Lurah Pondokku Calon Suamiku

Lurah Pondokku Calon Suamiku
168. Berjuang


__ADS_3

Nur saat ini mengikuti mobil bersama Bagas dan Rianti. Sementara Ali bersama dengan Nadia dan Dipta.


" Apa yang sebenarnya terjadi kepada istriku?" tanya Bagas dalam khawatir.


" Cepatlah kita harus segera sampai ke rumah sakit. Semoga saja tidak terlambat!" ucap Nur.


Bagaimanapun Nur merasa tidak tega kalau harus menyatakan kalau apa yang terjadi kepada Rianti saat ini adalah karena Nadia.


' Ya Tuhan! Semoga semuanya belum terlambat dan semoga bayi itu bisa berjuang agar tidak dijadikan tumbal oleh Nadia!' Doa Nur di dalam hatinya. Dalam hatinya dia terus membacakan ayat-ayat suci Alquran dan menghembuskannya ke perut Riyanti, dia terus berusaha untuk memberikan sebuah perlindungan untuk bayi Riyanti.


" Sakit sekali Mbak! Ya Tuhan! Seperti ada seseorang yang ingin menarik Bayiku di dalam perutku!" ucap Rianti dengan mata berderai air mata.


" Bacakanlah doa-doa yang kau bisa di dalam hatimu Riyanti dan mintakanlah kepada Allah agar bayi kalian dilindungi dari segala gangguan setan yang terkutuk!" ucap Nur terus berusaha untuk membuat Rianti sadar dan tenang dalam menghadapi makhluk itu yang sudah mulai berusaha untuk mengambil janin Rianti.


" Cepatlah Bagas kita harus segera sampai ke rumah sakit!" ucap Nur.


Begitu sampai di rumah sakit, Riyanti langsung dibawa ke ruangan ICU untuk segera ditangani oleh team dokter yang bertugas hari ini.


Begitu Rianti masuk ke dalam ruangan Bagas menatap Nur dan bertanya dengan serius.


" Sebenarnya apa yang terjadi pada istriku?" tanya Bagas.


" Kau bisa melihatnya kan, kalau Nadia diikuti oleh sesosok wanita?" tanya Nur tajam kepada Bagas.


" Yah aku memang melihatnya lalu apa hubungannya dengan Rianti dan anakku saat ini?" tanya Bagas akan tidak mengerti.


" Sosok yang mengikuti Nadia adalah sosok penunggu susuk yang dipasang di wajahnya. Tadi ketika Nadia mengelus perut istrimu itu adalah ketika dia menyatakan kalau dia memberikan bayi yang ada di dalam perut istrimu sebagai tumbal bagi makhluk itu!" ucap Nur kepada Bagas.

__ADS_1


"Ya Tuhan! Betapa bodohnya aku. Karena sudah membiarkan istriku dekat dengan wanita itu. Wanita keji! Bagaimana mungkin dia mengorbankan keponakannya sendiri hanya untuk kepentingannya!" ucap Bagas dengan geram.


" Berdoalah agar anakmu selamat! Tadi di perjalanan saya sudah memberikan beberapa doa perlindungan untuk anakmu dan istrimu. Semoga saja kita bisa menyelamatkannya!" ucap Nur sambil menatap kepada Bagas.


" Kau sudah tahu kalau Nadia ada sebuah sosok yang mengikutinya. Kenapa Kau membiarkan istrimu untuk dekat-dekat dengannya?" tanya Nur keheranan.


" Aku berpikir itu mungkin adalah sosok dari sisa-sisa ketika dulu dia melakukan ritual pesugihan. Aku tidak pernah berpikir kalau itu adalah susuk yang masih melekat di badannya!" ucap Bagas seperti menyalahkan dirinya sendiri karena teledor dari menjaga istri dan anaknya.


"Di malam sebelum lamaran Nadia dan Dipta kami berdua memang mendapatkan sebuah gangguan dari sesosok berwarna hijau yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar kami!" ucap Bagas menceritakan perihal malam itu kepada Nur yang mendengarkannya dengan sangat teliti.


" Pada malam itu, saya dan suami saya mencoba untuk menolong Dipta yang diganggu oleh sebuah makhluk yang sangat besar dan ingin mengambilnya nyawa Dipta!" ucap Nur sambil menatap kepada Bagas yang sekarang sedang meraup wajahnya dengan kasar menggunakan kedua tangannya.


" Kenapa wanita kecil seperti itu dilepaskan dari penjara sehingga membuat kehidupan kita sekarang menjadi tidak tenang?" tanya Bagas sambil menatap Nur saat ini.


" Kita sekarang berdoa saja, agar Riyanti baik-baik saja dan dokter bisa menyelamatkan calon anak kalian!" ucap Nur memberikan dukungan kepada Bagas.


Sementara itu di hotel saat ini Dipta, Ali dan Nadia sedang berhadapan dengan serius.


" Kau suruh makhluk itu untuk melepaskan bayi Riyanti!" ucap Ali.


" Kenapa aku harus menyuruhnya untuk melepaskannya? Itu adalah makanan yang aku berikan untuknya agar dia mau mengabdi kepadaku!" ucap Nadia tanpa merasa bersalah sama sekali.


Dipta yang mendengarkan langsung perkataan Nadia seakan tidak percaya dengan apa yang ada di hadapannya saat ini.


" Jadi kau benar-benar menjadikan anak yang ada di dalam perut Riyanti sebagai tumbal untuk susukmu?" tanya Dipta berusaha untuk konfirmasi kepada Nadia tentang kebenaran.


" Benar aku harus menjaga kemudaanku dan juga kecantikanku untuk selalu bersamaku dengan susuk ini maka aku bisa menaklukkan siapapun yang kuinginkan!" ucap Nadia sambil menatap Dipta dengan lekat.

__ADS_1


" Dipta! Jangan menatap matanya atau kau akan terpengaruh dengan apapun yang dia inginkan!" ucap Ali menyentuh bahu Dipta.


Dipta terkejut mendengarkan apa yang dikatakan oleh Ali kemudian dia pun langsung menggelengkan kepalanya dan mengucapkan istighfar sebanyak-banyaknya.


" Astaghfirullahaladzim ya Allah!" ucap Dipta sambil mengelus dadanya yang tiba-tiba terasa sangat sakit.


" Bacalah ayat-ayat suci Alquran di dalam hatimu Dipta. Aku akan berusaha untuk membantumu melepaskan pengaruh susuk itu kepada dirimu!" ucap Ali dan dia mulai memegang bahu Dipta yang mulai terguncang dengan alunan ayat suci Alquran yang dibacakan oleh Ali kepadanya.


Mereka saat ini sedang berada di basement Hotel tempat Bima dan salah mengadakan resepsi pernikahannya. Sehingga tidak ada yang memperhatikan mereka bertiga.


" Kau resek sekali kau mengganggu kesenanganku!" tiba-tiba suaranya dia menjadi berat seperti bukan suara Nadia.


" Pergilah kau jangan coba-coba kau untuk mengganggu manusia di atas dunia ini!" ucap Ali sambil mengarahkan tasbih yang ada di tangannya saat ini.


" Sejak dulu kau selalu saja mengganggu kesejahteraan kami di dunia ini!" ucap sosok itu dengan geram.


Dipta yang melihat tiba-tiba saja Nadia berubah menjadi ganas merasa sangat terkejut. Dipta seakan tidak percaya melihat Nadia yang biasanya begitu lemah lembut. Sekarang berubah menjadi begitu menakutkan baginya.


" Ya Allah Nadia sebaiknya kau lepaskan saja susuk itu dan mulailah hidup dengan normal bersama dengan keluargamu dan juga orang-orang yang mencintaimu secara tulus!" ucap Dipta sambil meneteskan air matanya.


" Tampaknya kau benar-benar mencintai wanita yang saat ini aku kuasai!" ucap sosok itu sambil tertawa terbahak-bahak melihat Dipta yang saat ini sedang menangis tersedu.


" Dipta jangan sekali-kali kau memandang wajahnya ataupun matanya. Hal itu akan membuatmu menjadi semakin terperosok dan semakin mencintai dia!" ucap Ali kembali mengingatkan Dipta dan membuat Dipta kembali tersadar untuk tidak menatap Nadia.


" Sebenarnya sejak kapan Nadia mulai menggunakan susuk ini? Perasaan kemarin waktu acara lamaran tidak ada perasaan semacam ini!" tanya Dipta kepada Ali.


" Tampaknya dia menemukan sesuatu di rumahnya dan tanpa sengaja memegangnya!" ucap Ali menerangkan kepada Dipta yang saat ini sedang kalut pikirannya.

__ADS_1


" Aku tidak mengerti, kenapa begitu banyak godaan dan juga rintangan. Ketika aku mulai menemukan cinta di dalam hidupku?" Raung ditah seakan tidak mempercayai saat ini sedang terjadi di hadapannya.


__ADS_2