Lurah Pondokku Calon Suamiku

Lurah Pondokku Calon Suamiku
125. Usaha Sheila Mendekati Bima


__ADS_3

"Kau tidak usah terlalu menanggapi Apa yang dilakukan oleh Bima!" ucap ibunya Bima sambil memegang tangan Sheila.


"Nggak apa-apa Tante! Tante nggak usah khawatir. Sheila sudah paham kok tentang sifat Bima!" ucap Sheilla sambil tersenyum kepada ibunya Bima.


"Baiklah Sheilla! Ayo sekarang kita selesaikan makan siang kita sehingga kita bisa kembali ke rumah sakit jadi kau bisa bertemu dengan Bima lebih lama lagi!" ucap ayahnya Bima sambil menatap Sheila.


"Tidak Om! Sheila tidak akan ke rumah sakit lagi. Sheilla akan pulang. Karena saya sudah lelah sekali. Biarkanlah nanti juga Bima pasti mencari Sheilla!" ucap Sheila dengan penuh kepercayaan diri sambil menatap ayah dan ibunya Bima.


"Orang seperti Bima itu, kita tidak bisa mendekatinya secara sembarangan. Om dan tante tenang saja. Sheilla pasti bisa menaklukkan dia!" ucap Sheila dengan penuh percaya diri.


"Baiklah om dan Tante akan percaya kepada kamu! Kami hanya ingin bisa menimang cucu!" ucap ibunya Bima.


"Percayalah pada Sheila! Pasti misi kita tidak akan gagal!" ucap Sheilla tersenyum.


Setelah mereka selesai dengan makan siang. Mereka pun kemudian berpisah karena Sheilla akan segera kembali ke apartemennya dan kedua orang tua Bima kembali ke mansionnya.


Di apartemennya Sheila kemudian segera menghubungi kedua orang tuanya.


"Bagaimana Sheilla? Apakah kau sudah bertemu dengan Bima? Bagaimana menurutmu? Apakah dia cocok dan sesuai dengan seleramu?" tanya Farel terhadap putrinya.


"Yah begitulah! Papa bisa lihat nanti saja bagaimana Sheilla akan berhasil untuk menaklukkan singa liar itu!" ucap Sheila Sambil tertawa terbahak-bahak.


"Kalau kau berhasil menaklukkan Bima, papa akan bangga sekali denganmu Sheilla! Dan Kau layak menjadi keluarga dari Bramantyo grup!" ucap Farel dengan nada menantang Sheilla.


"Ayolah Pah! Kok papa seperti tidak kenal dengan Sheila. Sheila pasti bisa mendapatkan dia!" ucap Sheilla dengan penuh kebanggaan.


" Ya sudah kau istirahat ya Papa juga harus segera melanjutkan pekerjaan agar segera bisa kembali ke Indonesia Papa sudah rindu dengan mamamu!" kemudian panggilan itu pun diakhiri.


Sheilla langsung pergi ke kamar mandi dan menyelesaikan hajatnya di sana.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, telepon Sheila tampak berdering dan ternyata itu adalah dari Bima.


"Wah cepat sekali umpanku tertangkap olehnya!" ucap Sheila Sambil tertawa terkikik karena dia merasa telah berhasil menjebak Bima.


"Halo, siapa ini?" ucap Sheila pura-pura tidak tahu kalau itu adalah Bima.


Padahal sejak lama Sheilla sudah memiliki nomor telepon Bima hanya saja tidak pernah dia hubungi.


Rencana tentang perjodohan Sheila dan Bima memang sudah lama hanya saja baru ada kesempatan untuk Sheila melanjutkan rencana itu.


"Maaf ini saya adalah Bima. Saya hanya ingin bertemu denganmu. Apakah kita bisa bertemu?" ucap Bima di seberang sana.


"Untuk apa saya bertemu harus denganmu? Bukankah kau tidak suka untuk bertemu dengan saya?" tanya Sheila seakan tidak tertarik dengan Bima.


"Aku ada urusan penting ingin berbicara denganmu kau katakanlah kita bisa bicara di mana aku akan mendatangimu!" ucap Bima memaksa untuk bertemu dengan Sheila.


Sheila tampak menarik nafas dalam-dalam dan kemudian dia diam agak lama. Sehingga membuat Bima merasa penasaran dengan jawaban apa yang akan diberikan oleh perempuan itu.


Apa yang membuat Bima tampak begitu memaksakan diri untuk bisa bertemu dengan Sheila.


"Kau benar-benar orang yang suka berbuat sesuka hati. Ketika kau tidak suka sesuatu, kau mengusirnya tanpa perasaan. Tetapi ketika kau membutuhkan sesuatu kau berperilaku seperti ini!" ucap salah seperti sedang menyindir Bima.


" Apa kau lupa tadi siang Kau mengusirku dan memperlakukan seperti seorang sampah!" ucap Sheila dengan nada berapi-api.


Sheilla kemudian langsung menutup telepon dari Bima. Sehingga membuat Bima kelapakan dan berkali-kali dia menelepon Sheilla tetapi tidak diangkat juga.


"Akhirnya kau masuk juga dalam perangkapku aku akan lihat, berapa lama kau bertahan dengan kesombonganmu!" ucap salah sambil terus menatap teleponnya yang dari tadi terus berdering dan banyak puluhan SMS yang masuk di dalam aplikasi hijaunya.


Sheilla hanya membaca pop up nya saja, tetapi tidak membuka pesan tersebut.

__ADS_1


Sementara itu di kantornya Bima tampak laki-laki itu sedang gelisah sejak tadi teleponnya tidak diangkat juga oleh Sheilla.


"Kurang ajar sekali ini perempuan! Dia tidak peduli padaku sama sekali. Bahkan ratusan sms-ku tidak dibaca sampai sekarang, bahkan ratusan teleponku tidak diangkat!" Bima terus menatap teleponnya, sampai tiba-tiba ruangannya diketuk oleh suster yang bertugas di ruang administrasi.


" Ada apa? Kenapa kau menggangguku?" tanya Bima jutek.


Karena saat ini dia memang sedang kesal sekali kepada Sheila yang tidak menunggu bersama sekali hubungan teleponnya.


Apa sebenarnya yang sudah dilakukan oleh Sheila? Sehingga sanggup membuat Bima kelapakan seperti itu?


"Maaf tuan tapi pasien yang ada dirawat darurat sedang mencari anda!" ucap Suster itu dengan takut-takut kepada Bima.


"Di rumah sakit ini ada ratusan dokter, kenapa aku harus menggangguku?" ucap Bima dengan sengit.


"Maafkan saya, tapi Pasien itu hanya ingin bertemu dengan anda!" ucap suster itu kembali sambil menatap kepada bima.


Bima mendesah frustasi karena saat ini dia memang sedang menunggu jawaban dari Sheila yang sudah 2 jam lamanya dia tunggu belum ada juga kabarnya.


'Perempuan itu benar-benar kurang ajar sekali! Bahkan dia tidak mau membuka Smsku!" kali-kali Bima terus membaca SMS yang dia kirim untuk Sheila sampai sekarang masih centang dua dan belum terlihat tanda hijau di sana.


Bahkan terakhir kali Sheilla membuka aplikasi di ponselnya itu adalah 3 jam yang lalu.


"Bagaimana dokter? Apakah anda akan menemui Pasien itu atau bagaimana?" ucap Suster itu masih juga monteror Bima untuk mengikuti apa yang dia inginkan.


"Kau suruh dokter Bagas untuk menemui Pasien itu Katakan saja kalau aku sedang ada operasi dan tidak bisa menemuinya!" ucap Bima dengan tegas kemudian dia langsung mengambil kunci mobilnya dan langsung pergi dari rumah sakit itu.


"Sebenarnya, apa yang diinginkan oleh Sheila? Kenapa dia berperilaku seperti ini? Tadi pagi dia berprilaku seakan-akan sangat menginginkanku untuk menjadi calon suaminya. Sekarang dia mencuekkanku seakan-akan aku ini tidak berharga apapun untuknya!" Bima terus bersungut-sungut sendiri di dalam mobilnya.


Kemudian Bima menghubungi orang tuanya untuk menanyakan di mana alamat Sheila. Karena dia akan mendatangi perempuan itu untuk melampiaskan semua kekesalan yang ada di dalam hatinya.

__ADS_1


"Aku akan memberikan pelajaran kepada perempuan itu, karena dia berani mencuekin aku!" ucap Bima sambil terus mencoba untuk menghubungi kedua orang tuanya.


__ADS_2