
Marcella sudah mengetahui bahwa sekarang Zidane sudah meninggalkan kota Jakarta.
" Sekarang Apa yang harus kita lakukan Pah? Mas Zidane tidak ada di manapun! Marcella sudah berusaha menghubunginya tetapi Nomornya tidak ada yang aktif! Tampaknya Mas Zidane sudah benar-benar memastikan diri untuk meninggalkan kita semua!" ucap Marcella dengan sedih.
Shelo yang merasa sedih melihat saudaranya ditinggalkan oleh suaminya begitu saja tampak geram dan marah.
" Tenanglah aku pasti akan mencari suamimu dan menyeretnya ke hadapanmu!" ucap Shelo sambil menatap saudaranya yang saat ini sedang menangis.
" Tolonglah Jangan memperlakukan suamiku seperti seorang penjahat bagaimanapun dia adalah Ayah dari Putraku! Bagaimana aku akan menghadapi kehidupan kami kalau sampai Mas Zidane tidak mau kembali lagi?" tanya Marcella dengan suara yang serak.
" Bukankah kau sudah memasukkan gugatan perceraian ke pengadilan agama kenapa kau masih memikirkan dia sebagai suamimu?" tanya Dipta kepada putrinya yang saat ini sedang menangis.
" Tidak Pah! Marcella belum memasukkan aplikasi gugatan perceraian itu. Marcella belum merasa yakin untuk benar-benar bercerai dengan Mas Zidane! Marcella mencintainya Pah!" ucap Marcella menatap ayahnya yang tampak melotot kepadanya.
" Kau benar-benar seorang anak yang sangat bengal dan sangat sulit diatur. Untuk apa lagi kau mempertahankan laki-laki yang jelas-jelas tidak bertanggung jawab terhadapmu dan juga putramu? Bahkan Bima ayahnya saja sudah menyerah dengan putranya yang sangat mengecewakan itu!" ucap Dipta dengan emosi.
Marcella hanya bisa menangis ketika dia mendengarkan omelan dari ayahnya yang dia tahu pasti memikirkan dirinya.
" Marcella tahu kalau Papa menyayangiku. Akan tetapi aku adalah seorang istri sekarang dari Mas Zidane yang telah Papa jodohkan denganku sejak aku masih belum lahir di dunia sekalipun!" ucap masalah dengan mata berkaca-kaca.
Dipta hanya bisa menarik nafasnya dengan dalam. Walaupun hatinya benar-benar marah terhadap Zidane, tetap saja Dia pun tidak bisa membenci laki-laki itu. Bagaimanapun dia adalah menantunya, ayah dari cucunya dan juga putra dari sahabat terbaiknya.
" Terserah apa yang mau kau katakan. Tapi yang jelas. Cepatlah kau pindah ke rumah ini karena Papa tidak bisa tenang untuk membiarkanmu tinggal di apartemen itu sendirian! Biarkanlah kami orang tuamu kembali mengambilmu dari tangan suamimu yang tidak bertanggung jawab itu!" ucap Dipta sambil meninggalkan Marcella sendiri.
Shelo memilih meninggalkan mereka dan pergi ke dalam kamarnya. Tampak dia sibuk menghubungi teman-temannya untuk mencari tahu keberadaan Zidan.
Ketika dia tidak bisa mendapatkan informasi apapun. Shello lebih memilih untuk tidur daripada berkeliaran di luar sana untuk menghabiskan waktunya yang berharga untuk beristirahat.
Ya Shello lebih memilih untuk bekerja di perusahaan ayahnya daripada melakukan balapan liar maupun berjalan-jalan bersama dengan teman-temannya yang hanya selalu menawarkan pergaulan malam yang tidak sehat baginya.
Shelo yang sudah dididik oleh ayahnya untuk suatu saat memimpin perusahaan keluarga Bahkan dia sampai saat ini belum memiliki seorang kekasih yang bisa mencuri hatinya.
Fokus Shelo hanyalah belajar dan belajar.
__ADS_1
Apabila dia sudah selesai dengan kuliahnya maka dia pasti akan langsung berangkat ke perusahaan ayahnya dan bekerja membantu sang ayah mengelola perusahaan mereka.
Dipta sangat bangga dengan putranya yang sangat berprestasi dalam bidang akademik maupun pekerjaan di kantor.
Flash back on
" Shello katakanlah kepada papa kalau kau sudah siap untuk menikah. Apakah kau ingin mencari calonmu sendiri ataukah kami yang akan mencarikannya?" tanya Dita dahulu.
" Tidak Pah. Shello belum pernah memikirkan hal itu. Nanti suatu saat juga pasti Shelo akan mengatakan kepada papa kalau memang sudah memiliki calon yang baik untuk menjadi istriku!" ucap Shello menjawab pertanyaan Dipta kala itu.
" Baiklah lakukanlah apa yang menurutmu baik. Kami sebagai orang tua hanya bisa mendukung dan mendoakanmu untuk kebahagiaanmu!" ucap Dipta yang kemudian meninggalkan putranya sendiri di dalam kamarnya.
Flash back off
Sebenarnya Shelo memiliki seorang wanita yang sudah cukup lama mengisi relung hatinya akan tetapi dia belum berani untuk mengatakannya.
Dia adalah seorang wanita yang sederhana bukan dari anak konglomerat seperti kebanyakan teman-temannya.
Shelo bertemu dengan perempuan itu ketika dia melakukan KKN di sebuah desa.
Flash back on
" Apakah suatu saat nanti kau akan kembali lagi kalau kau sudah menyelesaikan tugas KKN mu di desa kami?" tanya Denis kepada Shello yang sejak tadi sangat asyik memperhatikan kecantikannya.
Denis sampai mengguncangkan tangan Selo yang sedang melamunkan dirinya untuk menjadi kekasih Shello.
" Heh!! Jawablah pertanyaanku! Apakah kau akan kembali lagi kemari setelah KKN mu selesai?" tanya Denis sambil melotot tajam kepada Shelo.
" Yah mungkin suatu saat aku akan datang kemari untuk melamarmu menjadi istriku!" ucap Shelo keceplosan sehingga membuat Denis akhirnya menjadi salah tingkah dibuatnya.
" Maaf! Maksudku suatu saat aku pasti akan kembali ke mari untuk datang bersilaturahmi denganmu dan juga keluargamu!" ucap Shelo merevisi apa yang dia katakan tadi tanpa dia sadari.
Tampak wajah Denis kecewa mendengarkan apa yang dikatakan oleh Shelo.
__ADS_1
" Aku kira kau benar-benar akan datang kemari untuk melamarku Kalau benar hal itu terjadi maka aku akan menunggumu untuk datang kemari!" ucap Denis sambil bangkit dari tempat duduknya dan kemudian pergi meninggalkan Shelo dalam bengong dan ketidakpercayaannya.
" Apa yang dikatakan oleh Dennis itu apakah benar? Kalau dia akan menungguku untuk melamarmu?!" tanya Shello kepada dirinya sendiri merasa bingung dengan apa yang dikatakan oleh wanita yang sama dia berada di desa itu telah benar-benar mencuri hatinya.
Akhirnya saya telepon meninggalkan Desa itu setelah mereka selesai menyelesaikan KKN.
Shelo pun lulus dari kuliah dan dia mulai fokus untuk menjadi pemimpin setelah ayahnya nanti menyerahkan tanpa kepemimpinan kepadanya.
Flash back off
Tampak Shelo menarik nafasnya dengan dalam ketika dia mengingat kembali masa lalu tentang seorang wanita yang pernah mencuri hatinya.
" Denis. Apakah kau masih menungguku untuk datang melamarmu ataukah kau sini sudah menjadi istri orang lain?" monolog Shello kepada dirinya sendiri sambil lihat terus menatap foto seorang gadis yang ada di dalam ponselnya.
Visualisasi Denis
Setelah merasa puas menatap wajah wanita yang dia cintai. Shello pun kemudian memutuskan untuk tidur karena besok dia akan mencoba untuk datang ke desa untuk memastikan keadaan Denis saat ini.
Selama ini Shelo memang tidak memiliki nomor telepon Denis. Karena dia tidak berani untuk memintanya kepada gadis itu.
Pribadi Shelo yang sangat humble terhadap semua orang benar-benar telah membuat Denis jatuh cinta kepadanya. Akan tetapi sebagai seorang wanita, Dennis tidak mau merendahkan dirinya dengan menyerahkan atau pun menampakkan rasa cintanya kepada Shello dengan terlalu jelas.
Selama ini Denis selalu menjaga jarak dengan Shelo walaupun perasaannya telah bertaut dengan pemuda tampan itu.
" Aku akan menunggunya datang untuk melamarku sesuai dengan janjinya!" ucap Denis ketika orang tuanya menawarkan Perjodohan untuk Dennis.
Sehingga orang tuanya akhirnya menyerah dan tidak mau memaksakan keinginan mereka terhadap putrinya.
Mereka sangat sadar bahwa pernikahan karena terpaksa sangatlah tidak baik untuk kesehatan mental putrinya.
Mereka ingin putrinya memiliki kehidupan rumah tangga yang baik dan harmonis dengan suaminya yang dilingkupi oleh cinta kasih sehingga bisa mereguk kebahagiaan di dalam pernikahan mereka.
__ADS_1
Akan tetapi sebagai orang tua mereka pun merasa sangat khawatir. Karena sudah lebih dari satu tahun laki-laki yang diharapkan oleh putrinya tidak pernah datang kepada mereka untuk melamar sang putri tercinta menjadi istrinya sesuai dengan janjinya dahulu.