
Zidane tampak sudah berpakaian rapih dan dia tampak sedang menunggu Elena yang masih bersiap-siap di dalam kamarnya.
" Ya ampun! Sebenarnya apa yang sedang dilakukannya? Kenapa sudah hampir 1 jam lebih dia belum juga keluar?" Zidan yang sudah mulai kehabisan sabar Akhirnya dia pun mengetuk pintu kamar Elena.
Tok tok tok
" Elena! Sebenarnya apa yang kau lakukan di dalam sana? Kenapa lama sekali?" tanya Zidan merasa sudah tidak sabar lagi menunggu Elena sejak tadi.
" Iya sebentar lagi! Kau tunggulah sebentar!" ucap Elena sambil membuka pintu kamarnya.
Zidan tampak terkesiap ketika dia melihat penampilan Elena yang luar biasa seksi!
" Ya ampun Elena! Kau itu mau bekerja atau kah kamu mau manggung sih? Kenapa aku lihat penampilanmu ini seperti artis?" tanya Zidan sambil menatap Elena dari atas rambut hingga ujung kaki.
Elena yang merasa risih dengan tatapan Zidane dia pun langsung mendorong Zidane ke samping.
" Apa kau lupa pekerjaanku di klub malam kami memang sebagai penyanyi. Tentu saja aku harus berpenampilan seperti seorang artis! Masa pengetahuan dasar seperti itu saja kau tidak tahu? Jangan bilang padaku, karena kau sudah kehilangan kehidupanmu sebagai Tuan muda, sekarang otakmu pun menjadi tumpul!" ucap Elena sengit sambil duduk di meja makan.
Elena bersiap untuk sarapan yang tadi sudah disiapkan oleh Zidan untuknya.
" Wah ternyata keberadaanmu di tempat ini lumayan juga. Terima kasih atas Harapan ini! Aku pagi ini ada undangan untuk menyanyi di sebuah pesta pernikahan. Makanya aku berangkat pagi-pagi sekali karena aku harus berlatih dulu di lokasi dan perlu mengecek segala keperluan yang lainnya agar nanti ketika pentas semuanya menjadi perfect!" ucap Elena menerangkan segalanya kepada Zidane.
" Bagaimana kalau aku bekerja sebagai sebagai managermu saja? Aku memiliki pengalaman sebagai seorang direktur eksekutif sebuah perusahaan besar. Aku pasti bisa mengorbitkanmu untuk menjadi seorang artis yang terkenal!" ucap Zidan menawarkan dirinya sendiri kepada Elena.
__ADS_1
Elena tampak terdiam sejenak memikirkan apa yang dikatakan oleh Zidane kepadanya.
" Sepertinya Idemu bagus juga. Boleh juga kau menjadi manager sekaligus asisten pribadiku yang mengatur semua kebutuhanku! Tenanglah aku pasti akan menggajimu sesuai dengan pekerjaan yang kau berikan kepadaku!" ucap Elena mengulas senyum kepada Zidane yang merasa bahagia. Akhirnya dia memiliki tujuan hidup baru Setelah kepergiannya dari keluarganya.
Elena tampak mengerutkan keningnya, ketika dia melihat Zidane yang tampak berkaca-kaca matanya.
" Kamu kenapa malah menangis? Apa kau tidak suka dengan pekerjaan yang kau tawarkan sendiri?" tanya Elena sambil menyantap sarapan pagi yang terasa nikmat di lidahnya.
Tiba-tiba saja Zidane memeluk tubuh Elena dengan begitu erat dengan air mata yang mengalir di pipinya.
" Terima kasih karena kau sudah menjadi alasan untuk aku kembali menata hidupku. Setelah kehidupanku yang hancur berantakan gara-gara perbuatanku sendiri!" ucap Zidane sambil menatap Elena dengan lekat.
Elena langsung mendorong tubuh Zidane dari hadapannya Karena bagaimanapun Dia adalah seorang perempuan yang sudah lama tidak pernah dekat dengan seorang laki-laki seperti itu.
' Ya ampun Ini anak kurang ajar sekali! Berani-beraninya Dia memporakporandakan hatiku seperti ini. Setelah lama begitu tenang, setelah aku memutuskan untuk melupakan Raffi yang tidak pernah mencintaiku!' batin Elena sambil terus mengunyah makanannya hingga tandas tak bersisa.
Zidane merasa senang sekali karena masakannya disukai oleh Elena.
" Baiklah, kau tunggu aku sebentar dulu. Aku akan menggunakan pakaianku yang lebih pantas agar cocok sebagai statusku sebagai manajermu!" ucap Zidane sambil berlari ke dalam kamar Elena untuk mengambil pakaiannya yang dia titipkan di lemari Elena.
' Setelah aku mendapatkan gajiku, sepertinya aku perlu membeli lemari agar pakaianku tidak bergabung dengan pakaian Elena!' batin Zidane dengan penuh bahagia ketika dia memikirkan bahwa dia akan memulai kehidupan barunya sebagai seorang manajer artis seorang Elena.
Zidane pernah melihat penampilan Elena di klub malam yang sangat memukau dan banyak penggemar yang senang dengan penampilannya dan juga suaranya yang merdu dan wajahnya yang sangat cantik.
__ADS_1
Setelah merasa bahwa penampilannya sudah perfect, Zidan pun kemudian keluar dari kamar dan menemui Elena yang sudah menunggunya sejak tadi.
" Bagaimana dengan penampilanku? Apakah sudah cocok untuk menjadi manajer mu?" tanya Zidan sambil memamerkan penampilannya di hadapan Elena.
' Auranya sebagai seorang direktur eksekutif begitu kuat. Aku yakin kalau dia bisa menjadi seorang manajer yang baik dan bisa menghasilkan banyak pekerjaan untukku!' batin Elena merasa begitu terpesona dengan seorang Zidan yang begitu cemerlang di hadapannya saat ini.
Dalam hidupnya baru kali ini Elena begitu terpesona dengan penampilan seorang lelaki selain Raffi yang telah mencuri seluruh hatinya di waktu yang lalu.
Mungkin karena Elena sudah berhasil menghapus nama Raffi di hatinya. Sehingga sekarang dia bisa melihat kelebihan pria lain di hadapannya.
" Ayo kita berangkat!" ajak Zidane sambil menggenggam tangan Elena dengan erat.
Elena yang merasa terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Zidane, dia hanya bisa menurut saja dengan Zidane. Karena dia pun merasa malas untuk banyak berdebat dengan laki-laki tampan yang sekarang sedang bersamanya sebagai manager artisnya.
" Bagaimana dengan pernikahanmu sekarang? Aku ingat dulu aku pernah menghadiri pernikahanmu bersama Marcella." tanya Elena merasa penasaran dengan kehidupan Zidane.
Zidane tampak terdiam dan fokus dengan sepeda motor yang saat ini dia gunakan untuk membawa Elena ke lokasi pesta pernikahan yang mengundang Elena sebagai penyanyinya.
" Jawablah pertanyaanku! Kenapa kau diam saja?" tanya Elena sambil mencubit pinggang Zidane sehingga Zidane meringis kesakitan.
" Aku juga tidak tahu apakah Marcella sudah mengurus perceraian kami atau tidak. Terakhir aku meninggalkannya, Dia meminta tanda tanganku untuk perceraian kami berdua. Karena aku yang memang merasa bahwa pernikahan kami sudah tidak ada kecocokan lagi, jadi aku sudah memberikan tanda tanganku di surat gugatan cerai tersebut. Tapi aku tidak tahu apakah Marcella masih melanjutkan proses perceraian itu atau tidak. Karena aku setelah itu langsung pergi meninggalkannya tanpa pamit maupun mengatakan sesuatu kepadanya!" ucap Zidane berkata dengan jujur kepada Elena.
" Kenapa nemangnya kau dan Marcella sampai bercerai? Aku lihat kalian adalah pasangan yang sangat serasi yang kudengar Kalian juga sudah punya orang Putra kan? Apa kau tidak memikirkan anakmu ketika kau memutuskan untuk bercerai dengan Marcella?" tanya Elena begitu penasaran dengan kehidupan seorang Zidane.
__ADS_1
Tampak Zidan yang terdiam begitu lama. Memikirkan kehidupannya di masa lalu yang sudah banyak menyakiti hati Marcella dengan pengkhianatannya bersama mantan kekasihnya yang ternyata adalah seorang penjahat yang sedang merencanakan menipunya bersama asisten pribadinya.