
Setelah Zidan mengetahui semua kebenaran tentang kekasihnya dan juga asistennya. Zidan kemudian memilih untuk meninggalkan Jakarta dan meninggalkan semua yang dia miliki dari keluarganya.
" Biarlah aku pergi dari kehidupan mereka semua tuh keberadaanku juga tidak diharapkan oleh mereka." ucap Zidane yang saat ini sedang berkemas.
Zidane yang hatinya benar-benar hancur setelah dikhianati oleh wanita yang dia cintai dan juga orang yang sangat dia percayai dia sudah tidak memiliki kepercayaan diri lagi untuk bangkit dan membalaskan semua rasa sakit hatinya kepada mereka berdua.
Bahkan kedua orang tuanya pun sudah tidak menganggapnya sebagai anak mereka terbukti dari semua fasilitas yang sudah dicabut oleh kedua orang tuanya semua jabatan juga sudah ditarik oleh sang ayah.
Bahkan Marcella pun telah melayangkan gugatan perceraian untuk dirinya.
Zidan benar-benar merasa dalam keadaan terpuruk di dalam hidupnya Setelah semua kejatuhan yang menimpanya saat ini.
Semua rasa percaya diri yang dulu dia miliki hilang melayang bersama cintanya yang sudah hancur berkeping-keping.
Zidan memutuskan untuk pergi dari Jakarta meninggalkan semua kemewahan yang pernah dia miliki.
Walaupun dia pergi tanpa tujuan. Tetapi dia yakin bahwa dia pasti bisa melalui semua cobaan hidupnya dengan damai.
Di dalam pelariannya itulah, Zidane bertemu dengan Elena dan mereka berdua saling menguatkan satu sama lain. Sebagai orang yang sama-sama kalah dalam hidup.
__ADS_1
" Kalau kau mau, kau bisa tinggal di sini. Aku Kalau bekerja selalu malam dan baru pulang kalau pagi. Jadi kita bisa bergantian menjaga rumah ini!" ucap Elena ketika menawarkan Zidan untuk tinggal di tempatnya.
Zidan tampak mengurutkan keningnya ketika mendengarkan Elena yang mengatakan bahwa dia bekerja pada malam hari.
" Apa yang kau lakukan sehingga kau bekerja pada malam hari dan pulang pagi hari?" tanya Zidan dengan kening berkerut merasa curiga dengan pekerjaan Elena.
" Aku bekerja di sebuah klub malam sebagai seorang penyanyi dan juga DJ!" ucap Elena sambil meninggalkan Zidane di tempatnya.
" Apa kau bisa membantuku mendapatkan pekerjaan di sana?" tanya Zidan dengan penuh harapan.
Elena masuk ke dalam kamarnya kemudian dia mengunci pintunya.
" Kau itu kan orang kaya, apa bisa kau bekerja di tempat seperti itu? Lalu bagaimana kalau nanti kau bertemu dengan orang-orang yang mengenalmu di dunia bisnis sebelum ini?" tanya Elena sambil memperlihatkan wajahnya di hadapan Zidan.
" Kau saja bisa, kenapa aku tidak bisa?" tanya Zidan dengan wajah serius berbicara dengan Elena.
" Aku bekerja di sana dengan menggunakan topeng jadi tidak ada yang mengenalku aku juga menggunakan nama samaran. lah kalau kamu bagaimana caramu untuk orang lain tidak bisa mengenalimu? Aku yakin! Sekarang pasti kedua orang tuamu sedang sibuk mencari kamu!" ucap Elena sambil menatap tajam kepada Zidane.
Zidane tanpa kesulitan menelan salivanya sendiri mendengarkan semua perkataan Elena yang ada benarnya. Tetapi dia memiliki suatu keyakinan bahwa kedua orang tuanya sudah tidak menginginkan dia lagi. Setelah semua kesalahan dan kebodohan yang telah dia lakukan.
__ADS_1
" Kau tidak usah khawatir kedua orang tuaku tidak ada yang menginginkanku lagi. Bahkan mereka pasti merasa senang kalau aku pergi dari rumah. Kau dan aku memiliki nasib yang sama sama-sama tidak diinginkan oleh keluarga kita. Bahkan istriku saja sudah melayangkan surat gugatan perceraian untukku karena aku yang sudah menghianati pernikahan kami. Kita ini sama-sama manusia bodoh yang tidak pernah bersyukur dengan nikmat yang sudah diberikan oleh Allah kepada kita dan sekarang di sinilah kita berakhir dalam penderitaan dan kehinaan!" ucap Zidane dengan suara yang gemetar sehingga membuat Elena merasa tersinggung.
" Aku tidak pernah merasa melakukan kesalahan dalam hidupku aku hanya memperjuangkan cinta yang kurasakan dan aku tidak pernah menyesali semuanya!" ucap Elena yang kemudian langsung menutup pintunya dan tidak mau mendengarkan apapun yang dikatakan oleh Zidane kepadanya.
" Kurang ajar berani sekali dia mengatakan hal-hal yang aneh seperti itu! kalau aku tidak mengingat bahwa dia adalah temannya Raffi Aku tidak mau menampung dia di sini! Mulutnya benar-benar pedas dan sangat menyakitkan!" ucap Elena merasa sangat kesal dengan Zidane yang sudah menyinggung perasaannya.
" Biarlah nanti kutanyakan kepada bosku. Siapa tahu ada pekerjaan yang bisa dia lakukan di sana. Apalagi dia yang pernah menjabat sebagai Direktur Utama di sebuah perusahaan besar pasti pengalaman yang sangat banyak dan akan membantu!" ucap Elena akhirnya mengambil keputusan akan membantu Zidan untuk mendapatkan pekerjaan di tempatnya bekerja.
Sementara itu Zidane yang berada di luar kamar Elena mulai merenungkan kembali hidupnya yang terjun bebas dari seorang tuan muda kini berubah menjadi rakyat jelatah yang tak memiliki apapun.
Karena kamar di kontrakan itu hanya ada satu maka. Maka Zidane akhirnya tidur di ruang tamu di atas sofa di depan televisi. Sementara Elena sudah mulai terlelap dalam tidurnya. Karena kelelahan setelah dia bekerja selama seharian.
Sementara itu di Jakarta, Bima dan Sheila tampak kelimpungan setelah mengetahui bahwa Zidane ternyata telah pergi dari tempatnya terakhir kali ditemukan oleh orang-orang yang dikirimkan oleh Bima untuk mengawasinya.
" Ini semua karena Papa Kenapa sih harus sekeras itu terhadap Putra sendiri? Sekarang Lihatlah apa yang terjadi! Zidane sekarang meninggalkan kita semua. Bahkan kita sekarang tidak tahu keberadaan Zidane di mana. Bagaimana kondisinya dan situasinya saat ini. Mama benar-benar khawatir dengan Zidan Pah!" ucap Sheila sambil cemberut kepada suaminya yang saat ini sedang menikmati sarapan paginya.
Tampak Bima menarik nafasnya dengan dalam. Tadi malam dia baru mendapatkan berita dari orang suruhannya yang dia tugaskan untuk mengawasi semua gerak-gerik Zidane selama dia pergi meninggalkan rumahnya bersama dengan Marcella.
" Biarkanlah Zidan hidup di luar sana untuk menjadi lebih dewasa dan dia bisa berpikir lebih jernih sebagai manusia yang sudah memiliki anak dan istri. Supaya dia lebih bertanggung jawab sebagai seorang manusia bukan hanya hidup dengan ego dan juga kemanjaannya sebagai seorang tuan muda! Berhentilah untuk memajakan putramu itu kalau kau memang benar-benar menyayanginya!" ucap Bima sambil meninggalkan Sheila yang saat ini sedang memijit pelipisnya yang terasa sangat pusing memikirkan Putra kesayangannya sekarang telah pergi meninggalkan mereka semua.
__ADS_1
" Ini semua gara-gara Marcella untuk apa sih dia pakai acara menggugat cerai Putraku segala? Pasti Zidan merasa Terpukul karena tiba-tiba saja mendapat surat panggilan dari pengadilan tanpa mengetahui apa kesalahan dia!" ucap Sheilla dengan geram ketika dia membayangkan putranya yang saat ini sedang hidup menderita di luar sana tanpa memiliki apapun.