Lurah Pondokku Calon Suamiku

Lurah Pondokku Calon Suamiku
200. Perkenalan Pertama


__ADS_3

Alhamdulillah novel ini sampai juga ke bab 200. Sudah sampai season 3. Terima kasih kepada semua reader setia yang selalu menemani author untuk terus rajin update setiap harinya. Semoga kita semua diberikan kesehatan dan rizki yang melimpah serta kehidupan yang bahagia dunia dan akhirat. Amin ya robbal alamin.


Happy reading for all.


Aurel sangat senang sekali ketika Zidane mengatakan bahwa dia kenal dengan Rehan laki-laki yang menarik perhatiannya. Untuk pertama kali dalam hidupnya dia tertarik dengan seorang laki-laki.


" Ayo Kakak kenalkan kau dengan Rehan!" ucap Zidane kepada adiknya yang tampak begitu senang mendengarkan dirinya kenal dengan Rehan.


Zidane kemudian mengajak Aurel dan juga Marcella mendekat ke arah Raffi dan Dokter Rehan.


Wwalnya Raffi akan kembali pulang ke pondok pesantren bersama para santri yang dia bawa. Akan tetapi Dinda dan dokter Rehan datang ke acara itu. Sehingga membuat Raffi menggagalkan rencananya untuk kembali ke pondok. Dokter Rehan dan Raffi merupakan sahabat sejak mereka masih kecil.


Akan tetapi mereka berpisah karena Raffi yang pergi kuliah ke Mesir dan baru kembali selama beberapa bulan terakhir ini menggantikan kedua orang tuanya yang saat ini sedang berada di Mekah untuk memimpin pondok pesantren milik orang tuanya.


" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!" ucap Zidane sambil menyelami tangan Rehan.


" Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh!" jawab Rehan dan Raffi bersamaan.


" Halo perkenalkan nama saya Zidane. Saya adalah mempelai pengantin laki-laki dalam pernikahan ini. Dia adalah adik saya dan juga calon istri saya. Perkenalkan yang satu bernama Marcella dan yang satu bernama Aurelia Putri!" ucap Zidan sambil mengulas senyum kepada mereka berdua.


" Perkenalkan nama saya Rehan!" ucap Rehan sambil mengulas senyum kepada Marcella yang sejak tadi menjadi pusat perhatiannya.


Tampak Raffi menghembuskan nafasnya dengan berat. Ketika dia berhadapan langsung dengan Marcella perempuan yang sudah membuatnya tertarik dari pertama kali melihatnya.


' Ya Allah kuatkanlah hatiku Dia sudah menjadi calon istri orang lain jangan sampai hamba mengotori hatiku dengan mencintai perempuan yang tidak halal untukku!' doa Raffi di dalam hatinya.


Dari kejauhan tampak Dinda mendekati mereka berlima.


" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Semuanya!" ucap Dinda memberikan salam kepada semua orang yang ada di sana bersama dengan kakaknya dokter Rehan.

__ADS_1


" Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh!" jawab mereka semua.


Tampak Raffi melirik sekilas kepada Dinda yang begitu cantik dengan cadarnya dan jilbab besarnya.


" Saya kira Ustadz Raffi sudah pulang bersama para santri yang lain?" tanya Dinda melirik sekilas kepada Raffi.


" Tadinya dia mau pulang. Tapi ditarik sama kakak. Kakak kan malu kalau di sini tidak ada yang kenal!" ucap Rehan sambil melirik kepada Marcella yang hanya menundukkan kepalanya saja.


" Tidak apa-apa Nanti saya bisa pulang dengan Rehan!" ucap Raffi dengan suara perlahan dan dia menghindari tatapan bersama dengan Marcella maupun Dinda.


' Ya ampun Dia benar-benar menjaga pandangannya dari seorang perempuan yang tidak halal untuknya!' batin Zidane merasa kagum kepada Raffi.


" Baiklah kalau begitu. Saya permisi dulu. Saya harus segera kembali ke pondok karena sebentar lagi adalah jam mengajar para santri!" ucap Raffi berpamitan kepada mereka semua.


" Kalau begitu saya juga pamit ya? Selamat atas pernikahan kalian berdua!" ucap Rehan sambil menyalami Zidane yang tersenyum kepadanya.


" Lalu bagaimana dengan Dinda Kak kalau kakak pulang?" tanya Dinda tanpa protes karena Kakaknya pulang bersama dengan Raffi.


" Tapi Papa dan Mama kan belum pulang masa kita pulang duluan?" tanya Dinda.


" Kakak cuma mengantar Raffi doang. Nanti balik lagi ke sini. Kan kamu tadi dengar sendiri dia harus mengajar para santri!" ucap Rehan sambil memegang pucuk kepala adiknya yang dia sayangi.


' Ya ampun dia manis sekali terhadap adiknya dia pasti seorang laki-laki yang lembut dan juga perhatian!' batin Aurel sambil terus memperhatikan segala gerak-gerik dan interaksi yang dilakukan oleh dokter Rehan terhadap adiknya dan juga Raffi.


Mereka bertiga pun kemudian meninggalkan kediaman Dipta setelah berpamitan kepada Dipta dan Kinan yang keberatan dengan Raffi yang pulang cepat-cepat sebelum acara selesai.


" Saya harus pulang sekarang Om. Karena sebentar lagi adalah jam mengajar pada santri senior yang biasanya di isi oleh Aby. Kasihan kalau sampai kosong!" ucap Raffi menyampaikan alasannya untuk cepat pulang.


" Tapi besok kalian datang kemari lagi kan? acara pernikahannya kan besok bukan hari ini hari ini hanya pengajian saja!" ucap Kinan.

__ADS_1


" Iya Tante Insya Allah besok saya pasti akan mengusahakan untuk hadir di pernikahan putri tante dan om!" ucap Raffi sambil mengulas senyum kepada keduanya.


" Di mana orang tuamu Rehan, om dan tante belum bertemu?" tanya Dipta kepada Rehan yang akan mengantar Raffi untuk pulang ke pondok pesantren.


" Papah dan Mamah sedang ada di belakang tadi saya lihat mereka sedang berbincang dengan keluarga besan Om Bima dan tante Sheila!" ucap Rehan menjawab pertanyaan dari Dipta.


Sangat wajar kalau Bima dan Bagas sangat dekat. Karena sewaktu mereka muda mereka pernah menjadi rekan kerja di rumah sakit yang sama. Mereka berempat juga pernah berada di Kalimantan untuk membantu para korban bencana gempa sehingga mereka mempunyai ikatan persahabatan yang erat.


" Baiklah hati-hati di jalan ya? Jangan lupa nanti kau kembali lagi untuk menjemput kedua orang tuamu ya? Kami akan menemui kedua orang tuamu karena ada hal yang harus kami bicarakan dengannya!" ucap Dipta.


" Terima kasih Om!" ucap Rehan.


Mereka berdua pun kemudian pergi ke pondok dan tampak pembicaraan serius antara keduanya.


" Tampaknya gadis bernama Aurel itu tertarik dengan mu!" ucap Raffi sambil melirik sekilas kepada Rehan.


" Katakan padaku Raffi! Apakah kau tertarik dengan Marcel? Sejak tadi saya perhatikan kau terus melihat ke arahnya!" tanya Rehan kepada sahabatnya.


" Tidak kok dia itu kan sudah menjadi istri orang lain. Besok resmi loh! Saya tidak mungkin tertarik dengannya. Saya berusaha untuk menjaga hati saya untuk tidak tertarik kepadanya!" ucap Raffi dengan suara lesu.


" Kalau yang saya perhatikan. Tampaknya Marcella juga tertarik denganmu." ucap Rehan sambil melirik kepada Raffi yang saat ini sedang termenung dan menatap ke arah jendela.


" Sudahlah tidak usah dibahas dia bukanlah hakku Karena besok dia akan resmi menjadi istri dari Zidane!" ucap Raffi mengulas senyum getir kepada sahabatnya.


" Yang aku dengar dari kedua orang tuaku. Mereka itu dijodohkan dari sebelum kedua orang tuanya mereka menikah. Sungguh luar biasa sekali. Om Bima benar-benar menginginkan untuk menjadikan Marcella sebagai menantu mereka!" ucap Rehan sambil menggelengkan kepalanya.


" Jalan jodoh bisa melalui apapun. Bisa melalui perjodohan maupun jalan lainnya yang penting mereka bisa saling mencintai satu sama lain dan menjalani kehidupan rumah tangga dengan bijaksana dan juga saling menghargai satu sama lain!" ucap Raffi dengan senyum mengembang di bibirnya.


" Bagaimana pendapatmu tentang Aurel. Sepertinya dia sangat tertarik denganmu!" tanya Raffi sambil melirik kepada sahabatnya.

__ADS_1


" Entahlah! Aku sama sekali tidak memikirkan tentang hal itu. Raffi! Aku ingin fokus untuk membantu kedua orang tuaku dalam hal mengembangkan Rumah Sakit milik keluarga!" ucap Rehan tetap fokus menyetir mobil sehingga mereka sampai di pondok pesantren.


" Ya udah Bro. Aku kembali lagi ke sana ya? Kedua orang tuaku dan adikku masih ada di sana!" ucap Rehan berpamitan kepada Raffi Sahabat sejatinya.


__ADS_2