Lurah Pondokku Calon Suamiku

Lurah Pondokku Calon Suamiku
195. Izin


__ADS_3

Marcella berdiri di hadapan Kepala Sekolahnya yang saat ini sedang menatapnya dengan horor.


" Cepat katakan padaku! Kenapa kedua orang tuamu meminta izin kepadaku untuk kamu menikah dini Apakah kau sedang tuing-tuing?" tanya kepala sekolah itu sambil menggerak-gerakan tangannya di depan perutnya.


Marcella yang mengerti maksud dari pertanyaan itu hanya bisa mengulas dadanya sambil terus mengucap istighfar.


" Astaghfirullahaladzim! Pak tidak boleh suudzon terhadap saya maupun calon suami saya! jangankan buat tuing tuing kami baru bertemu beberapa hari yang lalu dan akan langsung dinikahkan!" ucap Marcella dengan wajah sedihnya.


" Memang apa alasannya yang sih, yang melatarbelakangi kedua orang tuamu ingin menikahkanmu dengan cepat?" tanya kepala sekolah kepada Marcella.


" Ya gara-gara calon suami saya yang minta menikahlah Pak! Emang gara-gara apalagi coba?" tanya Marcella sambil cemberut.


Tiba-tiba saja di luar tampak terjadi keributan sehingga membuat mereka berdua tertarik untuk mengetahuinya.


" Ada apa di luar ribut-ribut cepat Marcella, kau lihat!" perintah kepala sekolah untuk melihat keributan yang ada di depan pintu ruangannya.


" Sayang! Urusanmu sudah selesai belum? Kenapa lama sekali? Aku sudah lapar tahu!" ucap Zidane sambil memeluk tubuh Marcella.


" Ih apaan sih? Apa kamu salah Minum obat atau gimana?" tanya Marcella bingung.


" Kok salah Minum obat sih? Emang salah ya? Kalau aku memanggilmu sayang?" tanya Zidane sambil menatap mesra kepada Marcella.


Seluruh bulukuduk Marcella sampai merinding melihat tatapan itu.


" Biasa aja bisa nggak? Kau benar-benar membuatku takut!" ucap Marcella sambil bergidig ngeri.


" Kau aneh-aneh saja aku seperti ini kan karena kau adalah calon istriku!" ucap Zidane sambil tersenyum manis kepada Marcella.


Sementara itu teman-teman Marcella yang saat ini sedang histeris karena kedatangan pria tampan di sekolah mereka. Mereka tampak kecewa ketika mengetahui bahwa laki-laki itu adalah kekasih dari Marcella.


" Kenapa dia memeluk Marcella ya? Siapanya dia?" tanya salah seorang teman masalah yang bersekolah di sekolahan itu.


" Mungkin pacarnya Marcella? Dia sungguh beruntung! Pria itu sungguh tampan sekali!" ucap salah satu yang lainnya.

__ADS_1


" Kalian sedang apa kembali ke ruangan kalian!" ucap kepala sekolah merasa jengkel melihat para murid-murid yang begitu tertarik dan terpesona melihat Zidane.


" Pantas saja kau mau menikah muda calon suamimu setampan ini!" ucap kepala sekolah sambil menggelengkan kepalanya.


" Halo selamat siang perkenalkan nama saya Zidane Abiyaksa calon suami dari Marcella Kinanti!" ucap Zidane memperkenalkan dirinya sendiri kepada kepala sekolah.


" Ayo masuk ke dalam ruanganku kau Jangan membuat gaduh di sekolahan ini dengan ketampananmu!" ucap kepala sekolah.


Kepala sekolah kemudian masuk ke dalam ruangannya dan meminta kepada Zidane untuk duduk di hadapannya.


" Sekarang! Katakan padaku! Kenapa kau memaksa Marcella untuk menikah secepatnya denganmu? Padahal satu tahun lagi dia sudah lulusan. Apa kau tidak bisa menunggunya 1 tahun lagi?" tanya kepala sekolah sambil menatap tajam kepada Zidane yang saat ini sedang menatapnya dengan serius.


" Karena saya sangat mencintai Marcella dan saya tidak ingin kalau dia suatu saat dekat dengan laki-laki lain. Jadi saya ingin mengikat dia menjadi istriku. Agar tidak ada satu orang pun laki-laki yang mendekatinya!" ucap Zidan sambil menaik turunkan alisnya kepada Marcella.


Marcella yang mendengarkan apa yang dikatakan oleh Zidane kepada Kepala Sekolahnya hanya bisa memelototkan matanya seakan tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Zidane.


' Ya ampun! Apakah orang ini salah minum obat atau gimana ya? Dari tadi aneh sekali kelakuannya!" batin Marcella sambil terus menatap tajam kepada Zidane yang terus menatapnya sambil mengedipkan sebelah matanya kepada Marcella sehingga membuat Marcella merinding seketika.


" Lalu bagaimana kalau nanti Marcella hamil sebelum dia lulus sekolah?" tanya kepala sekolah to the point karena itu memang mengganggu pikirannya dan harus dia tanyakan secara jelas kepada Zidane.


" Baiklah saya akan memberikan izin kalian untuk menikah tetapi kau harus memegang janjimu bahwa kau tidak akan membuat Marcella hamil sebelum dia lulus sekolah! Kangan sampai nanti dia tidak fokus dengan ujian nasional gara-gara harus mengurus anak!" ucap kepala sekolah memberikan ultimatum kepada Zidane.


" Bapak jangan khawatir! Saya pasti akan bertanggung jawab penuh kepada istri saya. Kalaupun nanti tiba-tiba saja dia hamil sebelum dia lulus. Saya bisa pastikan bahwa saya tidak akan membiarkan dia untuk lalai dengan belajarnya!" ucap Zidane dengan mantap sehingga kepala sekolah percaya dengan yang dia katakan.


" Ya sudah sekarang kau pulang sana dan jangan ke sini lagi. Gara-gara kedatanganmu para murid jadi heboh dan tidak fokus untuk belajar!" ucap kepala sekolah sambil cemberut kepada Zidane.


" Ya maklumlah Pak semua orang memang tidak bisa menolak pesona yang saya miliki!" ucap Zidane dengan senyum tengilnya sehingga membuat Marcella rasanya ingin muntah.


' Ya ampun Ini benar orang minta di jitak sama saya kepalanya!' batin Marcella dengan gemas mendengarkan kenarsisan seorang Zidane abiyaksa.


" Ayo sayang kita pulang sekarang. Bukankah kita harus segera memesan gaun pernikahan dan juga gedung untuk pesta pernikahan kita?" ucap Zidan sambil berbisik di telinga Marcella membuat Marcella langsung mendorong tubuhnya agar menjauh darinya.


' Ya ampun tampaknya laki-laki itu benar-benar mencintai Marcella Lihatlah dia selalu menempel seperti cicak di tembok!' batin kepala sekolah saat melihat tingkah laku Zidane kepada muridnya.

__ADS_1


" Ya sudah sana kau pulang. Saya memberikan izin satu minggu untuk kau mempersiapkan pernikahanmu!" ucap kepala sekolah sambil mengibaskan tangannya untuk mengusir Zidane dan Marcella dari hadapannya.


" Baiklah Pak! Terima kasih atas kebaikan anda dan tolong untuk merahasiakan pernikahan saya dengan Marcella. Jangan sampai warga di sekolahan ini tahu tentang pernikahan kami berdua. Cukup anda saja yang mengetahuinya!" ucap Zidane dengan menatap tajam kepada kepala sekolah.


" Jangan khawatir saya pun tidak ada kepentingan untuk menyebarkan pernikahan kalian yang penting kau penuhi saja janjimu untuk tidak membuat Marcella hamil sebelum dia lulus sekolah!" ucap kepala sekolah kembali mengingatkan kepada Zidane mengenai janji Zidane kepada dirinya.


" Bapak tenang saja saya pasti akan menepati janji saya!" bocah sedan langsung menggenggam tangan Marcella dan menariknya keluar dari ruangan kepala sekolah.


" Ya ampun Marcella masih kelas 2 SMA sudah bisa membuat laki-laki setampan itu menjadi bucin kepadanya!" ucap kepala sekolah sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Begitu sampai di parkiran Zidane langsung melepaskan tangannya dari Marcella.


Marcella membelalakan matanya seakan tidak percaya dengan yang dilakukan oleh Zidane.


" Jadi semua yang kau lakukan di dalam sekolah itu adalah akting? Hahaha luar biasa Kau berbakat untuk menjadi seorang aktor!" ucap Marcella sambil bertepuk tangan di hadapan Zidane.


" Kalau aku tidak berakting seperti itu mana mungkin kepala sekolahmu memberikan izin kepada kita untuk menikah?" tanya Zidane sambil tersenyum kepada Marcella.


" Ya ampun niat banget kau ingin menikah denganku!" WhatsApp Marcella sambil melihat kepada Zidane.


" Aku malah senang kalau kepala sekolahku tidak mengizinkan pernikahan kita!" sambung Marcella sehingga membuat Zidane merasa kesal.


" Apa kau memimpikan untuk menikah dengan temanmu yang bernama Fikar itu? Jangan pernah bermimpi karena itu tidak akan pernah bisa kau lakukan!" ucap Zidane sambil menatap kepada Marcella dengan lekat.


" Memangnya kenapa kalau aku ingin benaran mau menikah dengan Fikar? Hak aku dong! Hidup-hidupku!" ucap Marcella sengit merasa kesal karena sejak kemarin Zidane selalu menyinggung nama Fikar di antara mereka berdua.


' jangan Katakan padaku kalau dia cemburu dengan Fikar sehingga dia meminta untuk pernikahan dipercepat sungguh kekanakan!' batin Marcella sambil menatap horor kepada Zidane yang sudah mulai fokus untuk menyetir mobilnya.


" Mama memintaku Untuk mengantarmu ke butik untuk mengambil pesanan gaun pengantin untukmu!" ucap Zidane tanpa menoleh kepada Marcella.


" Aku tidak peduli mau gaun pengantin seperti apa. Bagiku tidak penting!" ucap Marcella sambil cemberut.


" Pernikahan kita hanya terjadi satu kali selama kita hidup. Maka kau harus menganggap itu penting. Apa kau dengar?" tanya Zidane sambil menatap kepada Marcella.

__ADS_1


" Siapa yang bisa menjamin bahwa pernikahan kita memang hanya terjadi satu kali?" tanya Marcella dengan ketus.


__ADS_2