
Yuk Reader untuk mampir ke novel baru Authot ya. Novel ini author ikut sertakan untuk Tema "Air Mata Pernikahan" dengan sub tema "Menikah Dengan Musuhku"
Sedikit pengenalan tentang novel baru ya, biar Kakak-kakak jadi penasaran dan akhirnya baca novel baru author..
..." Ingin Rasanya Tukar Tambah"...
Deskripsi:
Eveline yang di jual oleh suaminya kepada seorang CEO yang telah tidak pernah dia kenal sebelumnya, harus berjuang mati-matian untuk bisa bertahan dalam kehidupan rumah tangga yang tanpa cinta.
Suami Eveline memiliki hutang kepada CEO tersebut, jadi menyerahkan istrinya untuk membayar lunas hutang tersebut. Suami Eveline mempunyai hobby berjudi dan main perempuan.
Dia menjual Eveline setelah bercerai dengan istrinya, lalu menyerahkan sepenuhnya kepada pria tampan dan gagah tersebut, yang akhirnya diketahui oleh Eveline, bahwa pria itulah yang telah merencanakan kebangkrutan perusahaan keluarganya.
Apakah Eveline mampu mempertahankan pernikahan keduanya bersama musuhnya tersebut?
Sinopsis
Suaminya Eveline yang mempunyai hobby berjudi dan main perempuan, menceraikan dirinya, lalu menjebak Eveline dengan seorang CEO yang berwajah tampan tapi jahat dan kejam. Sehingga mereka melakukan hubungan one night stand.
Pria tersebut merasa suka dengan Eveline lalu meminta suaminya untuk memberikan mantan istrinya kepada dirinya, untuk dia jadikan seorang istri. Karena dia butuh seorang pewaris.
Pada akhirnya, Eveline menikahi CEO itu, yang ternyata adalah orang yang sudah menghancurkan perusahaan keluarganya. Apa yang akan Eveline lakukan? Untuk membalas dendam kepada suaminya yang jahat itu? Yuk simak kisahnya
__ADS_1
Sekian dulu untuk promosi novel baru ya, kalau di taruh di pengumuman, harus mengulang terus informasi yang sama sampai 500 kata, jadi sengaja author taruh di bab untuk menghindari hal semacam itu. Author tunggu dukungan kakak-kakak ya, dengan like, komen, dan vote dan gift semampu kalian. Biar novel baru author bisa sukses juga.. Love you all reader.
Ketika waktu sudah semakin bergulir semakin siang, tampak Nadya sudah sholat subuh dan bersiap untuk acara lamaran dari Dipta.
"Nadya bangunkan dulu Riyanti sama Bagas. Entah kenapa mereka tadi malam tidur di ruang tamu!" ucap ibunya Nadia berteriak di dapur ketika melihat putri sulungnya sudah bersiap dengan dandanan yang rapi.
"Ya Mah! Nadia akan bangunkan Bagas dan Riyanti!" sahut Nadia dari arah kamarnya kemudian dia pun langsung menuju ke ruang tamu dan berusaha membangunkan Riyanti dan suaminya.
"Rianti, Bagas! Ayo bangun dulu sudah siang Nanti kalian kelewat loh salat subuhnya?" Nadia terus berusaha untuk membangunkan keduanya sampai akhirnya Rianti mulai memicingkan matanya karena menyesuaikan dengan cahaya yang tiba-tiba masuk ke dalam matanya yang masih mengantuk.
"Oh sudah siang tah Ka? Ya ampun! Kami tadi malam kesulitan tidur!" ucap Riyanti sambil berusaha membangunkan Bagas yang masih juga terlelap dalam tidurnya.
"Sayang ayo bangun Sudah siang!" Rianti berbisik di telinga Bagas dan mulai bergerak dan mendudukkan badannya.
"Nadya biarkan mereka salat dulu Nanti kelewat loh Nanti tanya-tanya kalau sudah pada mandi biar pada fresh dan pada seger!" ucap ibunya Nadia dari arah dapur yang tampak masih sibuk memasak dalam rangka persiapan untuk lamaran yang akan dilakukan oleh Dipta nanti jam 10.00 siang.
"Kami salat dulu ya Kak! Nanti kita jelasin semuanya karena saya pun sangat bingung dengan apa yang terjadi tadi malam!" ucap Bagas sambil berjalan menuju kamar mereka berdua selama tinggal di rumah mertuanya.
"Coba Mas! Kau lihat sinar apa tadi malam, yang masuk ke dalam kamar kita di malam. Bukankah jatuh di bawah meja riasku?" ucap Riyanti ketika mereka kembali ke dalam kamar mereka.
"Kita salat saja dulu. Biar nanti kita lihat bersama-sama dengan kedua orang tuamu dan juga kakakmu!" ucap Bagas sambil berlari ke arah kamar mandi untuk segera mandi dan bersiap sholat subuh bersama dengan istrinya yang tercinta.
__ADS_1
Setelah melaksanakan semua kewajiban mereka di pagi itu. Bagas langsung menuju ke ruang keluarga di mana Ayah mertuanya sedang menonton televisi.
"Assalamualaikum Pah! Selamat pagi, bagaimana kabar Papa hari ini?" ucap Bagas sambil mencium tangan mertuanya.
"Waalaikumsalam! Ayo duduk sini. Oh ya kenapa tadi malam kalian tidur di ruang tamu? Apa tidak betah tinggal di kamar kalian?" tanya ayahnya Nadia sambil mematikan televisi agar mereka bisa berbincang dengan lebih dekat.
"Itu pah, tadi malam ketika saya sedang tidur. Tiba-tiba saja Riyanti membangunkan saya dan ada seberkas cahaya hijau yang masuk ke dalam kamar kami. Oleh karena itu Riyanti tidak berani untuk tidur di kamar kami dan mengajak saya untuk tidur di ruang tamu!" ucap Bagas bercerita kepada mertuanya yang tampak terkejut mendengarkan ceritanya.
"Seberkas cahaya hijau? Kalian tidak kenapa-napa kan?" tanya ayahnya Nadia dengan khawatir mendengarkan cerita Bagas.
"Kami tidak apa-apa, Pah! hanya saja sampai sekarang kami tidak berani melihat sinar hijau itu yang masih ada di kamar kami!" ucap Bagas sambil menatap kepada mertuanya yang tampak terheran mendengarkan penjelasannya.
"Masih ada di kamarmu? Ayo antarkan Papa! Karena Papa pun penasaran." ucap ayahnya Nadia kemudian mereka berdua pun masuk ke dalam kamar Riyanti.
Sementara Riyanti sudah bergabung dengan para ibu-ibu yang sedang sibuk memasak dan menyiapkan makanan dan kue-kue untuk acara lamaran Nadya jam 10.00 nanti.
"Wah ini seperti batu akik. Hati-hati Bagas?Jangan sembarangan menyentuhnya. Papa akan panggil Kiai Ali yang tadi malam sudah menolong Dipta di apartemennya. Dia lebih mengerti tentang hal seperti ini!" ucap ayahnya Nadia sambil mengajak Bagas untuk keluar kamar lalu segera mengunci kamar itu.
"Tolong jangan ada yang masuk ke Kamarmu ya? Kau kalau ada kebutuhan apa-apa bisa menggunakan kamar papa!" ucap Ayah mertuanya Bagas saat mereka kembali ke ruang tamu.
"Memangnya kenapa Pah? Apakah batu itu berbahaya?" tanya Bagas tampak sangat penasaran dengan apa yang disampaikan oleh mertuanya.
"Tadi malam Kyai Ali bertarung hebat dengan makhluk yang dulu pernah disembah oleh Nadia sewaktu dia menjalani pesugihan. Mahluk itu mengalami kekalahan kemudian menghilang begitu saja dari apartemen difta melesat menjadi seberkas sinar hijau. Papa takut kalau itu adalah representative dari makhluk tersebut!" ucap ayahnya Rianti.
__ADS_1
"Apakah betul kalau dulu karena dia pernah melakukan pesugihan Pah?" tanya Bagas seakan penasaran dengan masa lalu kakak iparnya yang pernah masuk ke penjara.
"Iya Nadia dahulu pernah menjalani nasib seperti itu. Dia bermain ilmu hitam tanpa sengaja dan akhirnya keterusan. Bahkan sudah mengambil banyak nyawa untuk tumbalnya. Untung saja waktu itu Kyai Ali dan istrinya, memergoki perbuatan dia. Dan akhirnya di diselidiki dan masuk penjara. Alhamdulillah setelah masuk penjara, Nadya, kakakmu sekarang sudah mulai bertobat dan bisa menjalani kehidupannya dengan baik!" ucap ayahnya Nadia menjelaskan kepada Bagas, menantunya satu-satunya.