga. Kalau naik 2 mobil pasti nanti ribet juga di sana. Khawatirnya banyak mobil akan kesulitan untuk mendapatkan tempat parkir!" ucap Raffi.
" Tapi aku ingin berduaan denganmu saja. Mereka nanti pasti akan mengganggu kita berdua!" ucap Elena sambil melempar tatapan sinis ke arah Dinda yang sejak tadi melirik ke arah mereka berdua.
" Cepatlah Elena. Kau jangan membuang waktu kami semua. kau membuat kami jadi terlambat ke acara!" ucap Rehan mulai kehilangan kesabarannya.
" Kenapa sih kau di mana-mana selalu saja menjadi pengganggu!" ucap Elena misuh-misuh.
" Sudahlah Elena jangan mulai pertengkaran Saya paling tidak suka kalau kau sudah mulai liar dan membuat keributan di mana-mana!" tegur Raffi kesal dengan ulah Elena.
Elena kemudian masuk ke pintu belakang yang ternyata sudah ada Dinda.
" Kau duduklah di depan. Karena aku ingin duduk di sini bersama dengan Raffi!" perintah Elena kepada Dinda.
" Diamlah kau Elena! Jangan membuat orang emosi terus. Ayo Rehan kita berangkat!" titah Raffi kepada sahabatny.
Rehan yang tahu kalau sahabatnya saat ini sedang berada diantara Dilema dia pun hanya bisa tersenyum simpul sambil melirik sekali-kali ke arah Raffi yang terus menarik nafasnya dalam-dalam dan menghela nafas dengan berat.
" Kenapa Bro pusing ya kalau nanti punya dua istri?" tanya Rehan sambil tersenyum.
" Dua istri dari mana? Satu istri aja belum punya. Jangan ngawur deh!" sungut Raffi kesal.
" Nah itu yang di belakang. Istri pertama dan kedua sedang duduk bersanding! Hahaha!" ucap Rehan Sambil tertawa terbahak-bahak.
" Jangan bercanda sembarangan Bro! Nanti kalau tiba-tiba ada malaikat yang mencatatnya bagaimana? Memangnya kau mau kalau adikmu saya madu nantinya?" tanya Raffi tanpa sadar.
" Kalau kau berani coba saja! Kau harus berhadapan dengan diriku tentu saja!" ucap Rehan sambil memukul dadanya sendiri kemudian melirik ke spion yang ada di depannya yang menampilkan wajah Elena yang sedang cemberut kepadanya.
" Lihatlah tatapan membunuhnya!" celetuk Rehan sambil melirik ke arah Raffi yang tampak sedang frustasi.
__ADS_1
" Berhentilah mengolok-olok ku karena itu tidak lucu sama sekali!" ucap Raffi kesal.