Lurah Pondokku Calon Suamiku

Lurah Pondokku Calon Suamiku
150. Gangguan Lagi


__ADS_3

Riuanti menemui Bagas di ruang tamu dan tampak Bagas sedang berbicara dengan kedua orang tuanya.


"Ayo kita pulang sayang. Kalau terlalu malam kasihan kamu dan bayi kita. Besok juga Mas ada operasi pagi-pagi!" ajak Bagas sambil bangun dari duduknya.


"Mas! Besok tuh ada acara lamarannya Kak Nadia. Kita bisa nggak lalau nginep di sini malam ini? Kita bantu-bantu Papa Mama persiapkan untuk acara besok!" ajak Riyanti kepada Bagas.


"Bener Pah Kak Nadya mau lamaran?" tanya Bagas dengan wajah berbinar kepada ke dua mertuanya.


"Iya benar tadi ketika kami makan malam di restoran langganan kami. Tiba-tiba saja Nadya bertemu dengan Dipta. Entah bagaimana ceritanya, Dipta menjanjikan akan melamar Nadia besok pagi!" ucap ayahnya Rianti sambil tersenyum kepada Bagas.


"Alhamdulillah kalau begitu Pah! Saya ikut senang. Ya sudah! Kalau gitu nggak papa Kita menginap di sini sayang. Sekalian kan Mas bisa bantu-bantu nanti!" ucap Bagas sambil tersenyum kepada Rianti.


"Ya sudah, Rianti antar Suamimu ke kamar


Biar bisa istirahat. Kasihan Pasti sangat lelah setelah operasi seharian!" ucap ibunya Riyanti meminta kepada Rianti untuk memajak Bagas ke kamarnya dulu sewaktu dia tinggal di rumah itu.


Sementara itu Nadia saat ini sedang resah di dalam kamarnya nggak tahu kenapa sejak tadi dia tidak bisa tidur.


"Ya Allah ada apa ini kenapa perasaanku tidak tenang seperti ini apakah Mas Dipta menemui masalah?" tanya Nadia sambil mengelus dadanya yang terasa sakit dan sesak.


"Apakah makhluk-makhluk yang dulu aku puja datang menggangguku lagi?" tanya Nadia ke pada dirinya sendiri sambil terus melihat ke sekeliling.


"Ya Allah jagalah hamba selalu. Agar hamba bisa istiqomah di dalam jalanmu ya Allah!" ucap Nadya. Namun tiba-tiba saja ada Seberkas cahaya yang masuk melalui jendelanya. Membuat Nadya terkejut.


"Nadya sudah sangat lama kok tidak memberikan sesajen kepada kami. Apakah kau sudah melupakan kami?" tanya suara itu yang membuat Nadia jadi gemetar ketakutan.

__ADS_1


"Aku sudah memutuskan hubunganku denganmu. Untuk apa kau datang lagi padaku?" tanya Nadia mulai memberanikan dirinya untuk melawan rasa takutnya dalam menghadapi makhluk yang dulu pernah dia sembah sebelum dia menemukan Hidayah dan bertobat kepada Allah.


"Kau tahu bahwa perjanjian persekutuan kita adalah sampai kiamat apabila kau matipun kau tetap adalah budak kami! Hahaha!" ucap makhluk yang berbadan tinggi besar. Yang saat ini sedang berdiri di hadapan Nadya Sambil tertawa terbahak-bahak.


"Demi Allah aku sudah bputus hubungan denganmu maupun bangsamu dan aku tidak akan pernah kembali menyembahmu walau apapun yang terjadi. Karena aku hanya akan menyembah Allah! Tuhanku Yang Maha Esa!" ucap Nadia dengan penuh keberanian yang ada di dalam hatinya dan keyakinan terhadap Allah yang akan selalu membantunya selama dia berpasrah hanya kepada Allah.


Tiba-tiba suara pintu diketuk dari luar yang mengagetkan Nadya.


"Nadia ada apa? Kenapa dari tadi Mama mendengar kalau kamu berteriak-teriak Nak?Apakah ada masalah di dalam?" tanya ibunya Nadia sambil terus mengetuk pintu kamar putrinya yang tidak bisa dibuka dari luar.


"Masuk saja Mah pintunya tidak dikunci kok sama Nadia!" ucap Nadia sambil berteriak pada ibunya tetapi anehnya ibunya tidak bisa mendengarkan apa yang dikatakan oleh Nadia saat ini.


"Tidak akan ada yang bisa mendengarkan suaramu mulai sekarang! Hahaha!" ucap makhluk berbadan tinggi besar itu sehingga membuat Nadia mulai ciut nyalinya.


Tetapi kemudian Nadia ingat tentang pesan seorang Ustadz yang pernah berceramah di dalam penjara. Ustadz itu mengatakan bahwa setan dan jin takut akan kekuasaan Allah dan harus berserah hanya kepada Allah.


"Hentikan Nadia! Apakah kau sudah bosan hidup? Percayalah kalau kau tidak berhenti jiga, aku pasti akan mengganggu calon suamimu dan akan ku ambil dia dari sisimu!" teriak makhluk itu sambil kesakitan dan terus mengancam Nadia agar berhenti membaca ayat suci Alquran dan juga dzikir kepada Allah.


"Silakan kau lakukan itu. Namun sebelum itu, aku akan membakarmu dengan ayat-ayat Allah. Pergilah kau ke alammu dan jangan pernah kembali untuk mengganggu kami umat manusia dalam jalan kebenaran!" ucap Nadia sambil melemparkan tasbih yang saat ini ada di dalam genggaman tangannya ke arah makhluk tersebut sehingga dia kepanasan dan akhirnya menghilang dari hadapan Nadia.


Setelah makhluk berbadan besar itu meninggalkan kamar Nadya. Seketika ruangan itu menjadi tenang kembali. Aura negatif menghilang seketika dan dada sesak yang tadi dirasakan oleh Nadia kini telah menghilang.


Tiba-tiba ibunya Nadya sudah bisa membuka pintu kamarnya Nadia dan langsung memeluk putrinya.


"Sayang kok tidak apa-apa kan? Mama khawatir sekali denganmu. Mama tadi hanya mendengar kalau kau berteriak-teriak terus di dalam kamarmu. Emangnya tadi ada apa?" tanya ibunya Nadia merasa khawatir dengan keadaan putrinya.

__ADS_1


"Nadia baik-baik saja mah alhamdulillah Karena dia sudah selamat dari marabahaya!" ucap Nadia sambil memeluk tubuh ibunya dengan erat.


"Apa maksudmu Mama tidak mengerti!" ucap ibunya Nadia bingung dengan apa yang dikatakan oleh putrinya.


"Makhluk-makhluk yang dulu pernah Nadia sembah mah. Untuk pesugihan. Mereka datang menuntut sesajen dan tumbal dari Nadia!" ucap Nadia sambil menundukkan kepalanya.


"Ya Allah kenapa sampai masih ada lagi cobaan untuk keluarga kita?" ucap ibunya Nadia sambil memeluk tubuh putrinya.


"Mah ayo kita ke kediamannya Dipta. Tadi makhluk itu mengancam akan mengganggu Dipta. Ayo kita ke sana mah. Nadia takut ada apa-apa dengan Dipta!" ucap Nadia mengajak ibunya untuk pergi ke kediaman Dipta.


"Tapi mama tidak tahu di mana kediamannya Dipta. Ya sudah! Ayo kita keluar dulu siapa tahu Bagas atau Riyanti tahu di mana kediaman Dipta. Jadi kita bisa ke sana dan menolong Dipta!" ajak ibunya Nadia sambil menggandeng tangan putrinya yang tampak masih gemetar.


"Tenanglah Sayang Papa dan Mama pasti akan selalu bersamamu!" ucap ibunya Nadia sambil memeluk putrinya yang saat ini sedang terisak.


Nadya kini tengah menyesali masa lalunya yang pernah terjatuh dan lembah hitam dan mengabadikan diri kepada setan demi harta dan kekayaan.


Begitu sampai di ruang tamu tanpa ayahnya Nadia kebingungan melihat putrinya yang kini tampak pucat dan menggigil.


"Ada apa denganmu Nadia? Kenapa kau menggigil seperti itu? Apakah kau sakit Nak?" tanya ayahnya Nadia sambil menyambut kedatangan Nadia dan juga istrinya.


"Pah cepat panggil Bagas sama Rianti ada yang harus kita bicarakan dan ini sangat penting!" ucap ibunya Nadia sambil menatap kepada suaminya dengan wajah sangat serius sehingga membuat suaminya menjadi khawatir dengan keadaan istri dan anaknya.


"Baiklah Mah! Sebentar papa akan panggilkan Bagas dan Rianti!" kemudian ayahnya Nadia langsung berlari ke kamar Bagas dan juga Riyanti yang tidak terlalu jauh letaknya dari ruang tamu.


"Bagas, Rianti! Bisakah kalian keluar dulu? mamamu ingin bicara dengan kalian!" ucap ayahnya Rianti sambil mengetuk pintu kamar Rianti putrinya.

__ADS_1


Tidak lama kemudian Riyanti membuka pintu kamarnya dan nampak memicingkan matanya. Karena tadi dia sempat tertidur sebentar. Namun karena kaget dengan ketukan pintu sang ayah. Sehingga terbangun lagi dengan tergopoh-gopoh.


__ADS_2