Lurah Pondokku Calon Suamiku

Lurah Pondokku Calon Suamiku
113. Kembali Ke Jakarta


__ADS_3

Sore itu juga Rianti, Bagas, Dipta dan Bima. serta beberapa dokter dan suster yang sakit lainnya. Meninggalkan lokasi bencana itu untuk kembali ke Jakarta.


Mereka akan berobat di Jakarta agar kondisi mereka kembali pulih. Baru kemudian, kalau Mereka menginginkan untuk kembali ke sana lagi, maka perusahaan Dipta akan menjadi fasilitator untuk mengirimkan mereka kembali ke daerah itu.


Begitu Rianti dan Bagas sampai di perusahaan milik Dipta, di sana sudah menunggu kedua orang tuanya dan juga kedua orang tua Bagas.


Keluarga dari dokter dan suster yang lain juga sudah menunggu di sana. Tidak terkecuali dengan keluarga Bima sendiri, beserta ibu nya Dipta. Yang sejak kemarin sudah tolong kabut dengan keadaan putra-putra mereka.


Berita di televisi yang membuat mereka menjadi tidak tenang, ketika melepaskan putra-putra mereka untuk pergi ke daerah bencana itu.


Tangis dan haru mewarnai pertemuan mereka semua di perusahaan Dipta malam itu. Walaupun cuaca yang dingin dan mendung, tidak menghalangi mereka semua untuk menjemput keluarga mereka. Yang sudah mereka tunggu-tunggu dengan penuh harap dan doa.


"Alhamdulillah Nak kamu pulang dengan selamat!" Bagas langsung memeluk dan bersujud di kaki ibunya ketika mereka bertemu pertama kali.


"Alhamdulillah Umi kami dilindungi oleh Allah dan oleh doa-doa Umi serta Abi!" ucap bagus sambil memeluk tubuh ibunya.


Rianti memeluk kedua orang tuanya dengan penuh rasa haru dan syukur. Perjuangannya di Kalimantan selam beberapa hari, telah membuat dia sadar. Betapa berharganya sebuah kehidupan.


"Akhirnya kamu pulang Nak, mama betul-betul masa ketakutan sekali setiap melihat televisi!" Rianti dan Bagas kembali ke kediaman mereka ditemani oleh kedua orang tua masing-masing.


Malam itu, mereka bercengkrama dengan penuh kebahagiaan. Karena akhirnya orang yang mereka sayangi kembali lagi ke sisi mereka. Walaupun tidak sehat, tetapi mereka bersyukur masih diberikan keselamatan.


"Kepada tim relawan yang kembali hari ini, tolong untuk tidak meninggalkan dulu tempat ini. Karena sebentar lagi, tim kesehatan dari rumah sakit. Akan menjemput kita semua. Kita akan dirawat dulu di sana untuk memulihkan kondisi kita semua!" ucap Bima memberikan pengumuman. Kepada semua tim relawan yang hari ini ikut pulang bersamanya.

__ADS_1


Walaupun awalnya pihak keluarga agak kecewa dengan keputusan itu. Tetapi mereka bersyukur juga pada akhirnya. Bahwa pihak rumah sakit masih memperdulikan kesehatan anggota keluarga mereka, yang telah bersusah payah dan berjuang di tempat bencana yang mengerikan itu.


"Kita semua juga perlu mendapatkan isolasi secara ketat. Karena mengingat di sana adalah tempat bencana. Dan juga banyak korban-korban yang meninggal tanpa mendapatkan pertolongan dari kita. Sehingga tubuh kita harus steril, sebelum kembali kepada keluarga kita semua!" ucap Bima melanjutkan pidatonya.


Setelah itu mereka semua dijemput oleh team kesehatan, milik Rumah Sakit ayahnya Bima.


"Terima kasih Dipta atas pertolonganmu ini. Semoga Allah yang akan membalas kebaikan kamu!" ucap Bima sambil memeluk sahabatnya dengan erat.


Suasana di tempat itu benar-benar penuh dengan keharuan dan kesedihan. Serta kebahagiaan dari anggota keluarga para tim relawan, yang akhirnya berhasil kembali ke sisi keluarga mereka.


"Sama-sama bro! Kita ini kan adalah saudara kamu juga pasti akan melakukan hal yang sama ketika aku berada di posisi seperti itu!" ucap Dipta sambil tersenyum.


Bima merasa terharu dan merasa sangat bersyukur. Karena memiliki sahabat seperti Dipta. Yang selama ini selalu menemaninya dan selalu menjadi sahabat terbaik dalam hidupnya.


Tampak di sana, keluarga Bima juga bahagia sekali menyambut kedatangan Putra mereka.


"Papa bangga sekali kepadamu, Bima! Sekarang papa sangat yakin sekali, bahwa Papa akan menyerahkan rumah sakit ini kepadamu!" ucap ayahnya Bima sambil menepuk bahu putranya dengan penuh kebanggaan.


"Terima kasih Pah! Bima hanya berjuang untuk mereka tidak ada tendensi untuk Bima mendapatkan pujian maupun penghormatan dari semua itu!" ucap Bima sambil tersenyum melihat ayah dan ibunya. Yang sangat terharu sekali melihat kedatangannya kembali ke Jakarta.


Bima ikut dengan kedua orang tuanya, untuk menuju ke rumah sakit milik mereka. Untuk mendapatkan perawatan dan isolasi ketat untuk memulihkan kembali kesehatannya. Setelah selama beberapa hari berkutat dan berkumpul bersama para korban bencana.


Bima langsung dimasukkan ke ruangan VVIP oleh ayahnya. Sebagai Putra pemilik Rumah Sakit, tentu saja Bima mendapatkan perlakuan khusus dari para tenaga kesehatan yang berada di tempat itu.

__ADS_1


"Beristirahatlah dan pulihkan kesehatanmu Jangan memikirkan dulu pekerjaanmu!" ucap ayahnya Bima sambil tersenyum kepada putranya.


Bima melihat ke sekeliling, di mana teman-temannya kini sudah mendapatkan tempat dan juga perawatan dari tim Dokter terbaik yang ada di rumah sakit ayahnya.


"Terima kasih Papa sudah memfasilitasi ini semua. Semoga akan menjadi amal dan kebaikan untuk papa maupun keluarga besar kita!" ucap Bima dengan penuh rasa haru dan rasa bangga kepada kedua orang tuanya.


"Kita hidup di dunia, harus saling menolong, Bima. Kelebihan yang ada di dalam keluarga kita, sebisa mungkin, dapat memberikan manfaat kepada umat manusia di dunia ini!" ibunya Bima tersenyum kepada putranya yang selalu menjadi kebanggaannya.


Akhirnya malam itu, mereka bisa bercengkrama kembali dan beristirahat dengan tenang setelah keluarga yang mereka cintai kembali ke sisi mereka.


Sementara itu, di ruangan Bagas dan Rianti. tampak kedua orang tua mereka masing-masing memperhatikan keduanya dengan begitu seksama dan penuh kasih sayang.


Rasa haru dan rasa syukur, tidak pernah berhenti untuk dipanjatkan oleh mereka semua, atas karunia Tuhan yang begitu besar terhadap mereka.


"Abah dan Umi, Istirahatlah! Sudah hentikan semua itu Nanti kalian lelah!" ucap Bagas mengingatkan kepada kedua orang tuanya untuk segera tidur karena waktu yang sudah sangat malam dan terlihat bahwa mereka sudah kelelahan.


" Iya kami pasti akan beristirahat tenang saja!" jawab ibunya Bagas dengan penuh semangat.


Kedua orang tua Riyanti malam itu memutuskan untuk kembali ke kediaman mereka. Kondisi ibunya Rianti yang tidak memungkinkan untuk tinggal di rumah sakit.


Jadi Bagas menyarankan untuk kedua mertuanya itu untuk bisa beristirahat di rumah. Karena rasa lelah bisa diobati dengan istirahat dengan baik.


Suasana di rumah sakit yang hiruk pikuk dengan kegiatan mengobati orang, tidak baik untuk mereka saat ini.

__ADS_1


"Baiklah Papa sama Mama kembali ke rumah Ingat kalian harus beristirahat dengan baik dan mendapatkan perawatan yang baik sehingga kesehatan kalian kembali pulih!" ucap ibunya Rianti sebelum mereka meninggalkan rumah sakit itu.


__ADS_2