Lurah Pondokku Calon Suamiku

Lurah Pondokku Calon Suamiku
229. Berdiskusi


__ADS_3

Bima kemudian menghubungi Dipta untuk berdiskusi tentang putranya yang sedang bermain api di dalam rumah tangganya bersama Marcella.


" Ada apa? Kenapa wajahmu murung seperti itu?" tanya Dipta merasa tidak nyaman ketika dia melihat Bima yang biasanya selalu cerah ceria, sekarang terlihat tidak bahagia.


" Aku ada masalah besar yang ingin sekali diskusi denganmu!" ucap Bima sambil menatap sahabatnya yang tampak fokus terhadap dirinya.


" Masalah apa? Sebaiknya kita sebagai orang tua tidak usah ikut campur tentang urusan anak-anak. Biarkan mereka menjadi dewasa. Kita sebagai orang tua hanya bisa untuk mengingatkan mereka agar tidak melakukan kesalahan tetapi bukan untuk mengadili mereka!" ucap Dipta berusaha untuk menasehati sahabatnya.


Terlihat Bima menarik nafasnya dengan dalam. Begitu berat dia ingin menyampaikan masalah tentang Bima yang saat ini sedang berselingkuh dan berniat ingin menceraikan Marcella setelah mendapatkan perusahaan keluarga mereka di bawah kepemimpinannya.


" Katakanlah ada masalah apa?" tanya Dipta.


" Putraku berselingkuh dan dia berniat ingin menceraikan putrimu setelah mendapatkan kepemimpinan perusahaan keluarga kami. Oleh karena itu aku telah menarik semua fasilitasnya dan semua jabatannya. aku tidak rela kalau sampai Zidane menceraikan Marcella demi perempuan yang tidak baik itu. Perempuan yang menggoda suami orang lain, tidak ada kehormatan sama sekali di dalamnya!" ucap Bima tampak emosi ketika dia menceritakan tentang putranya.


" Dari mana kau mengetahui bahwa Zidane berselingkuh?" tanya Dipta sambil mengerutkan keningnya.


Bima kemudian menyerahkan ponselnya dan menunjukkan video perselingkuhan Zidane dengan kekasih gelapnya kepada Dipta.


Dipta terus melihat video tersebut sampai selesai kemudian dia memberikannya kepada Bima.


Tampak Dipta yang menarik nafasnya dengan dalam. Tampak guncangan di dalam hatinya. Matanya pun sudah hampir memerah karena emosi yang dia tahan sejak tadi.

__ADS_1


" Apakah putriku mengetahui tentang kejadian ini?" saya Dipta sambil melirik kepada Bima.


" Entahlah aku tidak tahu tapi yang jelas aku baru memberitahukan kepadamu tentang video ini. Aku sendiri baru mengetahui kejadian ini sekitar satu minggu yang lalu. Tanpa sengaja aku melihat perbuatan tidak semua ini di kantor Zidane!" ucap Bima sambil menundukkan kepalanya.


Sungguh perasaan Bima saat ini benar-benar sangat kacau dan rasa malu atas perbuatan Zidan yang telah mencoreng nama baik keluarganya dengan berbuat tidak senonoh seperti itu di dalam kantornya.


" Jangan pernah kau menceritakan ini kepada putriku Aku tidak mau kalau putriku sampai menderita gara-gara mengetahui perbuatan bejat anakmu. Aku akan berusaha untuk membujuk Marcella agar mau bercerai dengan Zidane!" ucap Dipta berusaha untuk bersikap tenang di hadapan sahabatnya walaupun sebenarnya di dalam hati dia sedang bergejolak karena amarahnya.


Hati ayah yang manakah yang tidak akan marah ketika mengetahui bahwa putrinya dikhianati oleh suaminya?


Dita berusaha untuk tenang karena dia masih berpikir dan menghormati Bima sebagai orang tua dari Zidane.


" Aku harap masalah Zidan dan masalah tidak akan merusak persaudaraan kita!" ucap Dipta kepada Bima.


" Kalau masalah warisanmu Aku tidak akan ikut campur. Aku tidak akan pernah mempengaruhimu untuk melakukan apapun. Aku hanya ingin memperjuangkan kebahagiaan putriku! Karena bagaimanapun putriku berhak untuk hidup bahagia. Aku akan mengurus perceraian Marcella dan Zidane secepatnya. Kemudian aku akan mengirim Marcella dan cucuku untuk pergi ke luar negeri agar dia tidak perlu bertemu lagi dengan putramu." ucap Dipta akhirnya mengambil keputusan.


Bima tampak meneteskan air matanya karena merasa sedih dirinya harus berpisah jauh dengan cucu kesayangannya.


" Baiklah kalau memang itu adalah sebuah keharusan. Aku tidak akan keberatan. Karena bagaimanapun semua ini adalah kesalahan dari putraku dan dia layak untuk mendapatkan hukuman itu. Aku harap dengan pengalaman seperti ini akan membuat Zidane semakin dewasa dan bisa berpikir sebelum melakukan sesuatu kebodohan!" ucap Bima tampak pasrah dengan apapun yang akan dilakukan oleh Dipta terhadap rumah tangga Marcella dan Zidane.


" Percayalah aku sangat menyayangi Marcella dan juga cucuku!" ucap Bima dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


" Pernikahan memang bukan sesuatu yang bisa dipaksakan. Kalau memang Zidane tidak mencintai Marcella biarlah pernikahan itu diakhiri secepatnya." ucap Dipta berusaha untuk tegar. Karena bagaimanapun Dia sangat menyayangi sahabatnya.


Dalam proses perceraian antara Marcella dan Zidane. Bima benar-benar terpukul dia bahkan sampai beberapa kali masuk rumah sakit karena dan terkena serangan jantung.


" Papa harap perceraianmu dengan Zidane akan selesai tanpa harus banyak keributan. Papa hanya menginginkan kebahagiaan Nak. Bukan penderitaanmu!" ucap Dipta sambil berusaha untuk menguatkan masalah yang sampai saat ini masih kebingungan Kenapa sang ayah memaksanya untuk bercerai dengan suaminya.


" Sebenarnya ada apa sih Pah kok tiba-tiba sekali? Rumah tanggaku dengan mas Zidane baik-baik saja sama sekali tidak ada masalah apapun. Kenapa tiba-tiba Papah menginginkan kami bercerai? Lalu bagaimana dengan anak kami pah?" tanya Marcella dengan air mata yang mulai berderai di pipinya.


" Suatu saat kau akan mengetahui alasan kenapa Papa ingin kamu bercerai dengan Zidane. Tapi yang jelas itu adalah demi kebahagiaanmu." ucap Dipta sambil meninggalkan putrinya yang masih bingung dan bengong terlongong di tempat.


" Papa tidak usah berbuat egois seperti itu Pah. Dulu ketika kami hendak menikah, kalian pun memaksakan kami berdua untuk segera melaksanakan pernikahan. Kenapa sekarang setelah kami menikah dan memiliki anak kalian pun memaksa kami untuk bercerai tanpa memberikan alasan yang jelas!?" ucap masalah merasa kecewa dengan ayahnya.


" Papa hanya menjaga hatimu agar tidak sakit. Oleh karena itu Papa tidak mengatakan kepadamu masalah alasan perceraian kalian berdua! Hanya ayah mertuamu yang mengetahui alasannya karena dialah yang memberikan buktinya kepada papa!" ucap Dipta sambil meninggalkan putrinya yang masih menangis.


" Jadi itu artinya Papa Bima tahu masalah yang terjadi di dalam rumah tangga kami, sehingga membuat kalian memaksa kami untuk bercerai?" tanya Marcella mencoba untuk mengkonfirmasi segalanya kepada ayahnya.


" Suamimu berselingkuh Nak.Hal itulah yang menjadi alasan kenapa ayahmu menyuruhmu untuk bercerai dengan Zidane!" tiba-tiba saja ibunya sudah ikut nimbrung pembicaraan mereka berdua.


" Tidak mungkin Mas Zidane berselingkuh Mah. Marcella kenal siapa dia. Dia adalah suami yang bertanggung jawab terhadap keluarganya. Bahkan dia tidak pernah pulang terlambat satu kali pun." ucap Marcella berusaha membela suaminya di hadapan Ayah dan Ibunya.


" Papa melihat sendiri videonya ketika suami mau bercumbu dengan kekasihnya di kantornya. Video itu diambil sendiri oleh ayah mertuamu ketika dia memergoki mereka. suamimu akan menceraikanmu. Setelah dia mendapatkan haknya untuk mengelola perusahaan keluarganya!" akhirnya Dipta tidak mampu lagi untuk menyembunyikan semua fakta dibalik Dia menyuruh Marcella untuk bercerai dengan Zidane secepatnya.

__ADS_1


" Mana Pah? Aku ingin melihat video itu juga!" ucap Marcella seakan tidak mempercayai apa yang dikatakan oleh ayahnya kepada dirinya.


" Kau pinta lah kepada ayah mertuamu sayang. Karena dialah yang menyimpan file tersebut!" ucap Dipta kepada putrinya.


__ADS_2