
Elena sangat marah sekali ketika dia mengetahui tentang pernikahan Raffi dan Dinda.
" Papa harus bertindak! Pokoknya aku tidak sudi dan tidak rela kalau laki-laki yang kucintai menikahi perempuan lain!" ucap Elena dengan penuh amarah dan kesedihan. Setelah dia pulang dari resepsi pernikahan Raffi dan Dinda.
Ayahnya Elena hanya menggelengkan kepala melihat putrinya yang tampak sangat frustasi dengan pernikahan Raffi dan juga Dinda.
" Banyak sekali laki-laki tampan dan juga hebat di dunia ini kenapa kau harus ribut hanya karena seorang laki-laki bernama Raffi?" tanya ayahnya Elena sambil menggelengkan kepalanya dan kemudian keluar dari kamar putrinya yang langsung mengamuk seketika.
Mau tidak mau ayahnya Elena pun kemudian kembali ke dalam kamar tersebut dan langsung mengelus dadanya ketika dia melihat Elena yang sedang melemparkan semua barang-barang di dalam kamarnya.
" Hentikan Elena semua perbuatan bodohmu ini! Kau benar-benar membuat Papa menjadi sangat marah!" ucap ayahnya Elena sambil memegang kedua tangan putrinya yang masih berusaha untuk melemparkan barang-barang di dalam kamarnya.
Elena yang memang sebetulnya sudah lelah dengan amarah dan juga amukannya. Dia pun kemudian memeluk tubuh ayahnya yang selama ini selalu menjadi tempat dia untuk mengadukan segala derita hatinya.
" Tolonglah Elena Papa! Elena benar-benar sangat mencintai Raffi! Elena tidak bisa hidup dengan memikirkan Raffi yang saat ini sedang bersama dengan istrinya!" ucap Elena sambil sesegukan di dalam pelukan sang ayah yang memeluknya dengan erat.
" Tenanglah sayang! Papah akan memikirkan cara untuk membuat Raffi bisa jauh dengan istrinya. Sekarang kau tidurlah! Besok Papa pasti akan memberikan kabar yang baik untukmu!" Elena langsung sumringah wajahnya ketika mendapatkan janji dari sang ayah yang selama ini selalu memberikan semua keinginannya.
" Ayah harus berjanji bahwa Ayah harus bisa membuat Raffi kembali ke sisiku dan meninggalkan perempuan yang sekarang menjadi istrinya!" ucap Elena dengan mata penuh pengharapan kepada ayahnya.
__ADS_1
" Baiklah papa akan berjanji. Papa akan berusaha untuk membuat Raffi bisa bekerja di Mesir di kantor Papa! berdoalah agar rapi mau menerima pekerjaan ini sehingga kau bisa bertemu dengan dia setiap hari di kantor Papa!" ucap ayahnya Elena sambil tersenyum kepada putrinya.
' Aku yakin kalau Raffi pasti akan mau menerima tawaranku untuk bekerja di kantor KBRI Mesir! Bukankah Sekarang dia sudah mempunyai istri pasti dia membutuhkan pekerjaan tetap untuk bisa menafkahi istrinya itu!' batin ayahnya Elena dengan penuh percaya diri.
Ayahnya Elena tidak tahu kalau Raffi adalah seorang entertainer muda yang memiliki banyak restoran dan juga usaha kecil lainnya yang berada di dalam naungan perusahaan miliknya. Perusahaan rahasia yang hanya diketahui oleh Raffi sendiri. Bahkan kedua orang tuanya pun tidak tahu tentang apa yang dia lakukan di luar sana.
Akan tetapi Dinda yang selama ini selalu membantu pekerjaan Raffi pun hanya mengetahui bahwa itu hanyalah pekerjaan sampingan sang suami.
Raffi benar-benar menutup informasi tentang perusahaan tersebut. Karena dia tidak mau perusahaan itu akan membuatnya menjadi ujub dan Riya dengan pujian dan juga orang menjadi tidak tulus ketika bersamanya.
Yang mengetahui tentang perusahaan itu hanyalah sahabatnya saja yang sudah diawanti-wanti untuk menjaga rahasia tersebut dari publik maupun kedua orang tua mereka.
Setelah melihat putrinya tertidur, ayahnya Elena pun kemudian langsung keluar dari kamar tersebut dan segera menghubungi staf KBRI yang ada di Mesir. Untuk mengatur agar Raffi mau bekerja di sana.
" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Apakah kau bisa mengirimkan surat panggilan kerja untuk saudara Muhammad rafiqul A'laa? Saya akan mengirimkan detail informasi tentang dia melalui email!" perintah ayahnya Elena kepada staf yang bekerja di sana.
Setelah mendapatkan kepastian dari stafnya. Ayahnya Elena kemudian mengirimkan identitas maupun file-file tentang Raffi melalui email kepada staf tersebut.
Setelah dia merasa cukup dengan apa yang diperlukan tentang rencana dia untuk membuat Rafi bekerja di kantornya. Ayahnya Elena pun kemudian menghubungi sang istri untuk mempersiapkan kepulangannya ke Mesir dalam minggu ini.
__ADS_1
" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!" ucap ayahnya Elena memberikan salam kepada sang istri yang saat ini berada di Mesir bersama dengan dua putranya yang lain.
" Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh! Papah kapan kembali ke Mesir? Kenapa lama sekali tinggal di Indonesia?" tanya sang istri merasa penasaran kepada suaminya yang sudah hampir satu bulan tinggal di Indonesia.
" Insya Allah minggu ini papa akan pulang bersama dengan Elena. Papa mengalami kesulitan untuk membujuk Elena agar ikut kembali ke Mesir bersama papa!" ucap ayahnya Elena memberikan alasan kenapa dia begitu lama berada di Indonesia.
" Elena memang gadis yang sangat keras kepala Papa pasti merasa kesulitan sekali untuk bisa menaklukkan anak gadis kita!" ucap ibunya Elena merasa prihatin dengan sang putri yang selalu saja keras kepala dan memaksakan kehendak dirinya terhadap orang lain.
" Ini adalah kesalahan Mama yang selama ini selalu memanjakan dia!" ucap ibunya Elena merasa menyesali apa yang sudah terjadi.
" Sudahlah Mah! Semua ini bukan salah kita. Mungkin memang Elena yang terlalu mencintai Raffi sehingga dia tidak bisa melepaskan laki-laki itu! Sekarang papa hanya ingin mencoba untuk membantu Elena. Setidaknya bisa melihat laki-laki yang dia cintai setiap hari. Agar membuat Elena bisa bersikap lebih tenang dan tidak selalu mengamuk!" ucap ayahnya Elena sambil memijit pelipisnya yang sangat sakit ketika dia memikirkan tentang putrinya.
" Apa yang akan Papa lakukan terhadap laki-laki itu? Tolonglah Pah jangan ikut-ikutan menjadi Elena yang suka memaksakan kehendak kepada orang lain!" bocap ayahnya Elena mencoba untuk menginginkan suaminya agar tidak ikut-ikutan menjadi gila seperti putrinya.
" Papa hanya menawarkan pekerjaan di kantor papa kepada Raffi. Agar dia bisa memiliki penghasilan dan bisa memberikan nafkah untuk istrinya. Bukankah itu suatu hal yang baik Mah? Selain Papa bisa membantu rumah tangga mereka. Papa juga membantu emosi Elena agar lebih stabil. Siapa tahu dengan melihat Raffi setiap hari, hal itu bisa membuat Elena sadar bahwa laki-laki itu tidak terlalu istimewa sehingga membuatnya harus menggila setiap hari! Papa hanya ingin berusaha untuk membuka mata Elena agar bisa membunuh perasaannya kepada Raffi secara perlahan!" ucap ayahnya Elena memberikan alasan kepada sang istri. Kenapa dia mau menuruti keinginan putrinya.
" Baiklah kalau niat Papah adalah seperti itu. Mama akan mendukung tetapi Ingatlah Jangan pernah sekali-kali berniat untuk merusak rumah tangga orang lain! Karena pernikahan itu adalah sesuatu yang suci dan juga sakral di mata Allah. Kita sebagai manusia tidak punya hak untuk memisahkan pernikahan dari seorang!" ucap ibunya Elena memberikan nasehat kepada suaminya.
" Baiklah Ma! Papa mengerti dengan semua itu. Papa hanya ingin mencari solusi untuk permasalahan Elena. Saat ini hanya itu yang bisa Papa lakukan untuk membuat emosi Elena lebih stabil!" ucap ayahnya Elena memberikan penjelasan kepada istrinya agar tidak salah paham dengan apa yang dia lakukan saat ini.
__ADS_1