
Setelah mereka selesai makan malam. Mereka pun Kemudian bertemu di ruang tamu untuk berdiskusi tentang rencana pernikahan antara Marcella dan Zidane.
" Zidane ingin menikah dengan Marcella secepatnya!" ucap Zidane.
Semua orang yang hadir di ruangan itu merasa terkejut tidak terkecuali dengan Bima dan Sheilla.
" Kenapa tiba-tiba sekali? Perasaan kemarin kau masih menolak pernikahan ini!" ucap Bima keheranan.
" Itu gara-gara wanita yang dia cintai akan menikah satu minggu lagi Mah. Makanya dia menginginkan agar datang ke pernikahan itu dengan membawa Seorang Istri agar dia bisa membalaskan perasaan sakit hatinya terhadap wanita yang dia cintai!" ucap Marcella sambil menatap sinis kepada Zidane.
" Untuk hadir di pernikahannya tidak perlu sampai Marcella harus menjadi istrimu Zidane. Cukup dengan status tunangan Papa rasa itu tidak masalah!" ucap Bima mengerti perasaan anaknya saat ini.
" Tapi Zidane mengatakan kepada Alexa bahwa Zidane akan datang bersama istri Zidane!" ucap Zidane lesu dan menundukkan kepalanya.
" Jangan gegabah! Pernikahan itu bukan permainan. Om tidak akan mengizinkanmu untuk menikahi Putri Om karena masalah seperti itu!" ucap Dipta dengan suara yang tegas dan jelas.
" Tapi saya membutuhkan seorang istri!" ucap Zidane dengan suara lemah.
" Maafkan Om Zidane! Tetapi Om tidak akan mengizinkan Marcella untuk menikah dalam waktu dekat ini. Karena dia masih kelas 2 SMA dan harus melanjutkan kuliahnya!" ucap Dipta dengan tegas.
Marcella sangat bangga melihat ayahnya memperjuangkan tentang masa depannya di hadapan keluarga calon mertuanya dan juga calon suaminya.
" Lagian alasanmu absurd banget sih. Cuman gara-gara kayak gitu aja kau memaksa adikku untuk segera menikah denganmu. Adikku masih kecil. Apa kau nanti tidak takut kalau di tuntut dengan pasal Pedofil karena menikahi anak di bawah umur?" ucap Shello kesal.
" Dengarkan Mama Zidane! Tidak harus membawa seorang istri ke dalam pernikahan itu. Kau bisa membawa Marcella sebagai tunanganmu ke sana. Mama tidak keberatan!" ucap Sheila membujuk putranya agar mau merubah pikirannya.
__ADS_1
" Kalau begitu Maafkan Zidane kalau Zidane akan mencari perempuan lain untuk menjadi istri Zidane!" ucapan Zidane membuat semua orang yang ada di dalam ruangan itu sontak terkejut.
" Apa maksud kamu Zidane! Jangan sembarangan kau bicara!" ucap Bima sambil menatap tajam kepada putranya yang saat ini sedang menundukkan kepalanya.
" Tidak apa-apa kalau kau ingin menikahi perempuan lain. Karena Om pun tidak akan rela kalau sampai Marcella dinikahi anda karena masalah yang tidak penting itu!" ucap Dipta berusaha untuk tenang di hadapan semuanya.
"Jangan sembarangan Dipta! Aku tidak akan membiarkan pertunangan ini batal begitu saja. Kita sudah merencanakan ini lebih dari 20 tahun!" ucap Bima geram melihat kepada Dipta dan Zidane yang sekarang tampak saling menatap satu sama lain.
" Aku hanya meminta kami menikah saja. Aku tidak akan menyentuh Marcella sampai dia siap untuk menjadi istriku sesungguhnya!" ucap Zidane melunakkan suaranya karena dia tahu bahwa suasana di dalam ruangan itu sudah memanas gara-gara perbuatannya.
" Maksudmu pernikahan yang hanya status saja? Tetapi kalian tidak akan bercampur dalam satu rumah?" tanya Kinan mencoba untuk mengkonfirmasi kepada Zidane.
" Yah hanya pernikahan status di atas kertas, untuk sementara sampai Marcella siap untuk menjadi istriku seutuhnya. Selama masa itu aku akan tetap memberikan nafkah kepada Marcella dan juga menanggung seluruh kehidupannya!" ucap Zidane menjelaskan kepada semuanya agar mereka bisa memahami apa yang dia inginkan.
" Apakah nantinya kalian akan tinggal di satu rumah?" tanya Kinan merasa penasaran.
" Baiklah kalau seperti itu tidak apa-apa. Mungkin ada kebaikan di dalamnya. Bagaimana menurutmu Marcella?" tanya Dipta kepada putrinya yang masih menundukkan kepalanya.
" Tapi yang jelas saya masih ingin sekolah dan juga kuliah!" ucap Marcella menegaskan keinginannya.
" Tidak apa-apa aku tidak akan melarangmu untuk kuliah ataupun bekerja kau cukup menjadi seorang nyonya di rumah kita!" ucap Zidane memberikan jaminan kepada Marcella agar mau menerima keinginannya untuk menikah secepatnya.
" Tolong berikan waktu kepada Marcella untuk berfikir dan beristikharah untuk memutuskan masalah ini;" ucap Marcella meminta waktu kepada semuanya.
" Aku akan menunggu jawabanmu besok. Kalau kau menolak untuk menikah denganku, maka aku akan mencari perempuan lain untuk menjadi istriku!" ucap Zidane menatap serius kepada Marcella.
__ADS_1
" Apa segitu ngebetnya kamu untuk segera menikah sampai mengancam segala?" tanya Shello merasa kesal.
" Pernikahan itu bukan permainan jangan coba-coba kau mempermainkannya kalau tidak ingin berdosa kepada Tuhan!" ucap Dipta tegas.
" Saya tidak ada niat untuk mempermainkan pernikahan Om. Saya hanya ingin segera mempercepat pernikahan ini toh cepat atau lambat juga pasti akan terjadi!" ucap Zidane dengan suara tegas.
" Kau berkata kalau kau akan bertanggung jawab penuh dengan kehidupan Marcella setelah kalian menikah. pertanyaannya adalah dengan cara apa? Setahu om kau baru lulus kuliahkan dan belum memiliki pekerjaan apapun!" tanya Dipta penasaran.
" Untuk masalah itu jangan khawatir! Nanti saya akan memberikan satu rumah sakit untuk dikelola oleh Zidane sebagai hadiah pernikahan untuk mereka berdua dariku!" ucap Bima sambil menatap mereka semua.
" Dan saya akan menghadiahkan satu perusahaan untuk Putraku sehingga dia bisa mencukupi semua kebutuhan Marcella sebagai istrinya!" ucap Sheilla sambil menatap tajam kepada semua orang yang ada di hadapannya.
" Kalau begitu papa juga akan menyerahkan satu perusahaan kepada Maecella untuk bisa dia kelola sehingga kehidupan mereka ke depannya tidak akan susah!" ucap Dipta dengan penuh keyakinan.
" Kalau begitu saya akan mempersiapkan semua acara pernikahan sehingga bisa terlaksana baik!" Kinan tidak mau kalah dengan semuanya.
Akhirnya pada malam itu mereka memutuskan untuk melakukan pernikahan antara Zidane dan Marcella di hotel milik keluarga Dipta yaitu 2 hari dari sekarang.
Keesokan harinya. Mereka semua sibuk untuk mempersiapkan pernikahan antara Zidane dan Marcella. Kedua orangtua mereka sudah mendatangi pihak sekolah dan menjelaskan semua permasalahan yang terjadi diantara mereka sehingga marcella tidak akan mendapatkan masalah kedepannya.
Kedua orangtua Zidane menjelaskan bahwa mereka memang menikah tetapi mereka tinggal tidak bersama. Hanya sebuah status saja yang dibutuhkan oleh Zidane saat ini.
Walaupun sebenarnya Marcella tidak senang dengan rencana yang sudah dibuat oleh keluarga besar mereka. Tetapi dia pun tidak bisa menolak karena semuanya sudah diskusikan melalui musyawarah keluarga.
" Aku harus tegar dan kuat menghadapi nasibku saat ini. Biarlah Kuterima pernikahan ini daripada hubungan dua keluarga menjadi renggang!" ucap Marcella pasrah ketika dia pergi ke sekolahan untuk meminta libur pada gurunya!
__ADS_1
' Ya ampun! Betapa memalukannya! Aku harus datang ke sekolah untuk meminta izin karena akan menikah dini!" ucap Marcella sambil berdiri ngeri ketika dia berdiri di depan pintu ruangan Kepala Sekolahnya.
" Semoga pernikahan ini tidak akan membuatku melupakan siapa Aku dan juga aku bisa hidup mandiri dan sukses!" ucap Marcella yakin dan penuh dengan semangat.