Lurah Pondokku Calon Suamiku

Lurah Pondokku Calon Suamiku
199. Seserahan


__ADS_3

Zidane dibangunkan pagi-pagi sekali oleh Sheila. Karena mereka harus bersiap untuk datang ke kediaman Dipta untuk menyerahkan seserahan pernikahan dari pihak mempelai laki-laki. Disana juga akan diadakan siraman untuk kedua mempelai pengantin. Disana juga akan di adakan pengajian yang akan dipimpin oleh Raffi sebagai pengganti ayahnya yang saat ini sedang ada di mekkah bersama ibunya.


Raffi tampak terpesona melihat mempelai pengantin wanita yang begitu cantik dan membuat hatinya berdebar-debar.


Marcella pun merasakan hal yang sama ketika matanya bertemu tanpa sengaja.


Raffi langsung menundukkan kepalanya ketika Marcella terus mengawasinya.


' Ya Allah! Jagalah hati dan pandanganku dari perempuan yang tidak halal untukku!' doa Raffi terus di dalam hatinya. Saat dia memimpin para jamaah untuk melakukan pengajian dalam rangka mendoakan mempelai pengantin agar hidup rukun dan membentuk keluarga yang sakinah mawadah dan warahmah.


Zidane yang melihat ekspresi wajah Marcella ketika menatap Raffi yang begitu terkagum-kagum kepada laki-laki sholeh dan tampan yang saat ini sedang bersila di hadapannya dan terus menundukkan kepalanya. Seketika hati Zidane merasa cemburu melihat istrinya yang tampak kagum dengan laki-laki lain.


' Tampaknya mereka berdua memiliki ketertarikan yang sama. Terlihat dari pandangan mereka saat bertemu tadi! Akan tetapi Marcella sekarang adalah istriku hanya aku yang boleh dia pandang dengan penuh cinta seperti itu!' bathin Zaki dengan geram di dalam hatinya yang diliputi perasaan api cemburu yang telah melumpuhkan akal sehatnya saat ini.


Entah kenapa Zaki merasakan hatinya begitu terluka. Ketika dia melihat Marcella yang secara diam-diam terus memperhatikan Raffi yang tengah memimpin pengajian untuk pernikahan mereka berdua.


' Ya Allah kuatkanlah hatiku. Mereka tidak melakukan apa-apa ya Allah! Itu hanya sebatas memandang dan itu tidak berdosa. Ya Allah! Karena Ustadz Rafi pun tidak menanggapi tatapan istriku yang tampak mencintainya!' batin Zaki dengan merintih kesakitan ketika dia mengetahui istrinya ternyata mencintai laki-laki lain yaitu Raffi.


Setelah acara pengajian selesai Raffi beserta para santri yang dia bawa dari Pondok Pesantren pun berpamitan untuk kembali ke pondok pesantren.


" Terima kasih banyak Raffi atas bantuanmu. Besok datanglah ke acara pernikahan Marcella bersama dengan para santri yang lainnya. Ajaklah mereka semua kemari untuk merayakan pernikahan putri kami berdua!" ucap Dipta berpesan kepada Raffi yang sedang berpamitan untuk kembali ke pondok.


" Terima kasih Om Dipta! Oh iya salam dari Abi dan juga Umi yang saat ini belum bisa kembali ke Indonesia. Karena mereka sedang fokus dengan ibadah umrohnya!" ucap Raffi menyampaikan salam dari kedua orang tuanya yang saat ini sedang berada di Mekah.


" Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh. Sampaikanlah salam kembali dari kami Raffi dan mohonkan doa untuk kelancaran acara pernikahan putri kami bersama dengan Zidane. Doakanlah agar pernikahan mereka bahagia dan dikaruniai anak yang sholeh dan sholehah!" ucap Kinan sambil menepuk punggung Raffi yang sedang menundukkan kepalanya karena di hadapannya ada Marcella yang terus menatapnya dengan penuh kekaguman.


" Insya Allah akan saya sampaikan Om Dipta. Saya pun mendoakan untuk pernikahan mereka agar lancar dan juga bahagia. Hingga kakek nenek dan tidak terpisahkan oleh apapun hingga maut yang memisahkan mereka!" doa tulus meluncur begitu saja dari mulut Raffi sehingga menggetarkan hati Zidane yang mendengarnya.


' Ya Allah ampunilah hamba yang sudah merasa curiga dengan perasaan Ustad muda itu terhadap istriku. Padahal dia mendoakan kebaikan untuk kami berdua. Semoga dia mendapatkan jodoh terbaik yang kau kirimkan untuknya ya Allah!' batin Zidane mendoakan kebaikan untuk Raffi yang tadi telah mendoakan kebaikan dalam pernikahannya bersama Marcella.


Sementara itu Bima dan juga Sheila yang tampak begitu bahagia dengan pernikahan Zidane, mereka terus tersenyum bahagia.

__ADS_1


Keluarga Rianti dan Bagas pun tampak hadir di dalam acara siraman itu. Rehan dan Dinda tampak begitu tampam dan sangat cantik mempesona.



Visualisasi Dinda dan Rehan putra dan putri Dr. Bagas dan Riyanti.


Aurel tampak terpesona ketika tanpa sengaja dia bertemu dengan Rehan.


Rehan yang sudah menyelesaikan studinya sekarang telah bertugas di rumah sakit milik sang ayah. Sebagai Dokter bedah yang sangat terkenal di Jakarta.


" Kak siapa laki-laki tampan itu?" bisik Aurel di telinga Marcella ketika mereka berdua sedang makan.


" Laki-laki yang mana sih?" tanya Marcella ikut penasaran.


" Itu laki-laki yang bersama dengan wanita bercadar. Itu loh Kak yang kemarin datang ke restoran bersama dengan ustadz Raffi!" berisik Aurel di telinga Marcella.


" Oh laki-laki itu? Dia adalah dokter Rehan. Kakaknya Dinda. Memangnya ada apa Aurel?" tanya Marcella dengan tatapan penuh curiga.


" Kau mau kalau aku memperkenalkan dengannya? Kebetulan aku pernah bertemu dengan dia dan berkenalan secara resmi!" ucap Marcella dengan begitu tengahnya karena pernah berkenalan dengan seorang dokter Rehan yang terkenal di kalangan para kaum hawa karena ketampanan dan juga kepintarannya.


" Kakak kenal di mana?" tanya Aurel dengan wajah penuh penasaran.


" Di Instagramnya Aurel!" ucap Marcella sambil mengembangkan senyum di bibirnya.


" Yaelah Instagram kirain betul-betul bertemu secara Face to Face!" ucap Aurel dengan penuh kekecewaan yang membuat Marcella tertawa terbahak-bahak karena tingkah dan reaksi Aurel yang sangat menggemaskan.


" Tinggal dekati saja kalau kau tertarik. Siapa sih yang akan menolak seorang Aurelia Putri?" tanya Marcella dengan senyum manis.


" Ya ampun Kakak ipraku yang cantik dan imut! Dokter Rehan juga bukan pria sembarangan kali! Keluarganya memiliki rumah sakit hampir di seluruh Indonesia dan bahkan sampai ke Singapura segala. Dia itu bukan laki-laki sembarangan Kak dan tidak mudah untuk menggapai dia!" ucap Aurel.


" Ya pantes dong untuk berdampingan dengan kamu. Bukankah Rumah Sakit milik keluargamu juga tidak kalah bonafit dengan Rumah Sakit milik mereka? bahkan yang kudengar dulu ayahnya dokter Rehan itu bekerja di Rumah Sakit milik kakekmu yang sekarang sudah 100% dipegang oleh ayahmu!" ucap Marcella membeberkan Semua fakta yang dia ketahui tentang keluarga dr. Bagas dan Rianti.

__ADS_1


" Berarti Papaku mengenal mereka?" tanya Aurel dengan begitu antusias.


" Ya kenal dong Aurel! Kalau tidak kenal tidak mungkin mereka ada di sini kau ini ada-ada saja!" ucap Marcella dengan gemes Sambil mencoba kedua pipi adik iparnya.


" Ih apaan sih memangnya aku ini balita sampai harus kau lakukan itu padaku?" protes Aurel dengan cemberut sementara itu dokter Rehan yang saat ini sedang menjadi bahan pembicaraan dua gadis cantik itu saat ini sedang memperhatikan mereka berdua.


Akan tetapi yang menjadi fokus pandangan dokter Rehan adalah Marcella. Sang mempelai pengantin wanita yang hari ini tampil begitu maksimal dan anggun.


Kecantikan Marcella memang luar biasa yang diwariskan dari ketampanan sang ayah dan juga kecantikan Kinan yang terjaga di balik cadarnya.


Marcella memang tidak bercadar akan tetapi dia menggunakan hijabnya dengan benar sehingga mampu untuk menutupi auratnya secara keseluruhan.


" Kak! Dokter Rehan sedang melihat ke arah kita ya ampun ini sangat menakjubkan dan luar biasa!" ucap Aurel dengan mata yang berbinar dan Aura penuh kebahagiaan.


" Udah sana! Kau deketin sana! Daripada nanti kau menyesal kalau dia diembat oleh perempuan lain. Sudah pasti laki-laki hebat dan sukses seperti dia banyak listnya wanita cantiknya. Panjang sampe ke Bekasi udah menunggu antriannya! Haha!" ucap Marcella sambil tertawa dengan riang.


Percakapan kedua wanita cantik itu menjadi perhatian Zidane dan membuat dia ingin mendekat kepada calon istrinya dan juga adiknya.


" Ada apa sih? Kalian tampak heboh sekali dan kau tertawa begitu lepas. Hati-hati Sayang. Nanti ada yang jatuh cinta padamu!" tegur Zidane sambil memeluk pinggang Marcella dengan posesif.


Tampak sekali bahwa Zidane saat ini sedang menunjukkan hak kepemilikannya dihadapan semua tamu yang sedang memperhatikan mereka bertiga.


Tampak Raffi dan dokter Rehan pun sedang memperhatikan kemesraan yang sekarang diperlihatkan oleh Zidane di hadapan umum terhadap calon istrinya yang besok akan sah sebagai istrinya.


" Ini Aurel. Dia sedang tertarik dengan dokter Rehan yang berdiri dengan ustad Zaki di sana. Tetapi dia tidak berani untuk mendekati kepada Dokter Rehan!" ucap Marcella sambil mengulas senyum kepada Zidane.


Zidane pun kemudian mengalihkan pandangannya menatap Rehan dan Raffi yang saat ini sedang menatap tajam kepada mereka bertiga.


" Oh? Dokter Rehan ya? Kakak kenal kok dengan dia. Kalau kau mau kakak bisa memperkenalkannya kepadamu!" ucap Zidane sambil tersenyum kepada adiknya.


" Apakah kakak serius kalau kakak kenal dengan dokter Rehan?" tanya Aurel dengan mata berbinar-binar.

__ADS_1


" Iya kakak kenal. Mau kakak kenal kan?" tanya Zidane lagi.


__ADS_2